Pendidikan Ala Kyai Bisri Mustofa

Metode pengajaran yang dikembangkan oleh KH. Bisri Mustofa di Pesantren Rauldatuth Tholibin pada awal berdirinya adalah murni salaf (ortodoks). Pengajaran dilakukan dengan cara bandongan (kuliah umum) dan sorogan (privat). Keduanya diampu langsung oleh KH. Bisri Mustofa sendiri.

Pendidikan Santri

Metode pengajaran yang dikembangkan oleh KH. Bisri Mustofa di Pesantren Rauldatuth Tholibin pada awal berdirinya adalah murni salaf (ortodoks). Pengajaran dilakukan dengan cara bandongan (kuliah umum) dan sorogan (privat). Keduanya diampu langsung oleh KH. Bisri Mustofa sendiri. Ketika jumlah santri meningkat dan kesibukan KH. Bisri Mustofa bertambah maka beberapa santri senior yang telah dirasa siap, baik secara keilmuan maupun mental, membantu menyimak sorogan. Pengajian bandongan terjadwal dalam sehari semalam pada masa KH. Bisri Mustofa meliputi pengajian kitab Alfiyyah dan Fath al-Mu’in sehabis maghrib, Tafsir Jalalain setelah jama’ah shubuh, Jam’ul Jawami’ dan …. pada waktu Dhuha, selain itu KH. Bisri Mustofa melanjutkan tradisi KH. Cholil Kasingan mengadakan pengajian umum untuk masyarakat kampung sekitar pesantren tiap hari Selasa dan Jum’at pagi.
Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang adalah wujud kecintaan K. Bisri kepada ilmu pengetahuan. Di tempat inilah belian mengajarkan ilmu kepada santri-santri dengan istilah beliau ‘kulakan’ atau ‘grosiran’, sebab banyak materi diberikan dengan jangka waktu yang panjang dan penjelasan yang mendetail. K. Bisri tidak pernah lelah mengajar santri-santrinya. Pernah di suatu ketika menjelang subuh K. Bisri tiba di rumah dari menghadiri pengajian di suatu tempat. Perjalanan pulang ke rumah terasa melelahkan, walaupun demikian K. Bisri tetap menunggu waktu subuh untuk kemudian mengajar.
Bagi K. Bisri kewajiban seorang santri adalah belajar dan belajar agar hal ini dapat dilaksanakan oleh semua santrinya maka beliau selalu mengawasi santri-santrinya supaya lebih banyak menggunakan waktunya untuk belajar. Untuk mendapatkan ilmu menurut Kyai Bisri tidak ada cara lain kecuali belajar. Barokah dan lain sebagainya bisa mengalir ketika kita mau belajar dengan tekun. Ketika ada seorang santri mengantuk pada waktu ngaji K. Bisri yang mengatahuinya langsung marah dan berkata “Jangan mengaji kepadaku!!! Mengajilah pada K. Ma’ruf yang sudah punyak barokah, sebab aku belum punya barokah”. Kalimat ini dimaksudkan bahwa soal-soal supranatural yang irrasional dalam menuntut ilmu misalnya laduni, jadug tanpa tirakat, pinter tanpa meguru, bukanlah aliran yang diikuti Kyai Bisri.
Pernah suatu kali ada seorang santri dari pondok lain sowan ke hadapan beliau. Santri tersebut minta didoakan agar cepat kefutuh hatinya sebab pada saat itu dia sedang menjalani laku tirakat dengan cara menziarahi makam-makam walisanga yang terkenal itu dengan berjalan kaki. Oleh K. Bisri, santri tersebut justru dimarahi. Terjadilah tanya jawab yang menarik.
“Sampean sudah berapa lama berjalan?”
“Wah sudah kira-kira dua bulan Kyai. Saya sekarang hampir menyelesaikan separuh perjalanan. Saya sekarang dalam perjalanan ke Jawa Timur dan Madura.”
“Sampean sudah ijin sama Kyai sampean?”
“Sudah Kyai, malahan saya dipeseni untuk mampir, sowan sama Kyai.”
“Sekarang pondok apakah sedang liburan?”
“Tidak Kyai.”
“Kyai sampean apa sedang sakit?”
“Tidak Kyai.”
“Berarti sekarang kegiatan belajar mengajar di pondok tetap berlangsung?”
“Iya Kyai.”
“Sekarang sampean pulang saja. Naek bis. Jangan jalan kaki! Nanti tak sangoni kalau sampean ndak punya uang untuk ongkos. Pulang ke Pesantren!”
“Lo saya sekarang kan sedang menjalankan laku saya, Kyai..”
“Lo, lo, lo, gimana to sampean? Sampean saat ini sedang mondok. Meguru pada seorang Kyai. Kalau sekarang Kyai sampean mengijinkan sampean menjalani laku semacam ini bukan karena beliau menyetujui. Itu karena Kyai sampean adalah orang yang beradab sehingga sungkan sama sampean. Namanya dzolim kalau sampean meneruskan laku sampean itu. Umur dan status sampean sekarang pelajar, muta’allim. Tugasnya belajar, nderespada seorang guru. Apalagi tadi kata sampean, laku sampean itu supaya bisa kefutuh hatinya. Nanti sampaikan salam saya pada Kyai sampean.”
“Tapi Kyai…”
“Ndak ada tapi-tapinan. Orang-orang nyebut saya ini Kyai. Kyai yang ngalim malah. La kok sampean yang belum apa-apa ngeyeli saya. Saya sudah pengalaman. Teman-teman saya yang Kyai buanyak. Ngalim-ngalim semua. Kefutuh semua. Ndak ada itu yang pinter dan ngalim gara-gara laku kayasampean. Yang ada ya nderes. Nanti kalau pas liburan atau pondok sedang tidak aktif, bolehlah sampean jalan-jalan ziarah ke makam wali-wali. Kalau pondok sedang aktif ya di pondok aja. Ngaji. Nderes.”
sumber : http://ppssnh.malang.pesantren.web.id/cgi-bin/content.cgi/artikel/pendidikan_alayaibisri.single?seemore=y

Prinsip dalam Khalaqah Zikir

Kita harus berhati-hati. Prinsip yang sangat penting dalam halaqah Zikir adalah agar setiap orang di dalam majelis itu memadukan suara mereka dengan nada dan irama yang sama dengan imamnya. Kalau tidak, zikir itu akan terdengar kacau di telinga dan mengganggu kalbu, karena itu akan seperti orang yang berteriak-teriak, tidak ada lagi kelembutan dan para malaikat akan pergi, sehingga itu hanya akan membuang-buang waktu saja. Jika kalian tahu bahwa kalian tidak dapat memadukan suara kalian, jangan dikeraskan, pelankan suara kalian, dan biarkan yang lain memadukan suaranya bersama.

Citra Gus Mus

 “Saya ini korban pencitraan”, kata Gus Mus
1970-an, sekelompok anak muda NU intens berkonsolidasi. Bediskusi, bergerak, menulis, bicara di berbagai forum, membangun jaringan, merintis tapak menuju masa depan yang lebih baik bagi NU dan Indonesia. Dipimpin Gus Dur, Gus Mus termasuk salah seorang di antara mereka.
Publik pun lantas mengenal mereka sebagai “kelompok muda NU”, suara kaum muda, pemimpin-pemimpin muda. Atribut “muda” itu begitu kuat melekat pada citra diri mereka sehingga kehadiran mereka senantiasa “terasa muda”.
“Sekarang ini orang lupa kalau aku sudah tua. Dikiranya muda terus…” kata Gus Mus.
Pada mulanya Gus Dur mengajak Gus Mus ikut tampil membacakan puisi-puisi karya penyair-penyair Palestina dalam sebuah pentas solidaritas penyair-penyair Indonesia untuk Bangsa Palestina. Sejak saat itu, orang memandang Gus Mus sebagai penyair.
“Karena terlanjur dianggap penyair, terpaksa saya juga menulis puisi-puisi”, kata Gus Mus.
Kokohlah citra Gus Mus sebagai penyair, seniman, dan budayawan. Pentas-pentas baca puisi, seminar-seminar dan diskusi-diskusi ilmiah ala intelektual kota dilalapnya.
Orang menjadi lupa-lupa ingat bahwa Gus Mus terlahir sebagai santri kendil. Hidup sebagai santri kendil, menyikapi hidup dengan naluri santri kendil, menjalaninya ala santri kendil. Saya pernah dimarahi habis-habisan gara-gara membuat proposal permintaan bantuan dana kepada Pemerintah untuk bangunan pondok.
“Hati-hati mencari uang!” katanya, “Abahmu dan embahmu tidak pernah mementingkan bangunan yang bagus-bagus. Apa pun adanya, yang penting barokah!”
http://teronggosong.com/2014/09/citra-gus-mus/

Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?

Suatu hari Kahlil Gibran berdialog dengan Gurunya.
Gibran : “Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?”
Sang Guru merenung sejenak lalu menjawab, : “Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang!!”

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Gibran kembali dengan tangan hampa. Lalu sang Guru bertanya : “Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?”
Gibran : “Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi tidak ku petik karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi!”
Sambil tersenyum sang Guru berkata : “Yaa… itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak akan pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan yang ada!!”
Lakukanlah hal-hal sprti ini :
Bila tidak mungkin memberi, Jangan mengambil!
Bila mengasihi terlalu sulit, Jangan membenci!
Bila tidak bisa menghibur orang, Jangan membuatnya sedih!
Bila tidak mungkin meringankan beban orang, Jangan memberatkannya!
Bila tidak bisa memuji, Jangan menghujat!
Bila tidak bisa menghargai, Jangan menghina!
Jadilah orang yg pandai bersyukur dan ikhlas menerima kekurangan diri sendiri dan orang lain smbil terus berupaya memperbaiki diri. ( AGUS INDORHAMA)
sumber : https://www.facebook.com/bhayuheavenoneartjazz/posts/779025098873532

spiritual = melihat hal ghoib?

T : Dia bisa melihat makhluk gaib om. Aku pengen bisa liat gaib kayak dia. Om bisa buka mata batin ku?
J : Kamu percaya apa yang dibilangnya?
T : Percaya om.

J : Coba bilang sekali lagi di dalam batin mu, bahwa kamu percaya sama dia sambil merasakan kepercayaan di batin kamu. Nyaman gak?
T : Hmm.. gak nyaman.
J : Dirimu yang sebenarnya berarti nggak percaya. Tapi keinginan mu yang pengen bisa liat gaib yang bilang percaya.
____________________________
Pemahaman itu datang dari dalam, segala yang di luar hanyalah mengantarkan munculnya pemahaman di dalam.
Spiritual adalah realitas yang dialami diri sendiri dan bukan pengalaman orang lain.
Terlalu sering fikiran menghebatkan orang lain tapi sangat jarang merasakan kehebatan diri sendiri.
*)Shamanic.
sumber : https://www.facebook.com/groups/spiritual.indonesia/permalink/907938332589025/

sekolah hanya 4-5 jam, pelajar bisa pandai

Sekolah Cuma 5 Jam, Tanpa PR & Ujian Nasional, Kenapa Pelajar di Finlandia Bisa Pintar?
Semasa sekolah dulu, rasanya mustahil kamu bisa dijuluki murid pintar kalau dapat ranking bontot. Apalagi kalau gak lulus Ujian Nasional, rasanya dunia selesai di titik itu. Ketatnya persaingan di sekolah mungkin memang bertujuan supaya kita berlomba-lomba jadi lebih pintar. Tapi tahukah kamu, negara dengan pendidikan terbaik dan murid terpintar di dunia yaitu Finlandia justru melakukan hal yang sebaliknya?
Berbeda dengan kita yang harus menghadapi ujian nasional tiap mau naik jenjang sekolah, seumur-umur pelajar di Finlandia hanya menghadapi 1 ujian nasional ketika mereka berumur 16 tahun. Tidak hanya minim pekerjaan rumah, pelajar di Finlandia juga mendapatkan waktu istirahat hampir 3 kali lebih lama daripada pelajar di negara lain. Namun dengan sistem yang leluasa entah bagaimana mereka justru  bisa belajar lebih baik dan jadi lebih pintar. Makanya kali ini Hipwee bakal mengulas habis rahasia Finlandia yang satu ini!
1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun
Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.
2. Cara Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat
Tahukah kamu bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang, jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.
3. Semua Sekolah Negeri di Finlandia Bebas Dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau
Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Dan yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua.
Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama.
4. Semua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia.
Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.
Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas.
5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu.
Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka.
6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah
Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka.
7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1
Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.
Walaupun ada bantuan khusus untuk siswa yang merasa butuh, tapi mereka tetap ditempatkan dalam kelas dan program yang sama. Tidak ada juga program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara kolaboratif. Bahkan anak dari kelas-kelas berbeda pun sering bertemu untuk kelas campuran. Strategi itu terbukti berhasil karena saat ini Finlandia adalah negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.
sumber: http://www.hipwee.com/feature/sekolah-cuma-5-jam-tanpa-pr-ujian-nasional-kenapa-orang-finlandia-bisa-pintar/

WASIAT MBAH KH. ARWANI AMIN AL-QUDSI (KUDUS)

1. Dadi wong sing iso syukur (Jadi orang harus bisa bersyukur).
2. Nek ngaji jo dipekso sing penting usaha (Kalau belajar jangan terlalu dipaksakan, yang penting usaha).

3. Jo ngejar cepet, ngejaro lanyah (Jangan mengejar cepatnya, tapi kejarlah penguasaan).
4. Eleng, cobone wong dewe-dewe (Ingat, cobaan seseorang itu sendiri-sendiri).
5. Saben dino dungakno kyaimu (Setiap hari doakanlah guru/kyaimu).
6. Jo cepet sambat kabeh neng kene cobo (Jangan mudah mengeluh, semua mengalami cobaan).
7. Maqamku diziyarahi (Makamku ziarahilah).
8. Jo kakean guyon (Jangan kebanyakan bergurau).
9. Nek ibadah sing istiqomah (Kalau beribadah istiqamahlah).
10. Sholate sing ati-ati (Shalatnya yang hati-hati).
11. Nek hajat sing ati-ati (Kalau berhajat yang hati-hati).
12. Sing eman karo wong tuwo (Yang murah hati terhadap orangtua).
13. Jo podo sembrono (Jangan mudah tergesa-gesa).
14. Sopo gelem obah bakal mamah (Siapa yang mau bergerak jangan takut tidak makan).
15. Aku wekas karo sliramu: wiwit mongso iki sliramu saben-saben deres supoyo tartil. Mergo senejan mung setitik nanging tartil iku luwih utama lan manfaat tinimbang olih akeh nanging ora tartil. (Aku berpesan kepadamu: mulai sekarang setiap kali kamu ‘deres’ supaya ‘tartil’. Karena meskipun dapat sedikit tapi tartil itu lebih utama dan bermanfaat daripada dapat banyak tapi tidak tartil).
16. Mulo wiwit saiki dibiasaaken sing tartil senejan mung olih sa’juz rong juz sedino. Pengendikane sohabat Abdulloh bin Abbas mengkene “La an aqro-a surotan urottiliha ahabbu ilayya min an aqro-al qur-aana kullahu” (Makanya mulai dari sekarang dibiasakan yang tartil walau hanya dapat satu atau dua juz sehari. Sabda sahabat Abdullah bin Abbas begini: “Jika aku membaca satu surat dengan tartil adalah lebih aku sukai daripada membaca keseluruhan al-Quran.”).
17. Kejobo iku sing wis kelakon tur nyoto, yen kulinone deres tartil iku sa’mongso-mongso kepengin deres rikat temtu biso. Nanging sebalike yen biasane deres rikat bahayane iku yen deweke dikon deres tartil temtu ora biso jalan. Mulo sliramu yen ati-ati yen deres. Cukup semene wasiatku. (Selain itu hal yang sudah nyata, jika terbiasa deres tartil sewaktu-waktu ingin deres cepat tentu bisa. Tapi sebaliknya jika terbiasa deres cepat bahayanya jika disuruh deres tartil tentu tidak bisa jalan. makanya kamu hati-hati kalau deres. Cukup sekian wasiatku). (Tanda tangan beliau).
Keterangan:
• “Nderes” adalah kegiatan santri untuk menjaga hafalan al-Qurannya dengan cara mengulang-ulang setiap hari secara kontinyu, atau istilah Arabnya; Muraja’ah atau Takrir.
• “Tartil” adalah cara membaca al-Quran sesuai dengan tata aturan Tajwid beserta memperhatikan Makharijul Ahruf, sehingga tidak terjadi kesamaran kata ataupun hilangnya kata-kata tertentu dalam bacaan. Dan membaca tartil ini relatif susah bila dilafalkan dengan tempo cepat, harus pelan.
Sya’roni As-Samfuriy, Tegal 05 Oktober 2013
Sebagian saya ambil dari:
http://gubuk-cahaya.blogspot.com/…/wasiat-mbah-kiai-arwani.…
https://www.facebook.com/KumpulanFotoUlamaDanHabaib

kejawen : Sedulur papat dan kemalaikatan

Penjelasan yang menarik menurut saya ….. (ini bukan menyamakan sesuatu yang menemani kelahiran adalah malaikat loh ya…!!)
* Kakang Kawah/ketuban = Jibril..
Jibril atau jabr El, kekuatan Tuhan fungsinya penyampai informasi.
Memberi petunjuk bagi perjalanan manusia.. menuntun pd jalan yg benar..
Ketuban pelindung janin ktika masih di kandungan..
Ketuban akan pecah ketika bayi akan lahir.. menunjuk jalan keluar ..

*Adi ari ari = israfil
Israfil pengenggam semesta..peniup terompet kemusnahan dan kebangkitan..
Ari ari terbentuk dan berfungsi sbagai sarana pertukaran zat dan darah bagi janin.. terompet kehidupan mulai bekerja..
*tali pusat = Mikail..
Michael memelihara kehidupan.. membagi rejeki..tali penghubung bagi kehidupan manusia.
Zat makanan dr ibu ke janin diemban oleh tali pusat.. zat yang di butuhkan dan zat yg tidak di butuhkan oleh janin melalui tali pusat ini..
*Darah = Izrail ..
Izrail malaikat maut..kematian bukan berasal dr luar diri.. mati merupakan jalan untk kmbali ke Tuhan..
Mengatur pertukaran darah dari ibu ke janin.. darah disini adalah darah yg keluar bersama bayi ktka lahir.. darah nifas..nafs.. kehidupan..
Mereka bukan sbgai pengawas tapi lebih sebagai saudara..
Saudara selalu melindungi dan menunjukan jalan yg benar..meski secara fisik mereka lebur ,” rela mati” ketika bayi keluar dr ibu tapi secara rohani mereka tetap ada..
Pantaskah kita membuang bgitu saja “jasad” mereka yg telah berjasa ketika kita masih di dalam kandungan…,??
SAUDARA PAPAT…
‪#‎Maha‬ Suci ALLAH. yang telah mengatur kehidupan manusia dalam rahim melalui malaikat2 NYA.
sumber : https://www.facebook.com/%20YudieGendengBinGanteng.ekekekekeke

mengenal Dunia dan Ilmu Astronomi dari Dunia Arab

Dalam Bahasa Arab Bumi di namakan Ardi. Nama Ardi Untuk menyebut Bumi ini sangat berpengaruh terhadap sebutan bangsa bangsa Eropa (Jermanik) untuk menyebut Bumi.

Dalam Ragam Bahasa Bahasa Eropa ( Jermanik ), Istilah istilah mereka dalam menyebutkan Bumi adalah saduran langsung dari bahasa Arab, Ardi.
Dalam Bahasa Belanda Ardi disebut dengan AARDE ( dibaca ARDE ). Dalam Logat Jerman ( Inggris Kuno), Ardi di lafazkan sebagai ERDE ( di baca ERDI ).
Sebutan ERDE dalam Bahasa Jerman ( Tanah Leluhur Bangsa Inggris ), juga di ucapkan oleh bangsa inggris, dengan menghilangkan Vokal di akhir. Sehingga Nama Inggris Untuk Ardi adalah ERD ( di tulis sekarang sebagai EARTH – Tetap dibaca ERD )
Bukti yang sulit dibantahkan bahwa bangsa bangsa Eropa ( jermanik) mengenal Dunia dan Ilmu Astronomi dari Dunia Arab ( peradaban Islam), Bukan dari Peradaban Latin ( Yunani/Romawi)

sumber : https://www.facebook.com/groups/1554888098100523/permalink/1619984461590886/

Sayyid as-Salawaat (The Master of Salawaats)

على أشْرَفِ العالَمينَ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ الصَلَوات
على أفْضَلِ العالَمينَ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ الصَلَوات
على أكْمَلِ العالَمينَ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ الصَلَوات
صَلَواتُ اللهِ تعالى ومَلائِكَتِهِ وأنبيائه ورَسُلِهِ وجَميعِ خَلْقِهِ على مُحَمِّدٍ وعلى آلِ مُحَمَّدٍ، عليه وعليهمُ السَّلامُ ورَحْمَةُ اللهِ تَعالى وبَرَكاتُهُ ورَضِىَ اللهُ تَبَارَكَ وتَعالى عَنْ سادَاتِنا أصْحابِ رَسُولِ اللهِ أجْمَعين وعَنِ التَّابِعينَ بِهِم بِإحْسان وعَنِ الأئِمَّة المُجْتَهِدين الماضين وعَنِ العُلَماءِ المُتَّقين وعَنِ الأوْلياءِ الصالِحين وعَن مَشايخِنا في الطَريقةِ النَقْشْبَنْدِيّة العَليّة، قدَّسَ اللهُ تَعالى أرْواحَهُمُ الزَكِيّة ونَوَّر اللهُ تَعالى أضْرِحَتَهُم المُبارَكة وأعادَ اللهُ تَعالى علينا من بَركاَتِهِم وفُيُوضاتِهِم دائِمًا والحَمدُ للهِ رّبِّ العالَمين – الفاتِحة

`Alaa ashrafi ‘l-`alameena Sayyidina Muhammadin salawaat.
`Alaa afdali ‘l-`alameena Sayyidina Muhammadin salawaat.
`Alaa akmali’ l-`alameena Sayyidina Muhammadin salawaat.
Salawaatullaahi ta`alaa wa malaa’ikatihi wa anbiyaaihi wa rusoolihi wa jami`ee khalqihi `alaa Muhammad wa `alaa aali Muhammad `alayhi wa `alayhimu ‘s-salaam wa rahmatullaahi ta`alaa wa barakatuh.
Wa radi-Allahu tabaraka wa ta`alaa `an-saadaatinaa as-haabi rasoolillaahi ajma`een. Wa `ani ‘t-taabi`eena bihim bi-ihsaanin, wa `ani ‘l-a’immati ’l-mujtahedeen al-maadeen, wa `ani ‘l-`ulamaai ’l-muttaqeen, wa `ani ‘l-awliyaai ‘s-saaliheen, wa `an mashayikhinaa fi ‘t-tareeqatin naqshibandiyyati ‘l-`aliyyah, qaddas Allaahu ta`ala arwaahahumu ’z-zakiyya, wa nawwarr Allaahu ta`alaa adrihatamu ’l-mubaaraka, wa `adallaahu ta`alaa `alaynaa min barakaatihim wa fuyoodatihim daa’iman wa ‘l-hamdulillaahi rabbi ‘l-`alameen.


As an addition to Sayyidina `Ali’s salawaat, this salawaat was given by Sayyidina Muhammad in a vision of Shaykh Sharafuddin ad-Daghestani Qaddasallahu Sirrahu, who said, “Reciting this salawaat even once in your lifetime is heavier than if the whole of Creation was standing twenty-four hours in salawaat, repeating it all their lives; this salawaat will be heavier on the Scale then all of their salawaats combined!”


Upon the Noblest of all Creation, our Master Muhammad, blessings.Upon the most Preferred of all Creation, our Master Muhammad, blessings.
Upon the most Perfect of all Creation, our Master Muhammad, blessings.
Blessings of God (Exalted is He!), of His angels, of His prophets, of His Emissaries, and of all creation be upon Muhammad and the family of Muhammad; may the peace and mercy of God (Exalted is He!) and His blessings be upon him and upon them. May God, the Blessed and Most High, be pleased with every one of our Masters, the Companions of the Emissary of God, and with those who followed them in excellence, and with the early masters of juristic reasoning, and with the pious scholars, and the righteous saints and with our Shaykhs in the exalted Naqshbandi Order. May God (Exalted is He!) sanctify their pure souls, and illuminate their blessed graves. May God (Exalted is He!) return to us of their blessings and overflowing bounty, always. Praise belongs to God, the Lord of the worlds, al-Fatihah.
source : http://sufilive.com/salawat/