A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiimBismillaahir rahmaanir rahiimAllaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iinAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhAllah Allah Aziz AllahAllah Allah Subhan AllahAllah Allah Sulthon Allah
Saudara-saudaraku,Nanti di akherat akan digelar satu fase atau masa pertanggungjawaban diri, untuk menilai apakah kenormalan yang sejak semula itu terpelihara atau tidak. Sholat adalah bengkel yang stationer. Inna sholaata kaanat ‘alal mu’minina kitaaban mauquta. Sholat itu adalah keniscayaan yang mesti diselenggarakan untuk orang mukmin setiap waktu secara teratur. Untuk apa? Untuk normalisasi dan memelihara kenormalan itu. Dengan kata lain dapat dikatakan, sholat adalah latihan untuk mati. Itu seyogyanya merupakan bagian akhir dari kehidupan kita di alam fana ini untuk jasmani kita, kalau ruh kita abadi sejak dicipta di jaman azali sampai alam baqa, abadi dengan Allah. Barang siapa menjalani kehidupan ini dengan penuh kelalaian, maka akan penuh penyesalan. Husnul Khotimah adalah kita dijemput oleh malaikat, ruh kita untuk melewati alam barzah ke alam baqa dalam keadaan kita ‘normal’ seperti kita di alam azali, kalau dalam keadaan lalai itu yang menjadi masalah. Maka sholat yang kita lakukan seyogyanya kita kemas sebagai langkah sadar untuk menormalisir kembali pertalian kita dengan akherat, dengan Allah, dan dengan rosulullah. Sholat adalah saat mana dalam sekejap rangsangan badaniah, rangsangan dari luar badan kita, kita putus tali hubungannya. Pikiran tidak kita pekerjakan lagi. Hal-hal sebagai akibat dari rangsangan badaniah kita tidak difungsikan lagi. Sholat bukanlah rutinitas dan bukan mewujudkan ‘apalan donga’ (hapalan doa) dan bukan kearagaan kita, tapi sholat adalah untuk kembali ke normalitas. Terus kita fungsikan diri kita untuk sengaja melakukan sholat bahwa yang sedang sholat aadalah hamba allah yang sedang mencari ridho Allah, hamba Allah yang mencari husnul khotimah ,hamba allah yang mencari keselamatan diakherat nanti supaya bisa dipetik keberuntungan.
Saudara-saudaraku,Adalah langkah mengetuk dua pintu sekaligus, yaitu pintu wushul atau sampai dan nyambung kepada Allah dan mengetuk sendiri-sendiri katub yang ada pada diri kita. Habis setiap orang itu mengalami bentukan yang sifatnya menutup yang timbul sebagai karat dari kelalaian, keaniayaan diri dan kesembronoan. Semua orang dalam kehidupan ini automatically menginjakan kaki di potensi kebiasaan menunda. Hati ini menyimpan potensi Ruh dan Fitrah tetapi ketutup ‘ambek’ (baca dengan) jumlahnya sembrono, aniaya dan kelalaian. Sholat sekaligus mengetuk 2 pintu yaitu pintu Allah agar wushul dan sekaligus mengetuk pintu katub hati untuk membuang karat dari kelalaian, aniaya diri dan kesembronoan. Sedangkan alat untu untuk ‘wushul’ adalah kedekatan dan kebersamaan diri kita kepada Rosulullah Muhammad SAW. Sholat bukan rangkaian kegiatan yang given. Sholat itu perbuatan yang tergantung pada azam atau kesengajaan dan niat. Sholat adalah langkah kesengajaan yang dilakukan dengan mengatakan “Usholli” (dengan sengaja saya sholat).
Thoriqoh Naqshbandi adalah suatu asosiasi diantara sesama kita bersama guru supaya kita semakin terbimbing kearah kejelasan yaitu kejelasan yang merupakan adonan yang sejak jaman Rosululluh dibangun bersama para sahabat Beliau yang kita tarik sampai masa sekarang melalui mata rantai guru yang mengantarkan kita kepada perspektif seperti itu.
Insya Allah perjumpaan kita disini mencerminkan langkah kita untuk maju, bukan maju sedikit mundur banyak, maju sedikit mundur banyak, akhirnya menuju langkah kemunduran. Tolong itu dielakkan. Segala perbuatan yang kita lakukan harus mulai punya ancang-ancang. Ancang-ancang kesengajaan untuk selalu bersama Rosulullah. Mohon ini dicamkan untuk menjadi sesuatu yang disengaja benar untuk diorientasikan dan ‘disok’ (dituangkan) susunan kesadaran ke dalam diri kita, Semoga taufik dan inayah terlimpah kepada kita semua.
Dengan berkah Rosulullah dan berkah Syaikh Nazim… insya Allah… Bihurmati suratul fatehah…
Allah Allah Aziz AllahAllah Allah Sulthon AllahSejarah Dalail Khoirot Ada seorang alim (adalah orang yang memiliki pengetahuan tentang kehidupan dan kematian yang dipetik dari sunah nabi) bernama Abu Abdillah Muhammad Bin Sulaiman Al Jazuli. Dalam perjalanannya, ketika waktu ashar, beliau tiba di suatu gurun yang sangat panas, suhunya kira-kira pada posisi 45°. Beliau melihat dikejauhan ada Oase yang dapat ditempuh setengah jam. “Bila sholat disini, maka harus tayamum dan tempatnya sangat panas” maka akhirnya memutuskan untuk sholat di oase. Beliau sadar betul, beliau itu siapa, Allah itu siapa, hidup untuk apa, tujuan kemana, jadi sebetulnya pengalamannya is Ok. Di Oase hampir 1 jam. Dilihatnya ditepi oase ada sumur. Beliau kemudian menuju ke sumur. Beliau mencari timba untuk wudhu. Tiba-tiba beliau dikejutkan dengan seorang ‘genduk’ (anak perempuan) berumur 5 tahun. Si Genduk bertanya ‘Lagi ngapain pak ?’. ‘Ini waktu ashar sudah masuk, dan aku mau wudhu, tapi timbanya tidak ada.’ ‘Ooo mau wudhu, kata si Genduk.’ Sesaat kemudian dengan ‘umak-umik’ disedotnya banyu (air) dalam sumur tadi dan langsung mancur tibo ing ngarsane (keluar airnya dan diberikan kepada) Imanm Jazuli. Beliau sangat heran dan takjub. “Ya Bintah”, Nduk genduk,…rene’o (baca: Nak kesinilah). Apa lagi yang ingin kubantu ?’ kata si Genduk (perempuan kecil)’. Kepriye kok bisa nyedot banyu kuwi (mengambil air) kata Imam Jazuli? “Si Genduk bilang “Aku diajari abahku dari kecil untuk menyapa Rosulullah dengan sholawat.” Kalau ada apa-apa tinggal menyapa Rosulullah. Wajah Imam Jazuli seperti dipukul ambek Mike Tyson, mendengar jawaban Si Genduk. Imam Jazuli malu. ‘Aku kok kalah karo arek cilik si genduk iki (Aku merasa malu dengan si perempuan kecil ini). Dengan kata lain sholawatnya ‘si alim’ ora doyo yen ora menyatu karo rosulullah. Begitu terpukul…Imam Jazuli mengucapkan : Astagfirullah ya robb…astagfirullah ya habiballah. Kemudian beliau Imam Al Jazuli pulang ke rumah dan tidak keluar dari kamar selama 13 tahun untuk mengakses ke Rosulullah, dan tidak sedetikpun ingin lepas dari kebersamaan dengan Rosulullah, dan telurnya adalah Dalail Khoirot. Untuk melakukan Dalail Khoirot ini harus tergantung dengan azam (kesengajaan) dan niat. Kesengajaan dan niat untuk selalu bersama dan menyatu kepada Rosulullah, sehingga membaca Dalail Khoirot mesti dengan hati, dengan sense, karena rahmat allah terbesar adalah diturunkannya Rosulullah Muhammad kepada kita.
Saudara-saudarku,Perjalanan aku dan kamu ora bakal ‘jetis’ (tidak ada daya) bila tanpa kebersamaan dengan rosulullah. Maka setiap kita membaca sholawat seharusnya dengan hati dengan sense, bukan membaca with no heart, no sense. Suatu ilmu yang tidak disertai dengan kedekatan dengan nabi… almost nothing.Allah Allah Azis AllahAllah Allah Subhan AllahAllah Allah Sulthon AllahWa min Allah At Taufiq Al Fatehah.
Shohbet ini ditulis dengan bahasa asli yang keluar dari bahasa hati Syaikh Mustafa Haqqani melalui rekaman audio yang kami putar ulang. Semoga shohbet ini mengetuk pintu Allah agar wushul dan pintu karat hati akibat dari kelalaian, aniaya diri dan kesembronoan kita. Amiin.
Bersumber dari Syaikh Mustafa Haqqani
Friday, 18 February 2005
Kediaman Jokotry Abdul Haqq, Jalan Sawi 16A Semarang 50273Disarikan oleh Jokotry Abdul Haqq
http://condrobawono.blogspot.co.id/2008/11/merokok-memutuskan-dari-segala-kebaikan.html
WALI PAIDI bag 6
penasaran perjalanan wali paidi? saya lanjutkan copasnya ….
WALI PAIDI bag 6 ( enam )
Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan wali paidi, tanpa dikomando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari wali paidi dan gohell, mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu kalau pimpinan mereka menangis, mereka malu kalau orang-orang melihat pimpinan mereka menangis, masak pimpinan preman kok nangis…(ha..ha..ha..).
Wali paidi menepuk nepuk pundak gohell, dan menariknya untuk berdiri lalu berkata :
“ udah mas, aku sama sampeyan ini masih saudara jadi gak usah sungkan…”
Gohell berdiri dan mengusap airmatanya, kemudian merangkul wali paidi
“ makasih…mas…” ucap gohell kpd wali paidi
Mereka lalu bersalaman di ikuti seluruh anak buah gohell juga bersalaman kepada wali paidi
Suasana menjadi cair kembali.
Tidak lama kemudian suasana jadi akrab, seakan wali paidi dan gerombolan gohell ini adalah teman yg sudah lama kenal, karena wali paidi ini pintar mengeluarkan joke-joke segar yg membuat gohell dan anak buahnya tertawa terpingkal-pingkal.
“ ayo ngopi dulu mas….” Ajak gohell kpd wali paidi
“ monggo…..” jawab wali paidi
Mereka berdua dan seluruh anak buah gohell menuju kewarung di pinggir jalan.
setelah mengambil tempat duduk mereka memesan kopi, anak buah gohell menunggu di luar warung
“ mas kalo bisa sampeyan berhenti malak orang, kasihan gurumu mas…” ucap wali paidi
“ iya mas, saya akan berusaha mencari kerja yg bener, do’akan aja…” sahut gohell
“ jangan sampai perguruan sampeyan Setia Hati ( SH ) itu menjadi singkatan Perguruan Sakit Hati, gunakan kepandaian silatmu itu sebagai senam untuk kesehatan. itu yg cocok untuk jaman sekarang ini beda dg jaman ketika orang islam masih punya musuh dulu, jangan belajar silat untuk mencari kesaktian atau untuk perisai diri, karena perisai diri yg lansung dari Allah adalah shodaqoh. belajarlah silat hanya untuk kesehatan, maka kamu tidak akan mencari musuh atau dicari musuh…” kata wali paidi
Sambil nyeruput kopinya wali paidi berkata lagi kepada gohell
“ kalo belajar silat untuk mencari kesaktian atau kekuatan jadinya ya seperti ini, sesama saudara seperguruan tawur, tidak rela melihat perguruan lain unjuk kekuatan, seperti kemarin terjadi penyerbuan terhadap konvoi perguruan kera sakti yg diduga dilakukan oleh perguruan Setia Hati…”
“ iya mas, memang aku dulu belajar ilmu silat untuk mencari kesatian / kekuatan , setelah lulus aku bingung gimana cara melihat kalau aku ini sudah kuat, akhirnya aku mencari gara-gara supaya punya musuh dan keterusan sampai jadi seperti sekarang ini..” ucap gohell sambil menunduk.
Setelah ngobrol-ngobrol yg cukup lama gohell ini akhirnya terbuka hatinya, mengerti tentang apa arti hidup ini, mengerti manusia itu tinggal menjalankan peran dari Allah, mengerti akan dirinya berperan sebagai apa dan menjalankan sebaik-baiknya peran tersebut. ada yg berperan sebagai ulama, guru, pedagang, petani dll, hanya ketaqwaan kepada Allah yg dinilai dari menjalankan peran tersebut.
“ trus sampeyan sekarang mau kemana “ Tanya gohell kepada wali paidi
“ mau ke terminal “ jawab wali paidi singkat
“ hehehe..maksudku tujuan sampeyan dari terminal “ Tanya gohell lagi
“ mau sowan kepada salah satu guruku…” jawab wali paidi
“ kalau begitu mari saya antar “ gohell menawari wali paidi
“ baiklah, ayo…” ucap wali paidi
Gohell mendekati pemilik warung dan menanyakan habis berapa semuanya
pemilik warung terdiam merasa heran dengan sikap gohell, karena biasanya gohell ini kalau makan minum di warungnya tidak pernah bayar, pemilik warung tersebut sangat gembira dg perubahan sikap gohell ini
“ udah gak usah bayar mas, anggap saja ini sebagai selamatan buat mas, selamatan kalau sampeyan telah terlahir kembali, mudah-mudahan tobat sampeyan ini sebagai taubatan nasuha..” ucap pemilik warung kepada gohell.
Setelah mengucapkan terimakasih gohell mengantarkan wali paidi ke terminal. dalam perjalanan gohell menanyakan perihal tentang orang –orang sholeh yg diketahu wali paidi.
wali paidi menceritakan dg singkat perihal mereka, tentang sifat dan kelebihan para orang-orang sholeh tersebut. tidak begitu lama akhirnya mereka sampai ke terminal.
Gohell memanggil salah satu anak buahnya dan membisikkan sesuatu kepadanya, lalu anak buahnya itu pergi.
“ jangan berangkat dulu mas, tunggu sebentar” kata gohell kpd wali paidi
Tidak begitu lama anak buah gohell itu datang sambil menyerahkan sesuatu kpd gohell, lalu gohell mendekati wali paidi dan menyerahkan sesuatu tsb kepada wali paidi
“ ini mas tolong jangan ditolak “ ucap gohell kpd wali paidi
Ternyata sesuatu tersebut didalamnya ada uang ribuan yg sebagian sudah kumal, dan ada 2 atau 3 uang lima ribuan. wali paidi terkejut ketika menerima uang daari gohell tersebut
“ jangan kuatir mas, itu bukan uang haram, itu uang sumbangan dari teman-teman , dan saya minta dg sangat jangan ditolak“ jelas gohell kpd wali paidi
Wali paidi menerima pemberian gohell tersebut. setelah bersalaman wali paidi naik keatas bus, masih banyak bangku kosong. wali paidi mencari tempat yg enak buat duduk, akhirnya wali paidi memilih tempat ditengah.
Setelah bus baru berjalan, tampak pedagang rokok naik ke atas bus menjajakan dagangannya, ketika wali paidi hendak memanggilnya si pedagang tersebut sudah menghampiri wali paidi dan menyerahkan sebungkus rokok Dji Sam Soe dan berkata:
“ ini pemberian dari mas gohell sebagai rasa terimakasih.”
Begitu juga dengan pedagang- pedagang yg lain, di dalam perjalanan mereka semua mengasihkan satu barang dagangannya kepada wali paidi atas nama gohell.
Mulai penjual minuman sampai penjual kacang, bahkan penjual bollpoint dua ribu dapat 3 juga menyerahkan bollpointnya atas nama dan rasa terimakasih gohell kepada wali paidi. ketika wali paidi mau membayar karcis bus, pak kondektur juga membebaskan wali paidi atas nama gohell juga.
Wali paidi hanya geleng-geleng kepala
“ gendeng, sholeh ini…..” bathin wali paidi tersenyum sambil teringat wajah gohell.
sekitar dua jam perjalanan, wali paidi akhirnya sampai disebuah kota yg dulunya adalah sebuah wilayah kerajaan majapahit, wali paidi turun sambil membawa satu kresek besar yg berisi minuman dan makanan ringan pemberian dari pedagang – pedagang asongan diatas bus.
Baru melangkah turun dari bus wali paidi lansung dihampiri seorang gila yang berambut gimbal, orang gila tersebut lansung menarik – narik tas kresek wali paidi
“ di..paidi…sini minuman dan makanan ini punyaku..” ucap orang gila tsb, lalu ngeloyor pergi
Wali paidi membiarkan saja tas kreseknya direbut, dan dia hanya terus mengikuti orang gila tsb karena dia penasaran, orang gila ini kok tahu namanya….
Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya.
Wali paidi berjalan perlahan mendekati orang gila tsb, dan kira-kira setelah jarak wali paidi dan orang gila itu berjarak 10 meteran orang gila tsb berkata dg masih makan dan minum
“ gak usah heran di, orang yg dekat dg tuhannya, apa yg tidak diketahui di muka bumi ini, yg diketahui Gusti Allah juga diketahui oleh para kekasihNya, apalagi namamu terkenal dilangit sana, namamu seringkali muncul karena seringnya kamu usul ke gusti Allah..”
Dg masih memegang minuman sprite kaleng orang gila tsb berkata lagi
“ para malaikat sering berkata, Gusti, wali paidi usul begini, Gusti, wali paidi minta begini, hampir semua malaikat mengenalmu. karena seringnya kamu minta dan usul ke gusti Allah….seharusnya kamu malu di, minta-minta terus seperti pengemis….ha ha ha.“
Wali paidi terdiam, seperti ditelanjangi, wali paidi menghampiri orang gila tersebut dan mencium tangannya.
ketika wali paidi memegang tangannya, wali paidi kaget karena tangan orang gila ini bagaikan tidak ada tulangnya. terasa halus, begitu lembut dan berbau sangat wangi, ketika wali paidi mau menanyakan namanya, orang gila ini mendahului berkata :
“ kamu gak usah tahu namaku, udah sana… kamu pergi sowan ke kyaimu sana, nanti kita bertemu disana, dan kalau kamu melihat kyaimu sedang ada tamu agung, kamu sebaiknya langsung pamit aja…”
Wali paidi cuma mengangguk terdiam.
Setelah mengucapkan salam, wali paidi pergi dari situ dan berangkat untuk sowan ke kyainya.
wali paidi melanjutkan perjalanan dg naik becak. setelah sampai, wali paidi lansung menuju ke ruang tamu, disana dia disambut salah satu santri kyai yg selalu standbay melayani tamu – tamu.
Belum lama duduk, ada dua tamu yg juga mau sowan ke kyai, mereka berdua duduk disamping wali paidi. tidak seperti biasanya kyai kali ini tidak langsung menemui mereka bertiga, wali paidi dan kedua tamu menunggu sekitar satu jam lebih baru kyai keluar.
wali paidi dan kedua tamu langsung bersalaman dg kyai, mereka bertiga mencium tangan kyai dg penuh ta’dzim, yg sangat berbeda sikap wali paidi terhadap kyai ini, wali paidi tampak sangat ta’dzim berhadapan dg kyai.
Wali paidi hanya bisa menunduk, dan tampak butiran-butiran air mata mulai membasahi pipi wali paidi. setelah kyai baru saja duduk, wali paidi maju bersalaman lagi dan mohon pamit, kyai hanya tersenyum dan merestui wali paidi:
“ iya di, salam aja ke dulur-dulur semua “ ucap kyai
“ inggih kyai…” jawab wali paidi dg masih menunduk
Kedua tamu ini heran melihat sikap wali paidi, mereka menunggu begitu lama tapi setelah kyai keluar, wali paidi kok lansung mohon pamit.
Satu diantara dua tamu ini penasaran dan menanyakan hal tersebut kepada kyai
“ kyai, mas tadi itu menunggu panjenengan dg kami begitu lama, tapi setelah kyai datang, mas tadi langsung mohon pamit ada apa gerangan kyai.” Tanya tamu
“ hmm…..gimana yah, kamu langsung aja ke orangnya dan tanyakan hal itu, dia belum pergi jauh, sekarang dia masih duduk-duduk dipagar jembatan “ jawab kyai
Setelah mohon ijin dan keluar sebentar tamu tadi mencari wali paidi, dan benar apa yg dikatakan kyai, wali paidi masih duduk di pinggir jembatan
“ assalamu’alaikum…” ucap tamu ini kepada wali paidi
“ wa alaikum salam…” jawab wali paidi
“ maaf mas, saya penasaran dg sikap sampeyan tadi, kok langsung mohon pamit ketika baru ketemu kyai…” Tanya tamu dg penasaran
“ hmm, gimana tidak lansung mohon pamit kang, wong di samping kanan kyai ada baginda rosul dan disamping kiri kyai ada nabiyullah Khidir, apa yg mau saya omongkan kalau beliau berdua hadir di samping kanan dan kiri kyai…..” jawab wali paidi dg mata yg berkaca – kaca
“oh……..” ganti si tamu jadi heran dan melongo….
Bersambung…
sumber : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769778073240607:0
Tahun Baru Masehi adalah milik Islam
Muslimedianews ~ Banyak orang menganggap tahun Masehi itu tahun Kristen. Padahal kita menyebutkannya tahun SYAMSIYAH. Ajaibnya perhitungan tahun matahari tidak ada dituliskan di kitab INJIL. Tapi justru ada di Al Quran. Lihat surat Al Isra’ ayat 12:(وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا)”Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas”. (Quran Surat Al-Isra: 12)Dan tiang Agama kita SHOLAT justru diperhitungkan pakai waktu MATAHARI. Sungguh sebuah kesalahan pandang akibat pemikiran yang CETEK dan fanatik BUTA. Rugi besar umat Islam jika menyerahkan tahun Masehi alias Syamsiyah pada Kristen (Nasrani).Musibah musibah…..Tahun baru Masehi disebut tahun baru Syamsiyah ada ditulis Allah di Al Quran ayat 12. Kita sholat pakai waktu matahari. Alangkah ruginya kita jika kita serahkan tahun baru Masehi ke Kristen. Padahal di Injil tidak ada dituliskan tahun itu.Maka mengisi ibadah di tahun awal tahun Syamsiah diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menyaingi majelis-majelis lalai di pergantian tahun.
Oleh: K.H. DR. Tengku Zulkarnainsumber : http://www.muslimedianews.com/2015/12/kh-tengku-zulkarnain-tertulis-di-al.html?m=1
ziarah
Untuk dapat melakukan ziarah dengan baik, perlu diperhatikan adab yang benar,agar tercapai tujuan yang semestinya, dan tidak meleset arahnya. Pastikan bahwa kita benar-benar sedang mengarah hanya pada apa-apa yang disukai dan di ridhoi Allah SWT, jangan pada arah yang tidak jelas.
Bahwa berziarah kepada para Awlia ataupun kekasih Allah SWT apalagi yang merupakan sahabat Nabi SAW ataupun umumnya para wali, merupakan perkara yang sangat dianjurkan, dan seyogyanya begitu rupa kita pentingkan. Rasulullah SAW sendiri nyata-nyata mengunjungi makam sahabat-sahabat beliau, yang merupakan awlia itu, di Baqi’ al-Gharqad, mendoakan ampunan Allah SWT bagi sahabat –sahabat beliau. Demikian juga beliau berziarah ke Uhud. Bahkan suatu ketika Rasulullah SAW juga menyapa suatu makam orang kafir…
Betul nggak janji-janji Allah SWT yang aku di suruh menyampaikannya kepadamu? Ancaman-ancamannya sudah kamu jumpai sekarang kan?”
Para sahabat lalu bertanya,”Apakah mereka dapat mendengar sapaanmu itu yaa Rasulullah SAW? Rasulullah SAW menjawab ”Mereka mendengar,namun (karena kafirnya di dunia dahulu,kini mereka sibuk dengan penderitaan yang sedang melilit dirinya di dalam kubur) tak mampu lagi menjawab sebagaimana mestinya.”
Nah, kalau orang kafir saja mendengar,walaupun tak berdaya menjawab, bagaimana halnya dengan orang mukmin? Bagaimana dengan orang saleh? Bagimana dengan dengan Awlia? Bagaimana dengan para Syuhada? Bagaimana dengan Anbiya? Bagaimana dengan sahabat-sahabat nabi yang mereka merupakan suluh bagi kita untuk dapat meraih petunjuk Allah SWT yang kita cari, dan yang sangat kita perlukan? Yang demikian ini sudah jelas terungkap dalam riwayat dan hadits yang shahih.
Hal-hal yang sepatutnya menjadi tujuan ziarah ke makam para wali ataupun orang-orang alim adalah agar kita menjadi semakin dekat (qarib/taqarrub) kepada Allah SWT itu sendiri. Kedua adalah agar kita berdo’a dengan tulus, dan bersungguh-sungguh untuk beliau, karena sesungguhnya Allah SWT telah menganugerahi suatu bentuk barakah yang berlimpah kepada beliau dan karena lubernya barakah itu, semoga terlimpah kembali kepada para peziarah dan keluarganya yaitu dalam bentuk dan takaran rahmat yang semakin melimpah ruah.
Yang sepatutnya dilakukan oleh para peziarah adalah mengambil posisi berhadapan muka dengan yang diziarahi. Dalam jarak yang cukup dekat namun penuh hormat. Menyampaikan salam dengan sikap yang sopan,khusyuk, merunduk, memandang ke bumi dengan teduh, serta menghormati pribadi yang diziarahi, seraya menanggalkan aneka macam kesadaran diri yang ada. Imajinasikan seolah-olah kita sedang menatap muka beliau, dan sorot mata beliau pun seolah-olah menatap kita. Hati meliput cakrawala keluhuran martabat maupun asrar (rahasia rohaniah) yang dilimpahkan Allah SWT pada beliau, pada keluhuran kewalian beliau pada aspek kedekatan beliau dengan Allah SWT dan lantaran ketaatan beliau kepada-Nya yang telah mendatangkan limpahan wacana Rabbaniyah pada diri beliau itu. Lakukan hal ini dengan khidmat. Kalbu ataupun bashirah (mata batin) peziarah seharusnya terus menerus dan semakin cermat menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa betapa dangkal dan tumupulnya upaya diri kita untuk meraih taraf ”kasih” Allah SWT seperti yang telah beliau peroleh itu. Maka tumbuhkanlah sendiri suatu nuansa kesadaran diri untuk memulai semakin bersungguh-sungguh untuk taat kepada Allah SWT dengan meniru beliau yang sedang diziarahi itu, dan agar memperoleh pencerahan dari beliau.
Inilah nikmatnya berziarah yang dapat di tempuh untuk dapat lebih bergegas-gegas lagi menuju Allah SWT, bangunkan sendiri garis lurus dalam alam sadar (conscious) kita suatu energi ghaib (di dalam qalbu) seraya mengelakkan diri dari pesona (magnitude) maupun tarikan kuat ”selera duniawi”.
Ketahuilah, sesungguhnya getaran selera dangkal, atau duniawi itulah yang membutakan ”bashirah” dan menghalangi suatu kedekatan antara kita dengan Allah SWT atau pun dengan citra diri yang baik dan itu jugalah yang tak henti-hentinya membuat kita berputar-putar secara tak berkeputusan.
Hendaknya peziarah memandang diri sendiri dengan mata hatinya, betapa sesungguhnya dengan ziarah itu berarti Allah SWT, sedang bermurah hati menjadikan diri peziarah itu semakin mendekati seorang wali tertentu, dan bahwa dirinya mulai bersedia menyandang perilaku (akhlak) para kekasih Allah SWT itu, bahwa ia semakin mantap dalam berpegangan kepada model panutan, serta jalan hidup yang benar, dan penuh kesungguhan menuju Allah SWT seperti dilakukan beliau-beliau para Awlia itu. Dan agar dapat mencapai martabat kehambaan yang hakiki di sisi Allah SWT seperti yang saat ini menjadi reputasi beliau-beliau para wali itu.
Namun betapa kenyataan sehari-hari yang di jalani para peziarah justru mendepak kembali peluang, dan kondisi yang dihadapkan oleh Allah SWT itu menjadi hanya selintas maya. Jika memang demikian, seharusnya peziarah mulai membayangkan seolah-olah dirinya sedang hadir di hari kiamat, ataupun di hari kebangkitan. Saat itu para awlia yang bangkit dari makamnya itu pun dalam tampilan ataupun citra yang cerah dan penuh keriangan karena menyandang ridha Allah SWT dari sebab perilaku yang beliau-beliau lakukan di dunia dahulu dengan penuh ketaatan – disamping keterkaitan nya yang intens bersama Rasulullah SAW. Beliau-beliau mengendarai kereta cahaya yang menggambarkan karamah beliau, seraya dipayungi oleh para malaikat dengan payung gemerlap, yang berawal dari amalan-amalan salehnya. Di atas kepala beliau-beliau bertemaram cahaya tiara, sedemikian teduh, dan dapat kita jadikan tambatan yang dapat menyaput derita para pendosa ataupun orang-orang yang berbekal ketaatan, namun lantaran pengejarannya di dunia ini atas syahwat yg tak berkeputusan, dapat menjungkalkan yang bersangkutan ke derita kubur. Orang-orang seperti itu kini sedang melolong dalam tujuannya dan kebingungannya. Penuh ketakutan dan bersimbah peluh yang telah menenggelamkan dirinya dalam nestapa, seraya makin tak tahu apa yang bisa di perbuatnya.
Yakinlah dirimu wahai peziarah, jangan sampai kelak akan mengalami yang demikian itu. Maka bangkitkan rohanimu jangan lagi berlalai-lalai, berdukalah sekarang, menangislah saat ini, jangan nanti. Dan mulailah berdoa untuk kedua perspektifmu di dunia ini, terutama di akhirat nanti. Mohonlah agar Allah SWT yang Rahim membenahi dirimu dengan mengkaruniakan taufik kepadamu seperti halnya menjadi karunia Allah SWT bagi orang-orang saleh. Bacalah ayat-ayat Al Quran, perbanyak doa, istighfar, penyadaran diri kepada Allah SWT yang semakin bersunggu-sungguh dan penuh harap. Tentramkan dirimu bersama Awlia, anbiya, atau sahabat, dan merasakan cukup bersamanya sajalah, jika demikian ini dapat kita persembahkan kepada Allah SWT. Niscaya Dia makin melimpahkan rahmat, dan semakin berkenan mengjibahkan doamu.
Ketahuilah hanya dengan bersungguh-sungguh, orang akan mendapatkannya dan yang beruntung meraih pintu Sang Pemurah, pasti tak akan kandas dari segala apa yang menjadi maksud dan tujuannya. Oleh karena itu hindarilah kecondongan hati yang tak bersungguh-sungguh melalui ziarahmu kepada orang saleh.
Berziarahlah dalam kekhusyukan dalam taqarrub kepada Allah SWT. Janganlah karena pertimbangan membutuhkan pengakuan orang, dan jangan pula supaya terkesan sebagai orang saleh, malah nanti akan menjadi tambahan puing petaka rohanimu saja.
Hindarilah dari bercakap yang tidak baik, ataupun tak senonoh, ataupun yang tak jelas perlu dan manfaatnya, di haribaan makam orang saleh. Sebab hal itu dapat menimbulkan murka Allah SWT dapat menimbulkan ”gelo” (kekecawaan – Jawa) ataupun kedukaan orang saleh itu sendiri, dan sekiranya malah akan menghampirkan dirimu sendiri kepada kehancuran secara tidak kita sendiri. Sekali lagi elakkan yang demikian ini.
Poin utama dalam ziarah adalah menggerakkan dzikir, shalawat, baca ayat Al-Quran, sepenuh jiwa dan raga.
Hanya Allah SWT saja yang dapat menunjukkan kita ke jalan yang benar dan membahagiakan. Maka kita bersandar, bertumpu, dan berserah diri ke jalan-Nya. Shalawat dan salam semoga makin terlimpah kepada Rasulullah SAW, pegangan kita hingga hari pembalasan kelak. La hawla wala quwwata illa billahil ’aliyyil ’adhiim.
Wa min Allah at Tawfiq
Bersumber dari Syaikh Mustafa Haqqani
Tuesday, 01 March 2005
http://condrobawono.blogspot.co.id/2008/11/merokok-memutuskan-dari-segala-kebaikan.html
WALI PAIDI bag 5
meneruskan copas cerita fiksi ilmiah seorang wali bernama paidi yang sarat pembelajaran sisi lain dari ilmiah ….
WALI PAIDI bag 5
#untuk edisi ini, tlng jangan salah faham, anggap saja cerita yg terjadi di negri antah berantah, bukan di Indonesia, dengan kata lain ada di Negri dongeng #
__________________
Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yg juga mondok disitu dg berkata :
“ kang..sampeyan udah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok…”
“ lho..yai sudah menunggu tho…” jawab simurid
“ iya kang…tadi kira-kira 1/5 jam yg lalu aku disuruh mas yai membuat dua kopi dan beliau berpesan, setelah membuat kopi tolong taruh di depan mushollah dan cepat2 kamu kepintu gerbang karena dulurmu akan datang…” terang kawan si murid
Mereka berdua memasuki pintu gerbang pondok yg begitu kecil, pintu gerbang pondok disini memang beda dg pintu gerbang pondok2 lainnya. pintu gerbang disini Cuma satu daun pintunya dg ukuran 1 meter x 2 meter terbuat dari kayu yg dilapisi seng. kalau ada orang yg tidak pernah kepondok ini pasti tidak tahu pintu gerbangnya…
Pernah dulu abahnya mas yai ini mau merenovasi pintu gerbang ini dg membuatnya agak lebar dan diperbagus, tapi malamnya abahnya mas yai ini mimpi bertemu mbah yai yg mengatakan:
“ nak…jangan dipugar pintu gerbang itu, biarlah seperti itu saja, biarlah orang mengira kalau disini tidak ada pondok..”
Setelah mimpi tersebut abah yai urung merenovasi pintu gerbang pondok.
Setelah melewati pintu gerbang pondok si murid dan kawannya ini melihat mas yai sudah duduk sambil merokok di depan mushollah pondok dan didepannya ada dua cangkir kopi….
Si murid mengucapkan salam kpd mas yai :
“assalamu ‘alaikum..”
“wa alaikum salam” jawab mas yai.
Setelah mencium tangan gurunya si murid ini duduk didepan mas yai, sedang kawannya pergi tidak ikut duduk dengannya karena yg di panggil mas yai bukan dia…( inilah adab seorang murid).
Setelah menceritakan pengalamannya, si murid ini bertanya kepada guru mursyidnya:
“yai..ketika sholat dulu,saya mendengar bacaan wali paidi itu tidak sempurna tapi lama kelamaan suara wali paidi ini berubah menjadi sempurna dan sangat merdu…apa maksud semua itu…?”
Setelah menghisap rokoknya dalam2 mas yai ini berkata :
“ kamu kan jelas pernah mendengar, kata Kanjeng Nabi : bau mulut orang yg berpuasa itu wangi bagaikan minyak kesturi dihadapan Allah…., ketika kamu mendengar suara kang paidi itu menjadi merdu, sesungguhnya kuping yg kamu pakai untuk mendengar itu kupingnya gusti Allah…,kalau kupingmu sendiri yg kamu pakai maka terdengar seperti itu jadi terdengar tidak sempurna menurutmu, tapi dihadapan Allah bacaan kang paidi ini begitu merdu…, begitu juga dg bau mulut orang yg berpuasa, akan tercium sangat busuk kalau mencimnya itu dg hidung kita sendiri…”
Simurid ini bertanya lagi :
“apakah kang paidi ini juga orang thoriqoh…?”
“iya..dia murid abahku , kang paidi ini sebelum masuk thoriqoh perilakunya sudah sangat ber thoriqoh…kalau kamu melihat tingkah polahnya yg auwr2an itu hanya untuk menutupi ke_sejati_an dirinya….setahu saya kang paidi ini orang yg tidak punya su’udzon kepada orang lain, kepada siapapun orangnya, baik anak kecil maupun maling , kang paidi ini tetap husnudzon, inilah salah satu kelebihan kang paidi..” jawab mas yai.
“ tapi..mengapa bukan yai sendiri yg mengatakan kepada saya kalau selama ini tempat yg saya kira makkah itu sebenarnya tempat pembuangan sampah..?” tanya si murid lagi.
“ hahahaha….itu memang tugasnya kang paidi…dan lagi, tempat pembuangan sampah itu kan dekat dg mushollah kang paidi, kalau aku yg menunjukkan, kamu akan bingung berada dimana, sedangkan TPA itu jauh dari sini….
****
……Di tempat lain, wali paidi sedang kedatangan seorang tamu yg pingin sekali bisa berangkat haji.
“ kang ..saya ingin sekali bisa berangkat haji..tolong saya dikasih amalan yg bisa membuat saya bisa berangkat haji…” pinta orang tersebut.
“ saya tidak bisa…coba sampeyan minta kepada yai yg lebih mengerti soal itu..saya ini orang bodoh..” jawab wali paidi.
“ tidak kang ..saya tidak keliru krn saya bermimpi kalau sampeyanlah yg bisa menunjukkan jalan tersebut…” bantah orang tersebut
“ baiklah..kalau sampeyan memaksa….sehabis sholat shubuh sampeyan baca surat yasin sebanyak 7 X…kalau ada apa2 sampeyan kesini lagi..” jawab wali paidi
Setelah orang tersebut membacanya selama 1 bulan tapi tidak terjadi apa2 , orang ini kembali kepada wali paidi
“ tidak ada apa-apa kang….” kata orang yg kepingin haji ini
“ kalau gitu bacaan surat yasinnya ditambah surat waqiah sebanyak 7 x…nanti kalau ada apa-apa sampeyan kesini lagi…” kata wali paidi.
Setelah dibaca selama 1 bulan surat yasin dan surat waqiah ini tetap tidak mengeluarkan tanda apa-apa, akhirnya orang ini kembali lagi ke wali paidi.
“ masih belum ada tanda apa-apa kang….” kata orang yg kepingin haji.
Wali paidi terdiam dan memejamkan matanya sebentar selanjutnya dg mantab dia berkata kepada orang tersebut :
“ kalau begitu…tambah lagi dg SURAT TANAH…pasti sebentar lagi sampeyan akan berangkat haji….”
“ ha..ha..ha…” orang yg kepingin haji ini tertawa terbahak bahak mendengar jawaban wali paidi….
“ anu kang…katanya para kiai, haji itu tidak hanya ibadah ruhani saja tapi juga ibadah jasadi terutama ibadah dengan bondo atau duit….” jawab wali paidi dg mimik serius tapi terlihat lucu.
***
Wali paidi berpenampilan lain dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl347, celana jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection. walaupun semua pakaiannya ini pemberian dari adik mas kiai mursyid yg kebetulan buka toko pakaian Distro Kang Santri.
Dan dengan memakai kaca mata BL hitam invictus , wali paidi berangkat untuk memenuhi undangan mas kiai mursyid dalam rangka tasyakuran dan pembukaan toko onderdil barunya yang mana semua barangnya lansung didatangkan dari luar negeri. mas kiai mursyid ini kalau bisnis memang tidak mau setengah2, sekali terjun beliau langsung menyelam sekalian.
Sekitar jam 09:00 pagi wali paidi sudah sampai ditoko mas kiai mursyid. tampak terop yg mewah yg tidak begitu besar berada di depan toko, dibawah terop sudah berjajar rapi kursi yg terbungkus kain putih yg sebagian besar sudah terisi, di depan terop ada geladak kecil yg juga tertutup kain putih yg diatasnya ada karpet merah yg disebelah kirinya ada piano semacam elektone. music barat slowrock berkumandang mulai awal acara.
Yang unik, ada sebagian tamu yg datang memakai kopyah dan sarung dengan merk mencolok “NU”, sedang tamu lainnya berpaikan ala executive muda.
memang mas kiai mursyid ini mengundang seluruh pelaku bisnis didalam kota dan sebagian dari luar daerah. mas kiai mursyid ini menyeting acara pada pembukaan tokonya ini dg model seperti acara pembukaan toko onderdil pada umumnya, tidak seperti acara yg biasa dilakukan seorang kiai dikalangan pesantren, apalagi mas kiai ini adalah seorang mursyid.
Wali paidi tidak lansung duduk ditempat acara, tapi lansung menuju dapur umum mecari kopi. setelah dapat kopi wali paidi duduk di podjok toko, mengeluarkan sebatang rokoknya. sambil menunggu kedatangan mas kiai mursyid, sambil menyedot rokok mastna wastulasa warruba’a, wali paidi mengawasi semua temu yg datang. wali paidi tersenyum kecil ketika melihat ke kikuk an para tamu yg memakai kopyah dan sarung NU itu, mereka tampak rikuh duduk dikelilingi para tamu yg berpenampilan beda dari mereka dan di tempat yg acaranya tidak di duga oleh mereka sebelumnya. dari arah belakang datanglah seorang pemuda yg penampilannya seperti wali paidi ini, mengahampiri dan duduk disamping wali paidi, pemuda ini adalah adik mas kiai mursyid.
‘’ udah lama kang..’’tanya pemuda ini setelah mrk bersalaman.
‘’ gak, barusan aja datang…” jawab wali paidi.
Sebelum wali paidi bertanya soal tamu yg berkopyan dan sarungan itu, adik mas kiai mursyid ini sudah menjelaskan kpd wali paidi tetang mereka,
‘’ anu kang..,sebenarnya mas kiai mursyid meminta bantuan kepada kiai akhmad untuk mendatangkan santri – santrinya untuk datang kesini guna membantu bagian akomodasi (bagian angkat2 meja) tapi terjadi salah paham, ternyata yg dikirim kiai ahmad kesini adalah para ustadz dan penggede2 thoriqoh, dikiranya mas kiai mursyid mengadakan acara kumpulan thoriqoh, jadinya ya seperti ini hehehe…” adik mas kia mursyid menjelaskan kpd wali paidi
“ oh..begitu tho ceritanya…” jawab wali paidi
Tidak lama kemudian datanglah mas kiai mursyid dg bercelana jeans di iringi cewek2 cantik yg berpakaian minim, tampak seksi2 dan mulus2…..,mereka ini para sales promotion girl yg didatangkan mas kia mursyid untuk mengisi diacara pembukaan tokonya ini.
Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatangan mas kiai mursyid ini, kecuali para tamu yg berkopyan dan sarungan. mereka hanya melongo dan terheran-heran melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid ini, memakai jeans dan dikelilingi cewek2 cantik….!!
Di hati sebagian para penggede2 thoriqoh ini, mulai timbul keraguan atas kemursyidan mas kiai ini, dan memang para penggede2 thoriqoh ini sebagian besar dulunya adalah murid abahnya.
Setelah acara ceremonial dimulai dan peresmian atas dibukanya toko onderdil ini sudah dilakukan tibalah waktu hiburan.
Music mulai mengalun, lagi dan yg lebih menggeparkan, mas kiai mursyid ini tampil di panggung mini berjoget ria bersama para sales promotion girl yg berjumlah 15 orang ini…!!!
Para penggede2 thoriqoh semakin melongo melihat mursyid mereka berjoget dan bersenda gurau dg para sales promotion girl yg rata – rata cantik dan seksi ini, wali paidi hanya tersenyum melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid. wali paidi melihat diantara sales promotion girl ini ada satu yg wajahnya sangat mirip dg mulan jameela…wali paidi hanya membathin:
“ ada – ada aja mas kiai mursyid ini..”
Tiba –tiba mas kiai mursyid ini turun dr panggung mini dan menghampiri wali paidi, selanjutnya menggandeng tangan wali paidi, ditarik ikut dan di ajak joget diatas panggung mini dan mas kiai mursyid ini menggandengkan wali paidi dg cewek yg wajahnya mirip dg mulan jameela itu.
Ketika wali paidi memegang tangan cewek yg sangat mirip mulan jameela ini detak dzikir jantung wali paidi semakin kencang, dari tangan cewek ini terdengar kalimat:
“ ya..latief…ya latief…ya..latief…”
Dan dari paha dan pantat sicewek keluar kalimat:
“ ya…jamal…ya..jamal…” dari seluruh anggota badan si cewek ini mengeluarkan kalimat2 asmaul husna…
Wali paidi seakan berjoget ditaman surga, music dan suasana berubah seperti di surga, bunga – bunga yg indah bermunculan disekitar taman harum semerbak mewangi…
Wali paidi berjoget berputar putar mengikuti alunan music yg begitu indah….
Wali paidi baru tersadar ketika mendengar suara mas kiai mursyid:
“ wes kang…ayo balik ke dunia lagi, jangan disurga terus…ini acara jualan onderdil belum selesei…hehehe…..”
Sehabis dari acara peresmian toko mas kiai mursyid, wali paidi pamit pulang.
Sebenarnya uang wali paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu mas kiai mursyid yg bersarug dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yg begitu menghebohkan.
mas kiai mursyid yg tahu kalau wali paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika wali wali paidi pamit padanya:
“ kang..duwit sampeyan kan masih banyak, jadi aku wes gak usah nyangoni, ini garam aja sampeyan bawa…” ucap mas yai musyid “
“hehehe…iya mas yai terimakasih…”ucap wali paidi.
Memang mulai mbah yai, abah yai sampai mas yai mursyid ini garam adalah cenderamata pondok beliau-beliau ini, garam “suwuk” ini bisa digunakan untuk apa saja, mengobati penyakit dhohir maupun bathin, dan masih banyak kegunaan lainnya tinggal niatnya apa bagi yg menggunakannya…
Adik mas kiai mursyid menawarkan untuk mengantar wali paidi ke terminal tapi wali tidak mau:
“ saya jalan kaki saja sambil jalan-jalan menikmati pemandangan..” ucap wali paidi kepada adik mas kiai mursyid.
Setelah bersalam salaman wali paidi pamit dan meneruskan berjalan ke arah terminal, dzikir selalu menyertai setiap langkah wali paidi ini.
ketika wali paidi melintasi jalan di pinggir alun-alun ada segerombolan pemuda yg mengawasi wali paidi, dg tersenyum wali paidi meneruskan langkahnya, wali paidi sebenarnya sudah tahu kalau sebentar lagi dia akan dicegat dan di palak dimintai duwit oleh mereka. ini yg jadi ganjalan hati wali paidi, karena dia sudah gak punya uang sama sekali, dia akan malu sekali karena tidak bisa memberi kpd orang yg meminta.
“kasihan mereka kalau sampai tidak mendapatkan uang dariku” bathin wali paidi.
Wali paidi berusaha menghidar karena malu, dia menyebrang jalan berusaha menghindari mereka tapi gerombolan pemuda ini mengikutinya dan satu orang maju kedepan mencegat wali paidi:
“ duwit..serahkan duwitmu..ayo cepat…” ucap pemuda itu yg rupanya pimpinan gerombolan ini.
Wali paidi dengan tersenyum membuka kaca mata hitamnya dan melihat satu persatu para pemuda gerombolan ini, dikaos pimpinan gerombolan ini ada symbol hati yg bersinar yg bertuliskan “SH”.
mereka yg melihat wali paidi yg begitu tenang jadi keder, dan mereka heran melihat ketenangan dan tampak tidak ada ketakutan sama sekali diwajah wali paidi.
“ mohon maaf yg sebesar-besarnya aku tidak punya uang sama sekali, maaf aku membuat kalian kecewa, uangku sudah habis kukasihkan kepada orang lain “ ucap wali paidi kepada ketua gerombolan ini.
Ketua gerombolan ini hatinya jadi bergetar ketika melihat tatapan mata wali paidi yg begitu teduh, hati pemuda ini jadi damai, dan tanpa disadari mata pemuda ini mulai berkaca-kaca, pemuda ini mulai teringat dg dosa-dosanya selama ini, pemuda ini juga tidak tahu mengapa hatinya begitu trenyuh dan teringat dg masa lalunya teringat dengan pesan-pesan gurunya dahulu.
Kawanan gerombolan ini juga ikut terdiam melihat pimpinan mereka diam tak bergerak sama sekali, mereka jadi heran, biasanya mas gohell (yg nama aslinya sholeh, asal Tegal ) ini kalau ada orang dimintai duwit tapi tidak memberi langsung dipukulinya sampai kelenger, tapi sekarang tidak bergerak menghadapi pemuda ini.
“ saya tidak bisa memberi apa-apa, ini ada garam kalau sampeyan mau, katanya ibu sampeyan sekarang sakit…” ucap wali paidi kepada pimpinan gerombolan ini yg ternyata bernama gohell.
Pemuda yg bernama gohell ini jadi heran setengah mati, pemuda distro ini (wali paidi) kok bisa tahu kalau sekarang ibunya lagi sakit dan sudah berhari – hari ini. hatinya galau memikirkan penyakit ibunya yg gak sembuh-sembuh, hatinya begitu trenyuh dg perhatian wali paidi terhadap ibunya, karena selama ini semua orang dikampungnya tidak ada yg perduli dg keluarganya mereka hanya mencibir tidak pernah memperhatikan keluarganya
Tanpa bisa ditahan pemuda ini terduduk dihadapan wali paidi dan menangis tersedu-sedu…….
Bersambung……
sumber ; https://www.facebook.com/santrionlinenet/photos/a.1725550704330011.1073741828.1722700387948376/1769700343248380/?type=3
Selamat Datang Bulan Kelahiran Nabi saw
Sungguh beruntung orang yang di bulan Robi’ul awal, mengingat dan bergembira atas kelahiran Rosululloh saw.
dan sungguh kurang beruntung orang yang hanya teringat bid’ah di bulan mulia ini.
Mari kita ramaikan bulan ini dengan kecintaan kepada Rosululloh.
Buya Yahya : “Ada yang tertinggal bagi orang-orang yang disebut pendusta oleh Allah di saat melaksanakan Sunnah Nabi SAW. Yang mereka lakukan dari sunnah Nabi hanyalah sunnah dhohir, dan sunnah dhohir bisa dilakukan oleh orang yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang tidak tulus. Sunnah dhohir adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tanpa dibarengi ruh mengikuti Nabi Muhammad SAW. Dan ruh mengikuti itu adalah cinta. Alangkah banyaknya kelalaian kita akan ruh mengikuti ini. Mengikuti Nabi Muhammad SAW belum tentu cinta akan tetapi yang mencintai Nabi Muhammad SAW pasti akan patuh dan mengikuti Nabi Muhammad SAW.”
WALI PAIDI bag 4
meneruskan copas tentang perjalanan wali Paidi (fiktif loh-> …..)
WALI PAIDI bag 4
Sesampainya dirumah sehabis dari gunung arjuna, wali paidi menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya. Tiap pagi wali paidi pergi kepasar berjualan minyak wangi, orang2 dipasar dan dirumahnya biasa memangilnya kang paidi tukang minyak. sekitar jam 1 siang wali paidi ini menutup tokonya dan pulang, setelah sholat ashar sehabis istirahat siang wali paidi mengajari anak2 kecil dilanggarnya belajar membaca al qur’an sampai waktu magrib.
dulu dilanggar wali paidi yg sederhana ini ramai sekali dipenuhi anak2 kecil yg belajar mengaji, tapi setelah ada sistem iqro’ dan qira’ati, langgar wali paidi ini sepi, anak2 pada pindah ke TPQ2 yg memang banyak tersebar dikampungnya wali paidi ini.
wali paidi sebenarnya juga ikut pelatihan metode iqro maupun qiroati yg diwajibkan kepada seluruh guru TPQ guna mendapatkan syahadah (semacam ijazah), tapi wali paidi tidak lulus dlm pelatihan ini krn seringnya wali paidi merokok dan bawa kopi di dalam kelas.
jadinya di langgar wali paidi ini metode yg digunakan tetap memakai metode lama yaitu metode bagdadi, krn bagi guru TPQ yg tdk pny syahadah tdk boleh mengajar dg memakai metode iqro maupun qiroati dan lama kelamaan murid2 wali paidi habis tinggal 5 anak saja yg tetap mengaji di langgarnya wali paidi, orang tua dari kelima murid wali paidi ini tetap mempercayakan anaknya ke wali paidi ini di sebabkan masalah ekonomi, mereka adalah orang2 miskin yg tidak mampu membelikan seragam TPQ dan buku terhadap anak mereka. daripada tidak mengaji mereka tetap menitipkan anak2nya kpd wali paidi, krn dilanggar wali paidi ini tidak ada tarikan uang, mereka bebas dari biaya apapun, malah mereka sering dikasih uang jajan oleh wali paidi ini.
menjelang magrib datanglah seorang pemuda yg kira2 berumur 35 tahun mencari wali paidi, pemuda ini adalah seorang murid thoriqoh yg disuruh gurunya mencari wali paidi.
” nak carilah kiai didaerah ini namanya ali firdaus
tapi orang2 dikampungnya biasa memanggil dg sebutan paidi ( orang yg memberi faedah ), umurnya seumuran dg mu, dan hanya beliau satu2nya yg bernama paidi di kampung itu, kalau kamu ktm dengannya sampaikan salamku dan mintalah nasehat padanya” begitulah yg dikatakan guru pemuda ini kepadanya waktu itu.
pemuda ini disuruh mencari wali paidi karena seringnya pemuda ini mengalami hal2 aneh, seperti ketika sholat, tiba2 ia sudah berada di makkah dan sholat dihadapan ka’bah, dan banyak orang yg melihatnya sholat di atas daun padahal dia ada dirumah, pemuda ini akhirnya sowan kepada gurunya dan melaporkan semua kejadian yg dialaminya, dan disuruh mencari kiai ali atau kiai paidi.
sesampai dikampung yg dimaksud, pemuda ini bertanya2 kpd orang2 dimanakah rumah kiai paidi.
” disini tidak ada yg namanya kiai paidi, yg ada kang paidi seorang penjual minyak wangi..” begitu jawab orang kampung ketika ditanya pemuda ini.
” baiklah, dimana rumah kang paidi penjual minyak wangi itu ” tanya pemuda ini, pemuda ini yakin bahwa kang paidi itulah kiai paidi yg dicarinya krn gurunya jg bilang bahwa nama paidi hanya satu orang dikampung ini.
Pas waktu magrib pemuda ini sampai dirumah wali paidi, pemuda ini bertanya kepada seorang wanita yg berada didepan rumah wali paidi
” apakah benar ini rumah kang paidi penjualminyak wangi ”
” benar nak, dia ada dilanggar itu, sedang ngimami sholat magrib ” jawab wanita itu sambil menunjukkan langgar yg berada disebelah rumah wali paidi
” terima kasih bu..” jawab pemuda ini sambil menuju ke langgar guna sholat magrib dan sekalian sowan kpd kiai paidi.
Sehabis wudlu pemuda ini masuk kelanggar sholat berjamaah bersama yg lain, dilihatnya yg sholat dilanggar ini cuma 3 orang, di berdiri disamping mereka, ketika pemuda ini mendengar surat alfatihah yg dibaca wali paidi, hati pemuda ini menjadi galau krn wali paidi ini ketika membaca huruf “ain” menjadi “ngg” , robbil ‘alamin menjadi robbil ngalamin…..
” gimana mau khusu’ dan diterima sholatnya wong bacanya aja udah keliru, apakah tidak salah gurunya menyuruhnya sowan kepadanya ” gumam pemuda ini dlm hati..
Setelah salam dan melakukan wirid seperti biasa pada umumnya wali paidi ini melanjutkan dg sholat sunnah dan sehabis sholat sunnah wali paidi ini keluar dari langgar dan duduk2 diteras sambil merokok…
pemuda ini menghadap kepada wali paidi
” assalamu’aaikum…” salam pemuda ini.
” wa ngalaikum salam…” jawab wali paidi sambil tersenyum.
Setelah menyampaikan salam gurunya kepada kiai paidi, pemuda ini menceritakan maksud kedatangannya dan menceritakan hal2 aneh yg dialaminya kpd wali paidi.
” hmm…saya jg heran, kok km sampai bisa seperti itu yah…mengalami hal2 yg menakjubkan padahal sholat kamu tadi aja masih sibuk ngurusi tajwid daripada ingat kepada Allah…” kata wali paidi kepada pemuda ini.
Seketika pucatlah wajah pemuda ini, dan dalam hati pemuda ini berkata :
” masya Allah…ternyata gurunya tidak salah mengenai kiai muda ini”
pemuda ini semakin menundukkan kepalanya dihadapan wali paidi ini…
Pemuda santri thoriqot ini hanya diam , tidak berani berkata banyak didepan wali paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara wali paidi yg menghisap rokoknya,
“monggo kopine kang, dan ini rokoknya “wali paidi menawarkan kopi dan rokok dji sam soenya
“iya terimakasih…” setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya.
“gimana khabarnya mas kiai mursyid “ tanya wali paidi
“alhamdulillah baik-baik saja “jawab pemuda ini.
“nanti sehabis sholat isya’ kamu dzikir aja di musholla sini, kalau nanti kamu tiba2 berada di tempat yg asing , kamu baca la haula wala quwwata illa billah 3x “pesan wali paidi.
“iya , mas paidi “jawab pemuda ini
Tidak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang, menunjukkan kalau waktu sholat isya’ telah tiba, tampak 3 orang yg tadi sholat magrib telah datang, setelah berwudlu mereka bertiga masuk ke musholla menunggu wali paidi.
Wali paidi berdiri masuk ke dalam musholla dan mempersilahkan pemuda thoriqot ini untuk ngimami sholat isya’, tapi pemuda ini tidak mau,Wali paidi akhirnya maju dan dimulailah sholat isya’ berjamaah.
Pemuda thorqot ini sholat tepat dibelakang wali paidi, jadi pemuda ini dapat mendengar dg jelas suara wali paidi, tapi pemuda ini tidak mau mengulangi kesalahnnya diwaktu sholat magrib tadi, sambil membaca fatihah pemuda ini mulai mengajak hatinya berdzikir Allah…Allah…Allah…
Pemuda ini mulai merasakan ketenangan dalam sholatnya, suara hiruk pikuk disekitar musholla mulai hilang, suasana menjadi hening yg terdengar hanya suara wali paidi dan suara hatinya yg berdzikir, lama kelamaan suara wali paidi yg tadinya cemplang dan terdengar tidak bertajwid , berubah menjadi sangat merdu dan sangat fasih, suara dan bacaan wali paidi bagaikan suara dan bacaan imam masjidil haram.
Setelah mendengar salam barulah pemuda ini seakan tersadar kembali lagi kedunia.
Setelah membaca wirid seperti pada umumnya wali paidi mundur, melaksanakan sholat sunnah dua rokaat, setelah sholat wali paidi mendekati pemuda thoriqot ini
“sampeyan disini aja , dan mulailah berdzikir seperti yg sampeyan lakukan “kata wali paidi
“iya mas paidi “jawab pemuda ini singkat
“ingat pesan saya tadi “kata wali paidi lagi
Pemuda ini menggangguk, setelah ke tiga orang yg ikut jamaah tadi keluar, wali paidi berdiri mematikan lampu musholla dan ikut keluar.
Tinggallah pemuda ini sendirian didalam musholla.
Pemuda thoriqot ini lalu duduk bersila, dan memulai membaca fatihah, tawasul kepada kanjeng nabi muhammad dan diteruskan tawasul kepada guru2nya, setelahnya barulah pemuda ini mulai membaca wirid yg selama ini selalu istiqomah ia baca, lama kelamaan suasana mulai berubah, angin yg tadinya menghembus sepoi2 berubah menjadi kencang, benda-benda yg berada didalam musholla mulai hilang satu persatu, bahkan dirinya juga terasa ikut hilang, beriringan dg hilangnya tubuh pemuda ini, tampak di pengimaman ada cahaya putih yg kecil, hanya cahaya ini yg tampak karena semuanya telah hilang dalam pandangan mata pemuda ini, dan dg sayup2 mulailah terdengar suara orang yg berlalu-lanang membaca ta’bir dan tahmid, cahaya yg tadinya kecil mulai membesar dan teranglah seluruhnya, dan tampaklah dg jelas didepan pemuda ini bangunan segi empat yg tertutup kain hitam yg disekelilingnya terlihat banyak orang yg berjalan mengitarinya. masya Allah ternyata pemuda ini telah berada di makkah , didalam masjidil haram.
Pemuda ini membathin, benarkah aku ini sekarang berada dimasijid haram, timbul keraguan didalam hati pemuda ini, dengan perlahan dia meletakkan tangannya di atas marmer masjid, ada sesuatu yg hangat yg mengalir ketangannya,
“ini marmer sungguhan “bathin pemuda ini lagi.
Lalu pemuda ini berdiri melihat lalu lalang orang2 yg sedang berthowaf, ratusan ribu orang berjubel jadi satu dg pakaian putih saling bersahutan memuji Allah, pemuda ini lalu teringat dg pesan wali paidi, kemudian duduklah pemuda ini dan mulai membaca
“la haula wala quwwata illa billah”
ketika bacaannya sampai ke bacaan yg ke tiga, datanglah angin yg sangat kencang, bumi makkah serasa bergoncang, seakan kena gempa, dan tampa bisa dicegah tubuh pemuda thoriqot ini terguling guling, suasana menjadi gelap, tubuhnya baru terhenti ketika menabrak sesuatu.
Berangsur angsur suasana menjadi tenang kembali, pemuda ini mulai membuka matanya. betapa kaget dirinya, ternyata dia sekarang berada diatas tumpukkan sampah, tempat yg tadinya dikira masjidil haram ternyata Tempat Pembuangan Sampah…..
Bersambung…..
sumber copas : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769666483251766:0
Hakekat Menjalankan Sunnah Nabi saw
Seringkali kita mendengar kalimat sunnah Nabi Muhammad SAW diucapkan di lidah akan tetapi bagaimana yang sesungguhnya menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Ada orang-orang yang hidup bersama Nabi Muhammad akan tetapi tidak ada Nilainya dihadapan Allah dan Rasulullah SAW, mereka adalah orang-orang munafiq. Bahkan banyak cerita yang dihadirkan oleh Rasulullah tentang sekelompok orang yang menjalankan sunnah Nabi, dia ahli alquran, gemar berinfaq akan tetapi di sebut oleh Allah sebagai “pendusta”. Bagaimana orang yang menjalankan Sunnah Nabi disebut sebagai pendusta? Bukankah mempelajari alquran adalah perintah Rasulullah SAW? Bukankah berinfaq adalah ajaran Rasulullah SAW.
Ada yang tertinggal bagi orang-orang yang disebut pendusta oleh Allah di saat melaksanakan Sunnah Nabi SAW. Yang mereka lakukan dari sunnah Nabi hanyalah sunnah dhohir, dan sunnah dhohir bisa dilakukan oleh orang yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang tidak tulus. Sunnah dhohir adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tanpa dibarengi ruh mengikuti Nabi Muhammad SAW. Dan ruh mengikuti itu adalah cinta. Alangkah banyaknya kelalaian kita akan ruh mengikuti ini. Mengikuti Nabi Muhammad SAW belum tentu cinta akan tetapi yang mencintai Nabi Muhammad SAW pasti akan patuh dan mengikuti Nabi Muhammad SAW.
Dan kitapun harus sesering mungkin mencermati hati kita disaat jasad kita meniru Nabi Muhammad SAW, agar ada makna sunnah Nabi dalam gerak dan langkah kita dalam mengikuti Nabi Muhammad SAW. Jangan-jangan kita adalah orang yang disaat mengikuti Nabi Muhammad SAW akan tetapi hati kita lalai sama sekali akan kehadiran Nabi Muhammad SAW dihati kita. Barangkali kita adalah orang yang disaat menjalankan sunnah Nabi SAW yang kita ingat adalah kalimat yang terangkai di sebuah buku hadits. Mungkin kita adalah orang yang disaat jasad kita menjalankan sunnah Nabi akan tetapi yang hadir di hati kita adalah kalimat–kalimat yang kita dengar dari guru kita.
Menjalankan sunnah Nabi adalah makna yang dirasa oleh hati disaat jasad ini menjalankan sunnah Nabi. Hati yang merasakan kehadiran Nabi Muhammad SAW disaat menjalankan Sunnah Nabi adalah hatinya orang yang benar-benar menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebagai contoh marilah kita lihat diri kita sendiri, apa yang ada di hati kita disaat kita meminum air dengan tangan kanan kita. Apakah kita menyadari disaat kita mengangkat gelas dengan tangan kanan kita lalu kita hadirkan di hati kita Rasulullah SAW yang lagi meminum dengan tangan kanan beliau sebagi tanda sambung hati kita dengan hakekat Sunnah Nabi. Atau kita disaat itu sama sekali tidak merasakan kehadiran Nabi Muhammad SAW melakukan hal yang demikian itu karena memang kita adalah orang yang hanya mengerti sunnah dhohir yang belum pernah merasakan indah dan hakekat sunnah batini.
Wallahu a’lam bissawab
sumber : http://buyayahya.org/oase-iman/oase-iman-hakikat-menjalankan-sunnah-nabi-muhammad-saw.html
Wali Paidi bag 3
copas dari Group FB santrionline cerita fiktif tentang perjalanan seorang wali dari Indonesia, semoga menghibur sekaligus dapat mengambil ibarot yang bagus,
WALI PAIDI bag 3
Setelah beberapa hari di indonesia wali paidi ini berencana melakukan suluk nyepi ke gua di gunung arjuna sesuai perintah sang sulthonul aulia…
wali paidi mulai berkemas untuk berangkat ke gunung arjuna
Ber pres2 rokok sudah disiapkan mulai dji sam soe, gudang garam dan djarum sudah lengkap, tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawanya.
Setelah sampai di kaki gunung arjuna wali paidi mulai mendaki mencari gua yg di maksud oleh sang sulthonul Aulia, pada hari yg ketujuh sejak pendakian wali paidi akhirnya menemukan gua tersebut.
Gua itu mulutnya kecil tertutup ilalang tp dalamnya luas , dipojok kiri ada sumber mata air dan di pojok kanan ada batu yg menyerupai meja yg kemungkinan oleh yg punya gua ini dulu dipakai untuk sholat.
Wali paidi menaruh barang bawaannya di sebelah batu yg mirip meja tsb, dan pergi menuju ke mata air untuk mandi dan berwudlu.
ketika mandi hati wali paidi ini dg sendirinya berzikir dg cepat dan otomatis, pengetahuan ruhani wali paidi semakin bertambah, hatinya berbunga2 tanpa dpt ia cegah, nur bashirohnya semakin terang benderang. setelah berwudlu wali paidi ini melakukan sholat di atas batu yg mirip meja itu, beratus ratus rokaat tanpa terasa telah berlalu dan wali paidi baru sadar ketika terdengar ayam berkokok.
Wali paidi turun dari batu menuju tempat perbekalannya untuk membuat kopi dan duduk santai sambil merokok.
Panci sudah di keluarkan dan rokok dji sam soe reefil sudah di siapkan, tapi alangkah kagetnya wali paidi ini ketika mencari korek tidak ada, ia keluarkan semua isi tasnya tapi tetap aja korek tidak ditemukan.
” wadoh ciloko iki,” wali paidi bergumam sendiri.
Dia melihat kopi satu blek yg aromanya begitu harum dan berpre pres rokok berbagai merk tergeletak disamping kopi.
” wes..wes..muspro kabeh iki, kok bisa koreknya gak kebawa..” kata wali paidi mulai kesal.
Satu dua hari dilalui wali paidi ini tanpa kopi dan rokok dan pada hari yg ketiga wali paidi mulai tidak tahan, hatinya semeblak ketika melihat kopi dan rokok yg terkulai tak berguna..
Wali paidi mulai membaca hizb, semua hizb ia kerahkan dan setelah membaca asyfa’ 3x wali paidi ini mengusapkan telapak tangannya pada matanya dan byarr… ..!!
Seluruh alam jin dan makhlus halus lainnya tampak sangat jelas terlihat wali paidi. segerombolan jin diluar gua sebelah kiri. Kira-kira 10 meter dari mulut gua, wali paidi mendatangi bangsa jin yg terdekat dg gua tsb, gerombolan jin yg melihat wali paidi datang, tampak ketakutan.
” ada yg pny korek api?” tanya wali paidi kpd bangsa jin
”kami gak punya” jawab mereka.
Wali paidi lansung mengobrak abrik tempat para jin tsb, para jin lari tunggang langgang dan banyak sekali yg terluka.
Selanjutnya Setiap tempat yg ada jinnya didatangi oleh wali paidi ini dan kalau ditanya jawabannya gak pny korek api maka wali paidi ini lansung mengobrak abrik tempat tersebut.
Gemparlah seluruh bangsa jin digunung arjuna melihat sepak terjang wali paidi ini, seluruh desa dan kota dari kerajaan jin digunung arjuna ini telah di obrak abrik oleh wali paidi. Nama wali paidi menjadi terkenal menjadi momok yg menakutkan dikalangan bangsa jin.
Dan akhirnya tibalah wali paidi ini dipusat kerajaan bangsa jin, ketika sampai di gerbang kerajaan wali paidi disambut oleh 2 prajurit yg memang oleh raja mereka diperintahkan untuk menyambut wali paidi dan mengantarkan kepadanya.
Tampak wajah2 yg ketakutan di wajah prajurit jin ini melihat wali paidi.
Dg suara tergagap – gagap prajurit ini mempersilahkan kpd wali paidi untuk masuk istana dan menemui raja mereka.
Dalam istana raja jin yg bernama Ismoyo ini sudah menunggu kedatangan wali paidi. Setelah wali paidi masuk istana, raja ismoyo ini lansung turun dari singgasananya menyambut lansung wali paidi dan mempersilahkan wali paidi untuk duduk di sampingnya.
Dengan agak takut raja ismoyo ini bertanya:
” hamba dengar tuan wali telah membuat geger kerajaan hamba, tuan telah mengobrak abrik seluruh wilayah kerajaan tanpa ada yg sanggup melawan tuan, apakah gerangan yg tuan cari , sehingga tuan murka begini, mungkin hamba bisa membantu,”
Wali paidi menjawab :” aku mencari korek, apakah anda punya,”
Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dg erat bersiap kalau2 ada hal2 yg tdk di inginkan.
keringat yg berbau kemenyan keluar dr pori2para prajurit raja jin, yakni raja ismoyo, suasana tegang masih sngt terasa.
saking tegangnya ada perajurit yg terkencing2 di celana…hehehe
” tuan wali, buat apakah korek tsb kalau hamba boleh tahu ” tanya raja ismoyo
” buat menyalakan ini dan membuat ini ” jawab wali paidi sambil menunjukkan rokok dan kopinya.
” hanya untuk itu ..?” tanya raja ismoyo heran
” ya ..hanya untuk ini ” jawab wali paidi singkat.
raja ismoyo membathin dalam hati, wali ini aneh, masak hanya gara2 pingin ngerokok dan ngopi aja dia telah menghacurkan kerajaanku, dasar wali semprul….!
” eeitt…namaku paidi bkn semprul ” sahut wali paidi.
” ah..maaf tuan, ternyata tuan bisa membaca isi hati hamba ” raja ismoyo mulai takut dan heran.
” trus..gimana sampeyan pny korek apa tidak ” tanya wali paidi lagi.
” kalau hanya untuk menyalakan itu, pakai ini aja tuan ” jawab raja ismoyo sambil menjulurkan jari telunjuknya yg tiba2 bisa mengeluarkan api.
” masya Allah…kalian kan mmg terbuat dari api, maaf baru ingat hehehe ” jawab wali paidi sambil cengengesan.
wali paidi mendekati raja ismoyo, mengeluarkan sebatang rokok dji sam soe refillnya dan mulai menghisap rokoknya.
” hu…Allah…hu…Allah..” begitulah yg terdengar ktk wali paidi merokok.
selanjutnya raja ismoyo memanggil panglimanya dan berkata kepadanya :
” buat kan kopi buat tuan wali ini ” perintah raja ismoyo sambil mengambil kopi dari wali paidi dan menyerahkan kpd panglimanya.
“jangan manis manis..ya..” wali paidi berpesan.
kerajaan raja ismoyo ini yg terkenal angker dan ditakuti bangsa jin dan manusia sekarang berubah bagaikan warung kopi pinggir jalan gara2 wali paidi.
” sampeyan tdk merokok…” tanya wali paidi.
” tidak..” jawab sang raja
” apakah sampeyan jin muhammadiyyah ?” tanya wali paidi lagi
” saya tidak mengerti maksud tuan ” jawab raja ismoyo heran
” maaf, agama sampeyan apa ” tanya wali paidi
” saya tidak beragama ” jawab raja ismoyo
” oh..begitu..” gumam wali paidi
keduanya lalu terdiam agak lama
” maaf tuan, wirid apa yg tuan baca, sehingga tuan tidak bisa dikalahkan oleh para prajurit saya” tanya raja ismoyo penasaran
” hizb dan sholawat ” jawab wali paidi
” maukah tuan mengajarkan kepada saya ?” pinta raja ismoyo.
” ya…boleh, tp sampeyan harus masuk islam dulu ” jawab wali paidi
lalu raja ismoyo memanggil panglimanya, memerintahkan kepadanya untuk mengumpulkan seluruh rakyat dan semua prajuritnya, dalam sekejab balai agung istana ramai dipenuhi prajurit dan rakyat, bahkan sampai meluber keluar istana, selanjutnya raja ismoyo bersimpuh dikaki wali paidi diikuti seluruh rakyatnya
” kami dg suka rela siap masuk islam, mengikuti agama tuan ” kata raja ismoyo kpd wali paidi
” baiklah….ikuti apa yg aku ucapkan…” kata wali paidi
Dengan suara yg sangat berwibawa wali paidi mengucapkan dua kalimat syahadat diikuti seluruh bangsa jin kerajaan raja ismoyo. ucapan syahadat para bangsa jin ini menggema keseluruh gunung arjuna bahkan seluruh hewan digunung arjuna berhenti sejenak. tidak ada yg bersuara mendengarkan ucapan syahadat ni
setelah mengucapkan dua kalimat syahadat wali paidi mengajarkan pd mereka apa itu islam dan menjabarkan arti iman secara singkat.
selanjutnya wali paidi tinggal diistana raja ismoyo guna mengajari mereka cara sholat, cara ber dzikir dan lain sebagainya.
setelah beberapa minggu tinggal diistana, wali paidi akhirnya mohon pamit kepada raja ismoyo
” kami masih butuh pencerahan dari tuan, sudilah kiranya tuan tetap disini beberapa hari lagi ” pinta raja ismoyo kepada wali paidi
” jangan kuatir, kelak aku akan datang lagi kemari ” kata wali paidi
dan dengan tersenyum wali paidi mendekati raja ismoyo dan memegang dada raja ismoyo, sambil berkata :
“ajaklah hatimu untuk dzikir terus menerus, ucapkan Allah…Allah….secara berkesinambungan, dalam keadaan apapun teruslah berdzikir, dan berusahalah selalu dlm keadaan punya wudlu, andai Allah mencabut nyawamu, km dlm keadaan suci…”
” terima kasih tuan, pesan tuan akan kami laksanakan..” jawab raja ismoyo dg ta’dzim.
” kalo hatimu sudah bs berdzikir, maka Allah sendiri yg akan membibingmu…” kata wali paidi
” apakah kami akan menjadi wali kalau hati kami sdh bisa berdzikir sendiri ” tanya raja ismoyo
“ha..ha…ha….jangan sekali2 pny niat pingin menjadi wali, krn keinginan itu termasuk nafsu, berdzikirlah krn Allah jgn ada niatan yg lain” jelas wali paidi.
setelah menghisap rokoknya wali paidi berkata lagi:
” Allah menjadikan manusia pemimpin dimuka bumi ini, dan mengangkat para walinya dari kalangan manusia ” jelas wali paidi lagi
” oh begitu… kalau Allah menghendaki begitu kami sangat ridlo dg keputusan Allah tsb,” jawab raja ismoyo maggut2
” kalau boleh tahu tuan ini wali yg bagaimana? ” tanya raja ismoyo selanjutnya
” hmm…aku adalah wali abdal, wali pengganti,kalo istilah dalam sepak bola sebagai pemain cadangan, wali tingkat rendah,aku dulu hny seorang abdi seorang kiai, tugasku hny menyiapkan rokok dan kopi, setelah kiai saya meninggal akulah yg dipilih Allah sebagai gantinya” terang wali paidi
” jadi wali itu jumlahnya tetap sama dr dulu sampai skrng ?” tanya raja ismoyo dg bersemangat
” iya, jumlahnya wali diseluruh dunia tetap sama, krn setiap yg meninggal pasti ada gantinya, biarpun km tidak ada hak untuk menjadi wali km hrs tetap semangat, krn dimata Allah derajad seseorang itu dilihat dr ketaqwaannya, wali itu hanya title yg diberikan Allah buat para wakil2nya dimuka bumi, guna untuk mengatur dan menata manusia dan wali dipilih dari pr hamba yg dikehendakiNya, bukan krn ibadahnya bukan krn dzikirnya tapi krn kehendak Allah.
Jadi salah besar kalau ada orang yg pingin atau mempunyai cita2 menjadi wali…” jawab wali paidi
” terimakasih tuan…mudah2an apa yg tuan ajarkan kepada kami menjadi ilmu yg manfaat” ucap raja ismoyo.
akhirnya wali paidi pamit dan mennggalkan gunung arjuna diiringi raja ismoyo dan seluruh rakyatnya….
setelah wali paidi sudah tidak tampak raja ismoyo dg suara yg lantang berkata kepada rakyatnya
” rakyatku semuanya….nanti atau kapanpun, kalau ada orang yg ke gunung arjuna ini berbekal rokok dan kopi, jgn sampai di ganggu, jagalah mereka sampai mereka meninggalkan gunung arjuna ini, demi menghormati guru kita wali paidi ”
” titah paduka akan kami laksanakan… ” jawab mereka serempa.
Bersambung…
copas dari : https://www.facebook.com/santrionlinenet/photos/a.1725550704330011.1073741828.1722700387948376/1769638553254559/?type=3&theater
Wali Paidi 2
meneruskan copas tentang cerita paidi dari group FB, santrionline ……
WALI PAIDI bag 2 ( dua )
Wali paidi membuka matanya kembali, dan betapa kagetnya wali paidi ketika membuka matanya tampak disekelilingnya banyak orang berlarian dg memakai baju gamis selutut dg memakai surban, tampak ditangan mereka senjata AK 47, terdengar suara bising peluru berseliweran…
“aduh..kesasar lagi aku ini, tadi kesasar kekutub selatan , sekarang kesasar lagi ke afghanistan, wes-wes kok gak kesasar ke hollywood saja…”
Wali paidi mengamati salah satu pasukan yg semuanya berjenggot panjang, wali paidi tersenyum sendiri melihat jenggot mereka, memang dinegara yg dikuasai taliban ini bukan operasi helm yg dilakukan disana tapi operasi jenggot, kalau ada laki-laki yg tidak berjenggot maka kena tilang.
Wali paidi berdiri berjalan mencari ketempat yg sepi. wali paidi tidak suka dg peperangan, wali paidi memutuskan untuk langsung pergi saja, setelah menemukan tempat yang sepi wali paidi mulai merapal do’a-do’a ilmu melipat buminya lagi.
Angin sepoi-sepoi menerpa wajah wali paidi, wali paidi membathin mudah-mudahan tidak kesasar lagi. wali paidi membuka matanya perlahan-lahan tampak didepannya rumah yg terbuat dari kayu, persis rumah para transmigrasi diluar pulau jawa, tidak lama kemudian keluarlah seorang tua berpeci putih dg baju taqwa dan bersarung melambaikan tangannya memanggil wali paidi. wali paidi teringat dg orang tua ini, beliau adalah habib ali alhabsyi pahat malaysia, yg kemarin juga ikut pertemuan di makkah.
“masya Allah ternyata aku masih kesasar lagi “ bathin wali paidi.
Wali paidi melangkahkan kakinya mendekati habib ali alhabsyi, wali paidi teringat beberapa tahun yg lalu ketika sayyid maliki dari makkah mau berkunjung ke ndalemnya habib ali ini, di dalam perjalanan sayyid maliki ini tiba-tiba merasakan kangen yg amat sangat terhadap datuknya baginda Nabi Muhammad.
Setelah sampai didepan ndalem habib ali , habib ali hanya menyuruh masuk sayyid maliki, sedang rombongan yg lain disuruh menunggu diluar, beberapa menit kemudian sayyid maliki keluar dg beruraikan air mata, sayyid maliki menangis tersedu-sedu :
“sudah terobati kangenku…”ucap sayyid maliki dg masih menangis.
Ternyata ketika sayyid maliki masuk ke ndalemnya habib ali, sayyid maliki dipertemukan oleh habib ali dengan baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam, subhanallah…..
“mari masuk nak, jangan melamun saja “ucap habib ali
“inggih mbah…” jawab wali paidi, lalu melangkah mendekati habib ali.
Setelah mencium tangan beliau, wali paidi masuk ke ndalem
“ kamu memang gak bakat dg ilmu melipat bumi itu nak paidi, jadi nanti gak usah dicoba lagi, kamu naik pesawat saja dari sini ke indonesia “ kata habib ali
“ inggih mbah “ jawab wali paidi
“siapa tahu nanti ketika kamu naik pesawat, kamu bertemu dg Mulan Jameela yg kamu gandrungi itu ” goda habib ali
“hahaha….”wali paidi hanya bisa tertawa mendengar godaan habib ali ini.
Setelah makan bersama, wali paidi pamit pulang, habib ali menepuk-nepuk pundak wali paidi mengantarkannya keluar dari ndalem.
“ingat perintah sang sultan nak paidi, setelah sampai ke rumah segeralah ke gunung arjuna untuk kholwat disana..”
“inggih mbah “ jawab wali paidi
Setelah mencium tangan habib ali, wali paidi beranjak pergi ke bandara , naik pesawat pulang ke indonesia.
Bersambung ke kisah selanjutnya, wali Paidi di gunung arjuna…
sumber copas : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769625633255851