tahlilan

Dapat ilmu baru dari bis yang nyetel vcd mengenai tahlilan ….
Salah seorang Ulama mengemukakan bahwa bacaan inti dari tahlilan yang juga menggambarkan keadaan yang pasti akan dilalui setiap orang adalah …
1. “wa’fu ‘anna waghfirlana warkhamna” ini adalah menggambarkan keadaan “sakaratul maut” yang sangat membutuhkan maaf, pengampunan
2. “irkhamna ya ArKhamarrokhimin” ini adalah menggambarkan keadaan dalam alam Barzah yang sangat membutuhkan keperdulian dan doa dari orang-orang dan kasih sayang dari Tuhannya
3. “Sholawat nabi” ini adalah penggambaran di alam Makhsyar yang sungguh berat hingga matahari di dekatkan, dosa dibebankan, di saat inilah sangat dibutuhkan Syafaat dari Rosululloh saw.
4. “istighfar” ini penggambaran dari keadaan di hisab, mizan dan Shiroth ynag sangat membutuhkan pengampunan agar dapat sampai ke surga.
5. “tahlil, Lailahaillahhoh” kunci surga adalah kalimat Tauhid
6. “subhanalloh wabihamdihi” di dalam surga, yang dapat kita lihat adalah kesucian dan kebesaran Allah SWT
Jika saja Setiap Orang memehami filosifi ini, mengvisualisasikannya dengan seluruh kesadaran masa depan yang hakiki ini ketika bertahlilan, maka Tahlilan akan mengingatkan pada kematian (masa depan), akan memindahkan dari materialistik ke ukhorowiyah, dengan tahlilan dan doa, si mayyit akan mendapat manfaat, karena ia tidak lagi membutuhkan sesuatu dari dunia, melainkan kiriman kebaikan dan doa untuknya di alam barzah dan dalam perjalanannya ke tahap berikutnya ….
Manfaat bagi yang tahlilan dan yang di tahlili begitu besar.
sumber : seingat dan sepahaman dari maudhoh hasanan yang di dengar di bis ketika ziarah

Siapakah Ahlul Bait (Keluarga Nabi Muhammad SAW)?

Keluarga adalah sesuatu yang special di dalam kehidupan kita, terlebih-lebih ibu dan ayah kita, begitu juga anak-anak dan istri kita, mereka memiliki tempat yang khusus di hati kita di dalam kecinta’an dan kesayangan, sehingga jikalau salah satu dari mereka di sakiti atau di caci orang lain maka kita merasa marah dan tidak terima dengan hal tersebut, karena kita terkadang merasa mereka adalah bagian dari darah daging kita atau kita sedarah dengan mereka, begitu juga keluarga nabi muhammmad SAW di pandangan nabi muhammad SAW, mereka sangat istimewa di hadapan nabi muhammad SAW di karenakan termasuk darah daging nabi seperti apa yang di sabdakan oleh nabi :
صحيح البخاري- – (5 / 21)
3714 – حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَاطِمَةُ بَضْعَةٌ مِنِّي فَمَنْ أَغْضَبَهَا أَغْضَبَنِي
صحيح مسلم – – (4 / 1903)
2449 حدثني أبو معمر إسماعيل بن إبراهيم الهذلي حدثنا سفيان عن عمرو عن بن أبي مليكة عن المسور بن مخرمة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ) إنما فاطمة بضعة مني يؤذيني ما آذاها(
Artinya :
Fatimah adalah bagian dari darah dagingku, barang siapa yang telah membuat dia marah maka dia telah membuat aku marah dan termasuk menyakitiku apa-apa yang menyakitinya (BUKHORI-MUSLIM).
keutama’an keluarga nabi muhammad SAW
Dari keutama’an keluarga beliau SAW, beliau SAW pernah berdoa agar semua dari anak cucu beliau menjadi sholeh dan sholehah, seperti apa yang telah di sabdakan oleh beliau SAW :
قال رسول الله صلي الله عليه و سلم لما زوج ابنته فاطمة علي علي رضي الله عنهما (برك الله لكما و عليكما و اسعد جدكما و اخرج منكما الكثير الطيب)
و قال انس رضي الله عنه (و الله لقد اخرج منهما الكثير الطيب)
(( نور الابصار : 57)
Artinya :
Ketika rasulullah SAW menikahkan anaknya fatimah kepada imam ali AS beliau berkata “berkahilah mereka berdua dan berilah keselamatan bagi kakek mereka berdua dan keluarkanlah dari sulbi mereka berdua keturunan yang banyak dan bagus”
Dan berkata sayyidina anas RA “ demi allah, benar telah keluar dari mereka (berdua) banyak dan bagus (sholeh)”
Sungguh mulia keluarga nabi muhammad SAW karena doa rasulullah SAW sendiri kepada anak cucuk beliau SAW, dan termasuk dari dalil kemulian keluarga nabi muhammad SAW adalah, Allah berfirman dalam al-qur’an :
{إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا} [الأحزاب : 33]
Artinya :
seseungguhnya allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
Siapakah ahlul bait (keluarga nabi muhammad SAW)?
Secara harfiyah arti Ahlul Bait adalah penghuni rumah atau kerabat. Berarti ahlul bait Rasul adalah semua penghuni rumah Rasul, dari sini menjadi jelas bahwa istri-istri Beliau termasuk di dalamnya. Oleh karena itu tidak diragukan bahwa ahlil bait dalam ayat :
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
”Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (Al Ahzab : 33 )
Mencakup istri-istri Beliau. Selain itu ayat-ayat yang ada sebelum dan sesudah ayat ini berisi mengenai petunjuk Allah terhadap istri-istri Nabi. Akan tetapi jika yang dimaksud dengan ahlul bait dalam ayat ini hanya istri-istri beliau saja seperti yang dikatakan oleh sebagian ahli tafsir, maka akan terdapat sedikit kemusykilan karena kata ganti yang digunakan dalam ayat ini adalah kata ganti untuk laki-laki (كُم)bukan untuk wanita (كنّ). berarti yang dimaksud dengan ahlul bait bukan hanya istri-istri beliau saja akan tetapi mencakup juga keluarga Rasul yang lain (dalam bahasa arab, kata ganti laki-laki jamak bisa juga digunakan untuk sekumpulan laki-laki dan wanita, berbeda dengan kata ganti wanita jamak yang hanya bisa digunakan untuk sekelompok wanita saja), mereka adalah Sayidatuna Fatimah, Sayidina Ali, Hasan dan Husain, ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi:
عن عمر بن أبي سلمة ربيب النبي صلى الله عليه وسلم قال نزلت هذه الآية على النبي صلى الله عليه وسلم { إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا } في بيت أم سلمة فدعا النبي صلى الله عليه وسلم فاطمة وحسنا وحسينا فجللهم بكساء وعلي خلف ظهره فجلله بكساء ثم قال اللهم هؤلاء أهل بيتي فاذهب عنهم الرجس وطهرهم تطهيرا قالت أم سلمة وأنا مَعَهُمْ يا نَبِيَّ اللَّهِ قال أَنْتِ على مَكَانِكِ وَأَنْتِ على خَيْرٍ قال هذا حَدِيثٌ غَرِيبٌ من حديث عَطَاءٍ عن عُمَرَ بن أبي سَلَمَةَ
“Dari Umar bin Abi Salamah, anak tiri Rasulullah saw, berkata “ayat ini turun kepada Nabi saw di rumah Umi Salamah yaitu ayat ”Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”, kemudian Nabi memanggil Fatimah, Hasan dan Husain, dan menaungi mereka dengan kain kisa`, ketika itu Ali berada di belakang punggungnya kemudian Rasul menaunginya pula dengan kain kisa`, kemudian berkata “ Wahai Allah, inilah Ahlil baitku maka hilangkanlah dari mereka kotoran dan sucikanlah mereka”. Umu Salamah pun berkata “apakah aku bersama mereka wahai rasulullah?”, Rasulullah menjawab “Engkau berada di tempatmu dan engkau berada dalam kebaikan”” .
Perkataan Rasulullah kepada Umi Salamah “Engkau berada di kedudukanmu dan engkau berada dalam kebaikan” tidak berarti bahwa istri Rasulullah bukan termasuk dalam ahlul bait akan tetapi maksudnya adalah Umu salamah sudah memiliki kedudukan sebagai ahlil bait karena dia adalah istri Rasul oleh karena itu Rasul berkata “dan engkau berada dalam kebaikan”. Selain itu tidak mungkin Rasulullah memasukkan Umi salamah ke dalam naungan kisa` karena disana ada Sayidina Ali yang merupakan lelaki ajnabi baginya.
Termasuk dalam lingkup ahlul bait adalah paman-paman beliau yang muslim begitu juga semua keluarga nabi yang diharamkan untuk menerima zakat, ini sesuai dengan perkataan Nabi kepada cucunya ketika mengeluarkan kurma zakat dari mulutnya :
صحيح البخاري- – (2 /127 -126)
– حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ الْأَسَدِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِالتَّمْرِ عِنْدَ صِرَامِ النَّخْلِ فَيَجِيءُ هَذَا بِتَمْرِهِ وَهَذَا مِنْ تَمْرِهِ حَتَّى يَصِيرَ عِنْدَهُ كَوْمًا مِنْ تَمْرٍ فَجَعَلَ الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَلْعَبَانِ بِذَلِكَ التَّمْرِ فَأَخَذَ أَحَدُهُمَا تَمْرَةً فَجَعَلَهَ فِي فِيهِ فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْرَجَهَا مِنْ فِيهِ فَقَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَأْكُلُونَ الصَّدَقَةَ
“Apakah engkau tahu bahwa keluarga Muhammad tidak memakan shadaqah (zakat)” (HR Bukhari)
Dari hadits ini bisa kita ketahui bahwa keluarga Nabi (آل النبي) adalah mereka yang diharamkan untuk menerima zakat, yaitu Bani Hasyim dan Bani Muthalib menurut madzhab Syafii, berarti para paman-paman beliau termasuk keluarga nabi yang harus dihormati.
Jika mereka termasuk آل النبي, berarti mereka termasuk juga dalam ahlul bait nabi karena secara bahasa arti آل tak berbeda dengan Ahli yaitu kerabat. Oleh karena itu sebagian ahli bahasa menganggap tidak ada perbedaan antara istilah ahlu dan Al (آل). Ini bisa dilihat dari tashghir keduannya ke dalam satu lafadz yang sama yaitu اهل .
Nasab sayidina Hasan dan Husain
Sedangkan mengenai nasab Sayidina Hasan dan Husain, yang dinisbatkan kepada Rasulullah melalui jalur ibu mereka yaitu Sayidatuna Fatimah. Hal ini merupakan kekhususan mereka, ini berdasarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw :
عن جَابِرٍ رضي اللَّهُ عنه قال قال رسول اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم إِنَّ اللَّهَ عز وجل جَعَلَ ذُرِّيَّةَ كل نَبِيٍّ في صُلْبِهِ وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى جَعَلَ ذُرِّيَّتِي في صُلْبِ عَلِيِّ بن أبي طَالِبٍ رضي اللَّهُ عنه
“Dari Jabir berkata” Rasululah saw bersabda : Sesungguhnya Allah telah menjadikan keturunan setiap nabi dalam sulbinya masing-masing dan sesungguhnya Allah menjadikan keturunanku dalam sulbi Ali bin Abi Thalib”.
Akan tetapi tidak semua keturunan Sayidina Ali bin Abi Thalib nasabnya disambungkan kepada Rasulullah. Karena penisbatan ini hanya dikhususkan bagi keturunan Sayidina Ali dari Sayidatuna Fatimah, putri Rasulullah sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat lain :
المعجم الكبير – (3 / 44)
2631 – حدثنا محمد بن زكريا الغلابي حدثنا بشر بن مهران ثنا شريك بن عبد الله عن شبيب بن غرقدة عن المستظل بن حصين : عن عمر رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول كل بني أنثى فإن عصبتهم لأبيهم ما خلا ولد فاطمة فإني أنا عصبتهم وأنا أبوهم
المعجم الكبير – (22 / 406)
1018 – حدثنا محمد بن عبد الله الحضرمي و الحسين بن إسحاق التستري قالا ثنا أبو كريب ثنا معاوية بن هشام عن عمرو بن غياث عن عاصم عن زر عن عبد الله بن مسعود قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إن فاطمة حصنت فرجها فحرمها الله وذريتها على النار
“Dari Umar, berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, setiap anak dari seorang wanita dinisbatkan kepada ayahnya kecuali anak Fatimah karena sesungguhnya akulah ashabah mereka dan akulah ayah mereka” “dan sesungguhnya fatimah telah di jaga kehormatanya dan allah mengharamkan baginya dan cucuknya api neraka” .
Disamping itu, dalil lain yang menjelaskan akan tetapnya keturunan Rasulullah dan sekaligus menjadi ahlu bait beliau yaitu :
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّتِهِ يَوْمَ عَرَفَةَ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ الْقَصْوَاءِ يَخْطُبُ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي
Dari Jabir bin Abdillah berkata : aku melihat Rasulullah SAW ketika haji di hari Arafah sedangkan beliau ada di atas ontanya berkhutbah dan aku mendengar beliau berkata :” wahai manusia, sesungguhnya aku tinggalkan pada diri kalian jika kalian mengikutinya maka tidak akan tersesat selamanya yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan keturunanku ahlubaitku “ (H.R. Tirmidzi & Ahmad,).
Dalam riwayat lain:
سنن الترمذي – (5 / 663)
3788 – حدثنا علي بن المنذر كوفي حدثنا محمد بن فضيل قال حدثنا الأعمش عن عطية عن أبي سعيد و الأعمش عن حبيب بن أبي ثابت عن زيد بن أرقم رضي الله عنهما قالا : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إني تارك فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي أحدهما أعظم من الآخر كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض وعترتي أهل بيتي ولن يتفرقا حتى يردا علي الحوض فانظروا كيف تخلفوني فيهما
قال وهذا حديث حسن غريب
Dari Abi Sa’id Al-Khudzri dan zed bin arqom berkata :” Rasulullah SAW bersabda : aku tinggalkan pada diri kalian 2 hal, salah satunya lebih besar dari yang lain, yaitu kitabullah (al-Qur’an) sebuah tali penghubung yang dibentangkan dari langit ke bumi, dan keturunannku ahlu bait-ku, sesungguhnya keduanya tidak akan terputus hingga datang sewaktu di telaga Haudh “(H.R. Tirmidzi, Ahmad, Ibn Abi Syaibah, Abi Ya’la, dan lain-lain).
Hadits di atas menjelaskan secara gamblang bahwa :
1. Keturunan beliau tidak terputus hingga hari kiamat, karena beliau menyatakan dengan ‘itroh (keturunan) yaitu keturunan dari sayyidah Fatimah, putri beliau yang diperjelas dengan pernyataan beliau :” keduanya (al-Qur’an dan keturunan beliau) tidak akan terputus hingga waktu di telaga Haudh”, karena tidak ada telaga Haudh kecuali di hari kiamat.
2. Semua dari keturunan beliau (anak-anak dari sydt Fatimah dan keturunannya) termasuk Ahlubait dan tidak ada pengkhususan ahlu bait kepada beberapa orang dari keturunan beliau karena beliau tidak men-takhsis sama sekali.
Dengan demikian keturunan dari putri-putri Nabi yang lain meskipun masih bisa dikatakan sebagai dzuriyah Rasul akan tetapi nasabnya tidak tersambung kepada Rasulullah. Begitu juga anak dari wanita keturunan siti Fatimah yang menikah lelaki yang bukan ahlul bait, maka nasabnya disandarkan kepada ayah mereka bukan kepada Ibunya.
Ayat taqwa
Dalam islam hubungan kekerabatan dengan orang-orang shaleh merupakan anugrah yang patut untuk disyukuri. Dalam Alqur`an Allah Berfirman :
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ
“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu” ( Al Kahfi : 82)
Kedua anak yatim tersebut hartanya terjaga karena kesholehan orang tua mereka, diceritakan oleh sebagian ahli tafsir bahwa yang dimaksud dengan ابوهما (ayahnya) dalam ayat adalah kakek ketujuh dari pihak ibu, Jika ini keadaan mereka maka bagaimana dengan keadaan keturunan pemimpin para shalihin, Rasulullah saw.
Hal ini tidak bertentangan dengan ayat :
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” (Al Hujurat : 13 )
Jika kita perhatikan potongan ayat sebelumnya yaitu :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al Hujurat : 13 )
Menjadi jelas bahwa ayat ini tidak menafikan keutamaan nasab karena didalamnya Allah berfirman Bahwa Dia telah membagi manusia kedalam beberapa Syu`ub dan qabilah, sedangkan Syu`ub adalah garis keturunan yang tinggi dan qabilah adalah garis keturunan yang berada di bawah Syu’ub, Ini menunjukkan bahwa keutamaan nasab diakui dalam islam akan tetapi keutamaan tersebut menjadi tidak berarti jika tidak dibarengi dengan ketakwaan, oleh karena itu di akhir ayat tersebut Allah berfirman “.Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu”.
Dalam hadits sendiri banyak sekali isyarat mengenai hal ini, diantaranya adalah perkataan Rasulullah saw :
صحيح مسلم – – (4 / 1782)
إن الله اصطفى كنانة من ولد إسماعيل واصطفى قريشا من كنانة واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم
“Sesungguhnya Allah memilih Bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari kinanah dan memilih Bani Hasyim dari quraisy dan memilih aku dari Bani Hasyim” (HR Muslim)
Hadits Ini menunjukkan keutamaan nasab Quraisy dan Bani Hasyim, dibandingkan dengan suku lainnya jelas keutamaan di sini semata-mata dari segi keturunan saja.
Oleh karena itu tidak benar jika dikatakan bahwa hubungan kekerabatan dengan Rasulullah tidak bisa bermanfaat sama sekali karena Rasulullah saw sendiri pernah bersabda :
المعجم الكبير – (11 / 243)
11621 – حدثنا عيسى بن القاسم الصيدلاني البغدادي ثنا عبد الرحمن بن بشر بن الحكم المروزي ثنا موسى بن عبد العزيز العدني حدثني الحكم بن أبان عن عكرمة عن ابن عباس : أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : كل سبب ونسب منقطع يوم القيامة إلا سببي ونسبي
“Setiap sebab dan nasab akan terputus di hari qiyamat kecuali sebabku dan nasabku”
Ini menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan dengan Rasulullah memiliki manfaat di hari kiamat.
Sumber: Ponpes Anwar Taufiq Malang

kebaikan

Seorang mursyid atau wali itu bertingkat-tingkat seperti analog, ada wali yang bertanggung jawab tingkat RT, ada yang tingkat RW, ada yang kota, …. ada yang dunia, Syekh Nadzim dapat diibaratkan sekjen PBB yang wilayahnya adalah seluruh dunia.
Suatu saat ada seorang jerman bermimpi aneh, ia melihat seorang laki-laki tua bersurban dan berkata “oh my son, try to see me!”, malam pertama ia tidak percaya, malam kedua bermimpi hal yang sama dengan kalimat yang diulang 2x, malam ketiga bermimpi yang sama dengan kalimat berulang 3x. Iapun penasaran bertanya kepada temannya dengan menceritakan detailnya beserta penampilan orang dalam mimpinya. Temannya menyimpulkan bahwa penampilan seperti gambaran tersebut adalah orang turkey, maka cobalah pergi kesana, setelah sampai dibandara turkei, ia bertanya dengan orang sekitar dengan menceritakan mimpinya, orang yang ditemuinya menafsirkan bahwa orang yang engkau cari itu mungkin adalah syekh nadzim yang ada di lefkey, maka terbanglah ke sana, setelah sampai di lefkey ia menanyakan kemana ia harus pergi untuk menemui syekh nadzim, dan beruntung orang yang ditemui juga ingin bertamu ke Syekh nadzim. Berangkatlah mereka bersama, setelah sampai di pekarangan beliau, syekh nadzim menyambut orang tersebut “selamat datang, engkau ke sini, aku sudah menunggumu lama” orang tersebutpun jatuh tersungkur, setelah dibangunkan, mengapa engkau jatuh? Aku belum pernah mengalami ini, selama ini kami dikuasai logika kami, kemudian sang orang tersebut bersyahadat masuk Islam.
Karomah Syekh nadzim yang tidak mengenal batas wilayah salah satunya adalah menolong para penambang chili, yang beliau dapat keluar masuk kedalam tempat tambang yang terkubur, dan mengajarkan kepada mereka bismillah yang mereka baca hingga keluar dari sana dan pergi menemui syekh nadzim ke siprus.
Ada seorang wanita yang orang tuanya beragama kristen dan ia baru masuk Islam, ia menginginkan orang tuanya masuk Islam juga, usut-punya usut ternyata kakeknya adalah seorang muslim, maka diperintahkanlah ziarah dan berdoa untuk leluhurnya dan juga memintakan kepada kakeknya agar mendoakan orang tuanya agar kembali kepada islam.
Suatu saat ketika nabi berjalan, tiba-tiba beliau berhenti di dekat pekuburan orang kafir, kemudian beliau berbicara dengan ahli kubur tersebut. “apakah kalian sudah mengetahui yang haq?” dst …. setelah lwat ada sahabat yang bertanya “wahai nabi, apakah mereka dapat menjawab?” “iya, mereka dapat mendengar, dan menjawab, hanya saja kamu tidak mendengarnya”
Doakan selalu leluhurmu yang sudah meninggal, sehingga kebaikan mereka menetes hingga kita.
Orang yang meninggal dunia itu telah menyaksikan yang haq, ia masih memberikan imbas terhadap orang-orang yang hidup (dengan doanya)
Orang yang meninggal tetap bisa kekal dengan

  1. Sholat Sunnah
  2. Al Qur’an
  3. Tangan yang terulur menolong

Rosululloh tidak Mati, kitalah yang mati.
Beliau berkata bahwa beliau sungguh malu, karena diajari adab oleh seseorang yang baru masuk Islam 3 tahun, suatu saat ketika menghadiri acara Syekh nadzim di inggris, setelah selesai, orang-orang berdesakan berebut ingin bersalaman dengan mawlana, ketika beliau hendak ikut berdesakan, dicegah oleh seseorang yang baru masuk islam, “tidak perlu berdesakan, tidak perlu memperkenalkan diri kepada beliau, beliau sudah mengetahui” dan terkaget setalah Syekh Nadzim berada sekitar 6 meteran dari beliau dan menyapa dengan bahasa Indonesia sambil melambaikan tangan “apa kabar profesor” kemudian berkata “benar wahai … apa yang kamu katakan”.
Suatu saat beliau menghadiri acara Syekh Nadzim, beliau melihat orang berdesakan, berebutan untuk menyalami Mawlana, terbersit di hati beliau “mereka seperti keledai yang tidak punya adab” Syekh Nadzim tiba-tiba berkata “are you can find the donkey?” apakah kamu sudah menemukan keledai itu? Begitu malu beliau akan hal tersebut.
Seorang Wali dapat mencium keharuman (kebaikan) atau kebusukan (keburukan) yang ada di kepala kita.
Menahan diri, menahan hawa nafsu itu adalah bagian dari adab, ketawadhukan (kerendahan hati) merupakan adab yang lebih dalam lagi, menyenangkan orang lain, maslahat untuk orang lain adalah adab yang lebih dalam lagi.
Beliau diajari oleh kakek beliau, setiap ba’da subuh kakek beliau berdzikir hingga jam 7an, tiap beliau hendak berdiri, maka sang kakek memberi uang agar tidak berpindah, setelah selesai dan mendapat uang banyak, beliau diajak keliling desa, menyapa semua orang, bila bertemu dengan anak berbaju lusuh dan kumal, sang kakek mendekati, beliau disuruh memberikan uang yang di sakunya untuk anak tersebut, “kamu ingin hartamu ditambahi oleh Allah? Berrikan uangmu kepadanya”, bila bertemu orang yang lagi memberi makan ternaknya “apakah kamu sudah memberi makan kambingmu?” beliau memberikan keakraban kepada semua orang.
Suatu waktu rombongan yang terdiri dari 41 orang pergi bertamu ke Syekh Nadzim, di suatu kesempatan Syekh Nadzim menemui rombongan “kalian sudah memenuhi adab, kalian datang ke sini dahulu sebelum datang kepada Rosululloh Muhammad saw, rahmat Allah akan turun dari langit, bacalah surat Yasin 1x ketika sampai di kalimat “salamun qoulam min Robbirrohim” dibaca 7x”. Ketika membaca hujan tiba-tiba turun dan Syekh Nadzim ikut berhujan-hujan dengan rombongan.
Mbah Mualif mempunyai tempat suluk berbentuk sumur.
Mbah Joko Sengsoro adalah seseorang yang bersedia menanggung kesengsaraan orang disekitarnya hingga Allah tidak menurunkan kesengsaraan kepada mereka.
ketika hendak diulas silsilah beliau, maka beliau mencegah dan keberatan apabila silsilahnya diselidiki dan dipublikasikan.
Masjid bukan hanya sesuatu yang terbatas oleh tembok.
Ta’mir bukan hanya bertugas untuk mengatur jadwal atau menghitung uang, ta’mir bertugas untuk menjaga kehangantan dan keakraban jama’ah.
Sholat berjama’ah lebih utama dari pada sholat sendirian, 27 derajat, Nabi ketika sholat berjama’ah memerintahkan para sahabat agar menmpelkan tangan dengan jamaah sebelahnya “sentuhlah tangan saudaramu hingga engkau mendengar detak jantungnya” berjamaah bukan seperti orang yang antri di terminal, banyak berjajar tapi tidak saling mengenal, tidak saling bersapa, bersama tapi tanpa jiwa.
Kebaikan kita adalah dalam berjamaah.
Suatu kali ada seorang ibu yang menitipkan anaknya kepada Syekh Abdul Qodir jailani, setelah beberapa waktu, ia menengok putranya, dilihatnya sang putra memakan roti yang keras saja, sedang Syekh Abdul Qodir memakan makanan yang enak-enak, ia pun protes, Syekh kemudian berkata kepada tulang belulang ayam yang telah dimakannya “berdirilah” segera tulang-tulang itu menyatu dan tumbuh daging serta bulu kembali seperti semula, yam itu berkokok berteriak keras mengatakan “lailahaillalloh muhammadarrosululloh syekh Abdul Qodir waliyulloh” beliau berkata kepada sang ibu “bila anakmu sudah dapat seperti ini, maka ia boleh memakan apapun”.
Ada seorang santri yang setia melayani Syekh Abdul Qodir jailani, ia selalu bersiap didepan kamar sang syekh dengan membawa kendi bermullut panjang, untuk mengucurkan air wudlu bagi sang Syekh, suatu ketika ia melihat sang syekh keluar dari kamar langsung keluar dari madrasah, kemudian keluar kota berjalan melintasi gurun, si santri diam-diam mengikuti. Tiba-tba sampai di suatu daerah yang belum pernah dikenalnya, di situ ada sebuah tenda, di dalamnya ada beberapa kursi, dan hanya satu yang kosong. Di dalam ada orang yang mengerang, sang syekh memasuki ruangan dan suara itu telah berhenti, “saudara kalian telah meninggal” kemudian datang seorang tua dengan seorang pendeta, pendeta tersebut kemudian pakian ke pendetaannya dilepaskan kemudian bersyahadat “orang ini akan menjadi pengganti orang yang telah meninggal dunia tersebut” setelah itu beliau kembali dan si santri tetap mengikutinya. Pada saat pengajian ba’da subuh, si santri disuruh membaca kitab, ia pun menjawab “wahay syekh, saya tidak akan membacanya kecuali engkau menceritakan peristiwa semalam” kemudiaan Syekh Abdul Qodir menceritakan dan menerangkan bahwa mereka adalah para wali abdal, orang tua yang membawa pendeta itu nabi khidzir, pendeta itu setelah masuk islam diangkat menjadi wali abdal pengganti orang yang telah meninggal. Beliau berpesan untuk tidak menceritakan kejadian tersebut selama beliau masih hidup.
Catatan Ngaji tanggal 5 September 2015 di KS. Yang saat itu tidak membawa buku maupun bolpoin untuk mencatat, sehingga isinya disesuaikan dengan ingatan dan pemahaman saya kala itu, semoga Irsyad Guru menolong dan mengarahkan, sehingga cahaya tetap terpantulkan melalui catatan ini. amin

MENGAPA AKU MENJADI ORANG YANG MISKIN DAN SELALU MENGALAMI KESULITAN HIDUP, SEMENTARA ORANG LAIN TIDAK

SEBUAH RENUNGAN BAGI KITA BERSAMA
Ada seorang yang miskin dan papa bertanya pada Sang guru bijak
“Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?

Sang guru menjawab;
“Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain”
Orang Miskin:
“Tapi saya tidak punya apapun untuk di berikan pada orang lain?
Sang guru bijak;
“Sebenarnya kamu masih punya banyak untuk kamu berikan pada orang lain”
Orang Miskin:
“Apakah itu hai guru bijak ?”
Sang guru bijak:
1. Dengan mulut yg kamu punya kamu bisa berikan senyuman dan pujian
2. Dengan mata yg kamu punya kamu bisa memberikan tatapan yang lembut
3. Dengan telinga yang kamu punya kamu bisa memberikan perhatian
4. Dengan Wajah yang kamu punya kamu bisa memberikan keramahan
5. Dengan Tangan yang kamu punya kamu bisa memberikan bantuan dan pertolongan pd orang lain yang membutuhkan, dan masih banyak lagi.
“Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin hanya saja tidak pernah mau memberi pada orang lain.”
“Itulah yang menyebabkan orang lain dan alam semesta juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu”
“Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun”
“Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih kamu punya agar orang lain dan alam semesta juga mau berbagi padamu.”
www.ayahkita.com
 

Sensasi akan hilang jika kotoran-kotoran hati, fikiran dan tubuh telah hilang

membaca tanya jawab ini, lumayan sip juga dalam menjelaskan proses penyeimbangan diri. Sbenarnya kita bukan berproses untuk menjadi wah atau wah, tetapi berproses menjadi normal, menjadi seperti semula, menjadi fitrah. Dan dalam menempuh proses tersebut banyak sekali sensasi-sensai yang menghampiri, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan. mungkin penjelasannya tidak islami dan bersifat umum, tetapi ada pelajaran yang bisa diambil.
berikut tanya jawabnya :
—————————————
Cara melepas energi negatif..
T = Met pagi Pak …..tanda dari keseimbangan 4 unsur di internal tubuh itu spt apa sih?
J = Pagi juga mas.., menurutku tanda 4 elemen di dalam tubuh itu dah seimbang.., ya gak berat sebelah.. Lebih tepatnya kita selalu sinkron dg lingkungan kita.. Sinkron itu selaras.. Selaras itu klik.. Klik itu biasa aja.. Ya hidup normal..

T = Oh gitu ya Pak..,akhir akhir ini ko kening dan batok kepala saya sering nyut nyutan.., kalo kemaren2 kan cuma keningnya aja itupun ga sekuat sekarang nekannya ke kepala sekarang kuat banget nekannya keseluruh kepala… rasanya seperti mau klimaks.. tapi ga klimaks2 terus seperti itu…tapi menyegarkan… apakah ini harus di abaikan ato gimana Pak? mohon penjelasannya.,:-)
J = Ya.. Kalo merasa terganggu n menyakitkan kepala.. Istirahat/jeda dulu sebentar mk3nya.. Kalo dah nyaman.. Bisa dilanjut lagi.. Itu tandanya pikiran n tubuh lagi mencari kliknya/sinkronnya.. Yg penting tugas kita sebagai observer/ pengamat sensasi2 tubuh n pikiran kita..
Jika semua kotoran pikiran n tubuh (ini hanya istilahku aja) dah bersih n kinclong.. Lama2 sensasinya akan hilang sendiri.. Pikiran juga akan lebih fokus dg apa yg harus dilakukan.. (Intuisi dah aktif dan tinggal dilatih untuk menggunakannya..)
T = Jadi sensasi itu merupakan mekanisme tubuh membersihkan kotoran ya pak…agar terjadi sinkronisasi….
J = Yups.., kalo mo cepet bersih bisa juga pake cara lepas energi negatif (en) saat mk3..
Misalnya ‘en’ karna patah hati.. Saat mk3 pada fase mengamati pikiran.. Arahkan pikiran kita ke orang (mantan) tsb.dan cukup diniatkan kita mau ketemuan n bicara dgnya.. Setelah pikiran kita dah merasakan kehadiran dia.. Tinggal kita bicara sama dia semua unek2nya….
Indikator sampah2 sakit hati dah bersih.. Bisa dicoba dg cara kita ketemu/sms/telpon/liat fotonya.. Apakah kita masih sakit/kesel dllnya? Kalo masih..
Maka ulangi lagi mk3nya.. Sampai bersih.. Ini berlaku untuk apapun ‘en’ yg mengendap n mengkristal di pikiran kita dari lahir s/d umur saat ini..
T = Ok… Pak…. kalo dibersihkan dg energi kreatif itu gimana Pak?
J = Menurutku intuisi itu adalah energi kreatif.. intuisi membuat kita jadi lebih kreatif.. Apapun problemnya.. Solusi2nya akan bermunculan sendiri.. Solusi2nya selalu sinkron/klik dg problemnya.. Tinggal dicoba dipasangkan n dikerjakan aja solusi2nya.. Jadi kesan yg didapat.. Kita jadi orang yg kreatif.. Penuh dg energi kreatif..
T = Maksud saya Pak apakah energi negatif itu bisa disalurkan dg mengerjkan sesuatu yg lebih bermanfaat gitu Pak…maaf sebelumnya kalo ambigu,:-)
J = Semua energi positif atau negatif bisa disalurkan Mas.., misalnya ‘en’ patah hati..
Biasanya full energi marah.. Bisa disalurkan untuk olah raga (salurkan pd saat tendang bola dll).., atau salurkan dg melukis.., atau salurkan lewat tulisan.
Setelah tersalur.. Kondisi kita akan seimbang n selaras lagi..
T = Yups…maaf Pak nanya lagi.. Menurut Bapak tempat angker/keramat itu apa sih…
J = Suatu daerah yg memiliki/ada energi cukup kuat.. Yg gelombang frekuensinya bisa mempengaruhi pikiran kita..
Perbedaan frek.gelombang energi yg ekstrem itu.. yg ditangkap indera manusia.. Karena gak kasat mata.. Tapi bisa dirasakan panca indera.. Itu yg membuat memori otak kita bekerja ekstra untuk browsing.. mencari tahu n mencocokannya..
Tapi karena hal tsb. asing/aneh.. Maka memori otak mencocokan dg bank data yg ada di folder kumpulan hal2 yg misteri/menakutkan/gak jelas..
Finalnya.. energi yg kuat tersebut diimpresikan.. oleh pikiran kita sendiri.. sesuai bank data memori yg ada di folder tsb.. Tiap orang berbeda2 impresinya.. Jarang bisa sama impresi yg didapatkannya..
Kalo di sini.. Impresinya bisa pocong.., tuyul dkknya.. Kalo di eropa.. Impresinya bisa vampire dkknya.. Impresinya tiap orang n tiap daerah berbeda.. Tergantung pengalaman masing2 yg tersimpan di foldernya tsb..
Energi2 itu.. Gak bisa menyakiti kita.. Dia hanya bisa mempengaruhi aja.. Itupun kalo kita memang mau dipengaruhi..
Jadi.. Gak usah takut.. Ditendang aja Mas..
diambil dari : https://www.facebook.com/285111141652855/photos/a.429412697222698.1073741829.285111141652855/429447133885921/?type=3

Tiket kita ke Surga begitu sederhana dan begitu mudah

Tiket kita ke Surga begitu sederhana dan begitu mudah. Saya tidak mengatakan bahwa saya dapat menjamin kalian, tetapi saya dapat mengatakan bahwa Nabi (s) akan menjamin kalian. Saya dapat mengatakan bahwa Awliyaullah akan menjamin kalian, karena istidlaal, melalui analisis, melalui bukti bahwa Nabi (s) bersabda, begitu mudah, membuat semua orang bergembira. Beliau bersabda,

idza marartum bi riyaadhil jannah, farta`uu
Jika kalian mendapati Taman Surga maka masuklah. Para Sahabat bertanya, “Apakah taman Surga itu ya Rasulallah?” Qaala hilaqu ‘dz-dzikir, beliau menjawab, “Majelis zikir.”
Inilah tiket ke Surga. Jika kalian berada di rumah dan kalian menginginkan Surga di rumah kalian, undanglah 2-3 teman untuk duduk bersama dan berzikir, begitu mudahnya dan begitu sederhana.
Shaykh Hisham Kabbani
sumber : https://www.facebook.com/haqqani.indonesia/posts/10206505227483851

kemuliaan panitia maulid

Habib Munzir bertemu Rasulullah dan bertanya
Ya Rasulullah, apakah Engkau mengenal orang orang yang / crew majelis rasulullah yang berjuang malam di saat orang orang tidur mereka memasang bendera dan lain sebagainya untuk majelis rasulullah dan untuk dakwahmu wahai Rasulullah
Apakah Engkau mengenal mereka ?
Apakah Engkau mau mengetahui siapa siapa mereka ?
Maka Rasulullah berkata:
AKU MENGENAL MEREKA, AKU MENGENAL AYAH BUNDA MEREKA , AKU MENGHAFALKAN, AKU TAU SEMUA NAMA MEREKA DAN AKU TAHU SEMUA NAMA AYAH BUNDA MEREKA
Dan Beliau Habib Munzir bertemu dengan orang tua kru yang sudah meninggal, para orang tua tersebut berpesan
Tolong bimbing anak-anak kami untuk menjadi kru yang baik, karena setiap mereka berjuang dalam majelis ini, pasang umbul2, baleho disaat itu kami para orang tua yang sudah meninggal diberi kesempatan untuk duduk bersama Rasulullah , tetapi jika mereka sedang tidak membantu majelisnya rasulullah, Allah menidurkan kami
Subhnallah
luruskan niat, perkuat ukhuwah

sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1525455931110017&set=a.1389821168006828.1073741829.100009368742463&type=3

HATI-HATI DALAM BERDOA

Si Ting Tong berdoa :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang cuma dengan kipas-kipas saja uang mendatangiku..!
Cliiiing…!!!… tak lama kemudian ia jadi PENJUAL SATE…smile emotikon

Tidak puas dengan itu, dia berdoa lagi :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya
dengan duduk goyangkan kaki bisa dapat rejeki…!
Cliiiing…!!!… kemudian ia jadi PENJAHIT…:
Masih tak puas, dia berdoa lagi :
Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya
dengan duduk diam uang mendatangiku…!
Cliiiing…!!!… 2 jam kemudian ia jadi PENJAGA TOILET umum di TERMINAL.
Ya Tuhan, kali ini jadikan aku yang bisa
memerintah orang kaya ! Jadikan aku hamba-Mu yang bisa mengatur mereka dengan leluasa dan kuasa…!
Cliiiing…!!!… 4 jam kemudian, ia jadi TUKANG PARKIR…X_X
Yaaaaaa Tuhan, mohon sekarang jadikan aku orang yang berwibawa tatapanku disegani orang, setiap yang bertemu denganku merasa sungkan gitu…! :
Cliiiing…!!!…kemudian, ia jadi DEBT COLLECTOR… O…ooo
Ya Tuhan, koq salah melulu… jadikan hamba-Mu ini seorang yang punya banyak pengikut, kemanapun hamba-Mu ini melangkah, pengikutku selalu mentaatiku…!
Cliiiing…!!!…1 hari kemudian, ia ANGON BEBEK…gasp emotikon
Ampuuun salah lagi… Ya Tuhan…..! :(Tolonglah terakhir ini jadikan hamba-Mu ini seorang yang senantiasa dikelilingi para wanita…!
Cliiiing…!!!…3 jam kemudian, ia jadi TUKANG SAYUR KELILING…!!!
 
sumber :https://www.facebook.com/groups/234633159910701/permalink/1081562371884438/
 

Pesantren dan kemandirian

ketika ada seorang santri pesantren bertanya, dan Cak Nun sempat tampak marah.

Inti pertanyaanya, “Cak, saya anak pesantren. Selama ini pesantren kami tidak diperhatikan masyarakat, seperti diacuhkan, tidak dihormati, tidak diperhatikan pemerintah. Menurut panjenengan gimana, Cak”.
Beliau langsung berdiri dan sedikit mendekati santri itu.
Dengan nada lantang, Beliau langsung menjawab,
“Koe santri?… Aku tak tako yo, pemerintah saiki menurutmu apik po ora?…
“Mboten Cak”, jawab santri itu.
“Perasaku, pesantren dari dulu itu dunia yang mandiri.
Gunane ono pesantren,
gunane koe mesantren kui ben koe iso belajar ngormati wong, dudu pengen dihormati wong…..
Koe kok nagih wong liyo, ora nagih awakmu dhewe?…..
Jaremu pemerintah akeh eleke.
Lha, ngopo koe sibuk njaluk perhatian kepada pihak yang menurutmu sendiri akeh eleke?…
Piye kui?….
Ora kiro koe ento sing mbo’ karepke…
Santri kok njalok diperhatikan…prawan po piye koe… Santri kok ngono…
Santri ki merhati’ke,
ora sibuk njalok diperhatike,
ora njalok di hormati.
Hanya orang yang tidak terhormat yang minta dihormati orang lain!……
Ini seharusnya jadi jawaban dan cara berfikir seorang santri.
Aku ngomong ngene iki, mergo aku ki yo santri.
Saiki ra sah nunggu-nunggu wong apik karo koe, sing penting koe apik karo wong…, ngono wae.
Ra sah peduli koe diperhatikan po ora, sing penting koe merhati’ke, ngono wae.
Kui sing mara’ke ngko Pengeran bakal sayang karo koe.
Kui sing tak alami dalam hidup saya.
Kui sing mara’ke wong islam Indonesia ora maju maju.
Akeh ulama-ulama njalok perhatian pemerintaah, ngemis meng bupati meng gubernur…. Iyo ra?….”.
Sontak ribuan orang terdiam semua.
diambil dari : https://www.facebook.com/fz.fuadi/posts/10153298779860003