LUAR BIASA HEBATNYA IMAM SYAFI’I 1200 TAHUN DULU SUDAH MAMPU MENDATA SEMUA HURUF AL QUR’AN

Imam Syafi’e dalam kitab Majmu al Ulum wa Mathli ’u an Nujum dan dikutip oleh Imam Ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhat al Makkiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur ’an diurut sesuai dengan banyaknya:

o Alif : 48740 huruf,
o Lam : 33922 huruf,
o Mim : 28922 huruf,
o Ha’ : 26925 huruf,
o Ya’ : 25717 huruf,
o Wawu : 25506 huruf,
o Nun : 17000 huruf,
o Lam alif : 14707 huruf,
o Ba’ : 11420 huruf,
o Tsa’ : 10480 huruf,
o Fa’ : 9813 huruf,
o ‘Ain : 9470 huruf,
o Qaf : 8099 huruf,
o Kaf : 8022 huruf,
o Dal : 5998 huruf,
o Sin : 5799 huruf,
o Dzal : 4934 huruf,
o Ha : 4138 huruf,
o Jim : 3322 huruf,
o Shad : 2780 huruf,
o Ra’ : 2206 huruf,
o Syin : 2115 huruf,
o Dhadl : 1822 huruf,
o Za’ : 1680 huruf,
o Kha’ : 1503 huruf,
o Ta’ : 1404 huruf,
o Ghain : 1229 huruf,
o Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o Dzal : 842 huruf.
Jumlah total semua huruf dalam Al- Qur ’an sebanyak 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu)📌 Jumlah ini sudah termasuk jumlah Huruf Ayat yang di-nasakh.
Setiap kali kita khatam, kita membaca 1 juta lebih huruf.
1 huruf = 1 kebaikan.
1 kebaikan = 10 pahala.
Kira-kira 10 juta pahala kita dapat jika khatam Quran. Mudah2an ini menjadi motivasi kita untuk terus membaca Qurān dan semoga salah satu pintu Surga untuk pembaca Qurān memanggil kita untuk masuk Surga melaluinya.
Tetapi rahmat Allah dan keberkahan dariNya jauh lebih berharga dibanding jutaan hitungan pahala.
Aamiin ALLAHumma Aamiin
_______________________
(Ustadz Abd Majididd)
sumber: https://www.facebook.com/ceritaparawali/posts/891880690926535

HOAX

Menurut Wikipedia Hoax itu adalah Sebuah pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya. Suatu pemberitaan palsu berbeda dengan misalnya pertunjukan sulap; dalam pemberitaan palsu, pendengar/penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada suatu pertunjukan sulap, penonton justru mengharapkan supaya ditipu. Jadi pengunjung anehdidunia.blogspot, Hoax adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu yang biasanya digunakan dalam forum internet seperti facebook, tweeter, blog, dan yang paling sering adalah di forum Kaskus
Tapi kebanyakan netter yang banyak menggunakan kata hoax justru tak tahu bagaimana sejarah penggunaan kata hoax sendiri, Kata hoax sebenarnya muncul pertama kali di kalangan netter Amerika, kata hoax didasarkan pada sebuah judul film yang berjudul The Hoax,
http://anehdidunia.blogspot.com
The Hoax adalah sebuah film drama Amerika 2006 yang disutradarai oleh Lasse Hallström. yang diskenario oleh William Wheeler, film ini dibuat berdasarkan buku dengan judul yang sama oleh Clifford Irving dan berfokus pada biografi irving sendiri,serta Howard Hughes yang dianggap dianggap membantu menulis. Banyak kejadian yang diuraikan Irving dalam bukunya yang diubah atau dihilangkan dari film, dan penulis kemudian berkata, “saya dipekerjakan oleh produser sebagai penasihat teknis film, tapi setelah membaca naskah terakhir saya meminta agar nama saya dihapus dari kredit film.itu mungkin disebabkan karna plot naskah tak sesuai dengan novel aslinya,  Sejak itu, film hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan, sehingga kemudian banyak kalangan terutama para netter yang menggunakan istilah hoax untuk menggambarkan suatu kebohongan, lambat laun, penggunaan kata hoax di kalangan netter makin gencar. Bahkan kabarnya kata hoax digunakan oleh netter di hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia
===========

HOAX adalah usaha untuk memperdaya orang-orang agar mempercayai sesuatu yang salah adalah benar.
Hoax adalah email peringatan, nasehat palsu, berita bohong atau berita palsu yang biasanya diakhiri dengan himbauan agar menyebarkannya seluas-luasnya!
Hoax beredar di mana saja: email, bulettin friendster, Yahoo Messenger, bahkan SMS.
Dalam urutan ‘penyampah internet’, menurutku hoax berada setingkat lebih parah daripada spam. Orang membuat spam untuk sekedar mencari makan, mungkin untuk anak-istrinya atau keluarganya. Sedangkan orang membuat hoax tak lain hanyalah untuk kepuasan pribadi : berhasil membohongi orang banyak. (Junk mail tergolong sampah jinak).
Membuat hoax tidak menjadikan seseorang mendapatkan keuntungan apapun, kecuali kesenangan semu karena ‘hasil karya’nya beredar luas di internet. Sementara itu, ribuan bahkan jutaan orang yang bekerja pada industry yang berkaitan mengalami kerugian karena productnya tiba-tiba saja tidak laku. Sementara ribuan orang yang lain mengalami kecemasan (fraud) akibat membaca HOAX tersebut. Oleh karena itu dalam menerima informasi hendaknya dilakukan Cross-Check terlebih dahulu terhadap kebenaran isi pesan tersebut, jangan langsung percaya, apalagi langsung memforwardnya & yang paling penting, memakai logika or nalar kita.
Hoax itu bisa juga di SMS, misalnya seperti pada hari raya, lalu anda mendapatkan sms yang berisi kata2 serta dibilang jika tidak melanjutkan memforwardnya maka anda akan terkena sial, tapi jika anda memforwardnya minimal kebeberapa nomor, maka anda akan mendapatkan pahala, lalu disertai kesaksian2 bahwa si A kena sial karena tidak memforward, lalu si B dapet pahala karena memforward & Yang diuntungkan jelas provider karena akan ada rantai bercabang terus menerus.
Hoax tidak harus berhubungan dengan dunia komputer, boleh kesehatan, keuangan, kemanusiaan, atau bahkan tentang cuaca. Bisa jadi yang sepele tapi setiap hari digunakan orang, & tujuannye buat nakut2in orang, ciri2nye yaitu dengan membuat keyakinan pembaca agar seperti beneran & logis contohnye yaitu dengan menggunakan istilah2 ilmiah, mencampurkan informasi yang benar & kebohongannya, memberikan data-data berupa angka, menambahkan alamat kantor berita di internet, memberikan “Solusi” yang ngga kalah gebleknye, menambahkan kata-kata ajaib dengan memberikan kesaksian palsu, & memberikan efek forward misalnye seperti boleh dapet dari millis yang berkaitan, kalangan eksklusif, & atau dari profesional or para ahli. Intinye bikin gossip yang bikin orang pade percaya!
Dewasa ini kita seringkali menerima email yang memperingatkan akan adanya ancaman dari suatu virus komputer, atau warning sejenis lainnya. Namun demikian, seringkali warning ini tidaklah benar adanya, melainkan sekedar ingin membuat orang menjadi cemas dan panik. Warning semacam ini diistilah sebagai “HOAX“. Hoax didefinisikan sebagai berita palsu yang memanfaatkan iktikad baik pembaca, sehingga berita tersebut disebarluaskan sehingga lalu lintas peredaran data di internet menjadi makin padat.
Ciri-ciri :
1. Didistribusikan via email, & seringkali memanfaatkan media mailing list.
2. Isinya berisi pesan yang membuat cemas, panik para pembacanya.
3. Diakhiri dengan himbauan agar si pembaca segera memforwardkan warning tsb. ke forum yang lebih luas.
4. Biasanya pengirim awal hoax ini tidak diketahui identitasnya.
Terus bagaimana donk ?
Ya jika sudah dewasa berarti sudah mampu donk membaca ciri-ciri mana yang HOAX atau bukan ! Jangan percaya sampah.
– See more at: http://senirupa.itb.ac.id/antosan/?page_id=367#sthash.quPyNZv2.dpuf, http://www.anehdidunia.com/2012/06/asal-mula-dan-pengertian-kata-hoax.html

Manfaat Menangis

Banyak yang beranggapan kalau menangis adalah satu hal yang memalukan. Tapi nyatanya, menangis memiliki dampak positif, baik dari segi psikologis maupun kesehatan manusia.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr William H. Frey II, PhD, pakar ilmu saraf dan peneliti tentang air mata menunjukkan, 85 persen wanita dan 73 persen pria merasa kesedihan dan amarahnya berkurang setelah menangis. Frey mengatakan, menangis bukan hanya respon manusia terhadap kesedihan atau frustrasi, melainkan salah satu hal yang menyehatkan. Berikut adalah lima fakta menyehatkan ketika menangis seperti dikutip agingcare.com.
1. Menangis meredakan stres
Stres yang terpendam dapat memicu risiko terkena serangan jantung dan merusak bagian tertentu otak manusia. Menurut Frey, menangis dapat mengurangi risiko penyakit tersebut.
2. Menangis menurunkan tekanan darah
Normalnya durasi manusia saat menangis adalah enam menit. Dari hasil penelitian yang dilakukan, menangis terbukti mampu menurunkan tekanan darah, denyut nadi, dan tubuh seperti mendapat efek terapi ketika menangis.
3. Air mata mampu menghapus racun
Frey mengatakan, bahwa air mata benar-benar dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Menurut dia, bahan kimia yang terbentuk selama stres bisa dikeluarkan melalui air mata.
4. Menangis mengurangi mangan
Menangis juga diketahui mampu mengurangi kadar mangan dalam tubuh manusia. Mangan adalah mineral yang bisa mempengaruhi suasana hati seseorang. Penelitian menemukan, bahwa kandungan mangan 30 kali lebih tinggi terdapat dalam air mata dibanding serum darah.
5. Menangis adalah manusiawi
Dari sekian banyak jenis mamalia yang ada di bumi, hanya manusia yang mengeluarkan air mata sebagai respon stres emosional atau kesedihan. Ekspresi emosional menunjukkan bahwa manusia memiliki perasaan untuk berempati.
SUMBER : http://www.feed.id/article/5-fakta-menyehatkan-ketika-menangis-150525u.html

12 Tradisi di Indonesia dalam Menyambut Bulan Puasa

Di Indonesia, dimana masyarakatnya mayoritas muslim, berbagai acara atau tradisi menyambut Ramadhan banyak digelar di berbagai daerah.
Tentu saja caranya berbeda-beda namun semangatnya tetap sama, yakni merupakan bentuk ucap syukur serta kegembiraan umat muslim akan datangnya bulan puasa.Dalam kalender Islam, bulan Ramadhan akan di awali dengan datangnya bulan Sya’ban. Nah di bulan Sya’ban ini biasanya banyak digelar upacara tradisi menyambut datangnya bulan Ramadhan.berikut ini tradisi menyambut ramadhan dari berbagai daerah di indonesia :
1. Mungguhan

Mungguhan adalah satu kegiatan berkumpul bagi anggota keluarga, sahabat dan bahkan juga teman-teman kita saling bermaaf-maafan sambil menikmati sajian makanan khas untuk kemudian mempersiapkan diri masing-masing dalam menghadapi bulan Ramadhan yang akan datang. Tradisi ini adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang sunda dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Biasanya tradisi ini dilakukan oleh hampir semua golongan masyarakat walaupun dengan cara yang berbeda-beda.
Tetapi intinya tetap satu, yaitu berkumpul bersama sambil menikmati sajian makanan yang disuguhkan.
Inilah tradisi yang biasa dilakukan ditengah masyarakat sunda pada umumnya yang secara turun temurun terus dipertahankan oleh setiap generasi berikutnya.
2. Nyorog

Di Betawi, tradisi “Nyorog” atau membagi-bagikan bingkisan makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua, seperti Bapak/Ibu, Mertua, Paman, Kakek/Nenek, menjadi sebuah kebiasan yang sejak lama dilakukan sebelum datangnya bulan Ramadhan. Meski istilah “Nyorog”nya sudah mulai menghilang, namun kebiasan mengirim bingkisan sampai sekarang masih ada di dalam masyarakat Betawi. Bingkisan tersebut biasanya berisi bahan makanan mentah, ada juga yang berisi daging kerbau, ikan bandeng, kopi, susu, gula, sirup, dan lainnya.
Tradisi “Nyorog” di masyarakat Betawi memiliki makna sebagai tanda saling mengingatkan, bahwa bulan suci Ramadhan akan segera datang, selain itu tradisi “Nyorog” juga sebagai pengikat tali silahturahmi sesama sanak keluarga.
3.Balimau

Tradisi Balimau hampir sama dengan tradisi padusa, yakni membersihkan diri dengan cara berendam atau mandi bersama-sama di sungai atau tempat pemandian.
Tradisi Balimau dilakukan oleh masyarakat Padang, Sumatera Barat. Biasanya tradisi ini dilakukan dari mulai matahari terbit hingga terbenam beberapa hari sebelum bulan Ramadhan.
Mirip dengan “Padusan”, makna dari tradisi Balimau ini berarti melakukan pembersihan diri secara lahir dan batin, agar seseorang siap menjalankan ibadah puasa.
4. Jalur pacu

Di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, masyarakatnya memiliki tradisi yang mirip dengan lomba dayung. Tradisi “Jalur Pacu” ini digelar di sungai-sungai di Riau dengan menggunakan perahu tradisional, seluruh masyarakat akan tumpah ruah jadi satu menyambut acara tersebut.
Tradisi yang hanya digelar setahun sekali ini akan ditutup dengan “Balimau Kasai” atau bersuci menjelang matahari terbenam hingga malam.
5. Meugang

Berbeda dengan lainnya, di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) atau yang akrab disebut dengan kota “Serambi Mekah”, warganya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan menyembelih kambing atau kerbau. Tradisi ini disebut “Meugang”, konon kabarnya tradisi “Meugang” sudah ada sejak tahun 1400 Masehi, atau sejak jaman raja-raja Aceh.
Tradisi makan daging kerbau atau kambing ini biasa dilakukan oleh seluruh warga Aceh. Bahkan jika ada warga yang tidak mampu membeli daging untuk dimakan, semua warga akan bergotong-royong membantu, agar semua warganya dapat menikmati daging kambing atau kerbau sebelum datangnya bulan Ramadhan.
Tradisi “Meugang” biasanya juga dilakukan saat hari raya Lebaran dan Hari Raya Haji.
6. Padusan

Lain daerah pasti lain pula tradisinya, masyarakat di Klaten, Boyolali, Salatiga dan Yogyakarta biasa melakukan upacara berendam atau mandi di sumur-sumur atau sumber mata air ditempat-tempat kramat. Tradisi ini disebut “Padusa” yang bermakna agar jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan ibadah puasa bersih secara lahir dan batin.
Selain itu juga bermakna sebagai pembersihan diri atas segala kesalahan dan perbuatan dosa yang telah dilakukan sebelumnya.
7. Dugderan

Tradisi “Dugderan” ini berasal dari kota Semarang, Jawa Tengah. Nama “Dugderan” sendiri berasal dari kata “Dug” dan “Der”. Kata Dug diambil dari suara dari bedug masjid yang ditabuh berkali-kali sebagai tanda datangnya awal bulan Ramadhan. Sedangkan kata “Der” sendiri berasal dari suara dentuman meriam yang disulutkan bersamaan dengan tabuhan bedug.
Tradisi yang sudah berumur ratusan tahun ini terus bertahan ditengah perkembangan jaman. biasanya digelar kira-kira 1-2 minggu sebelum puasa dimulai. Karena sudah berlangsung lama, tradisi Dugderan ini pun sudah menjadi semacam pesta rakyat. Meski sudah jadi semacam pesta rakyat –berupa tari japin, arak-arakan (karnaval) hingga tabuh bedug oleh Walikota Semarang–, tetapi proses ritual (pengumuman awal puasa) tetap menjadi puncak dugderan.
Untuk tetap mempertahankan suasana seperti pada jamannya, dentuman meriam kini biasanya diganti dengan suara-suara petasan atau bleduran.
Bleduran terbuat dari bongkahan batang pohon yang dilubangi bagian tengahnya, untuk menghasilkan suara seperti meriam biasanya diberi karbit yang kemudian disulut api.
8. Dandangan (Kudus, Jawa Tengah)

Perayaan tradisi ‘Dandangan’ merupakan sebuah tradisi di kota Kudus yang diadakan menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan. Dandangan merupakan pasar malam yang diadakan di sekitar Menara Kudus, sepanjang jalan Sunan Kudus, dan meluas ke lokasi-lokasi di sekitarnya. Pada tradisi dandangan ini diperdagangkan beraneka ragam kebutuhan rumah tangga mulai dari peralatan rumah tangga, pakaian, sepatu, sandal, hiasan keramik, sampai dengan mainan anak-anak serta makan dan minuman.
Tradisi ini sudah ada sejak 450 tahu yang lalu atau tepatnya zaman Syeh Jakfar Shodiq (Sunan Kudus). Pada saat itu, setiap menjelang bulan puasa, ratusan santri Sunan Kudus berkumpul di Masjid Menara menunggu pengumuman dari Sang Guru tentang awal puasa. Para santri tidak hanya berasal dari Kota Kudus, tetapi juga dari daerah sekitarnya seperti Kendal, Semarang, Demak, Pati, Jepara, Rembang, bahkan sampai Tuban, Jawa Timur. Karena banyaknya orang berkumpul, tradisi ‘Dandangan’ kemudian tidak sekadar menunggu pengumuman resmi dari Masjid Menara tentang awal puasa, tetapi juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di lokasi itu.
9. Malamang (Sumatra Barat)

Masih di Sumatra Barat, ada sebuah tradisi lain yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan. Di sini, masyarakat berkumpul dan bergotong royong membuat nasi lemang pada ruas-ruas bambu yang telah dipotong-potong.
Tradisi ini biasanya dilakukan dua hari menjelang Ramadhan. Dan hasil lemang yang dimasak tadi akan dijadikan hantaran ke rumah mertua sebagai permohonan maaf.
10. Megengan (Surabaya, Jawa Timur)

Di Surabaya, menjelang Ramadhan ada tradisi yang disebut ‘Megengan’. Konon, tradisi ini dimulai dari kawasan Ampel, di sekitar Masjid Ampel, Surabaya. ‘Megengan’ ditandai dengan makan apem, semacam serabi tebal berdiameter sekitar 15 senti, dibuat dari tepung beras. Apemnya nyaris tawar, seperti kue mangkok yang dipakai warga keturunan Tionghoa untuk sembahyangan menjelang Imlek.
Diduga nama apem atau apam berasal dari kata afwan dalam bahasa Arab yang berarti maaf. Tradisi makan apem ini untuk memaknai permintaan maaf kepada sesama saudara, kerabat, dan teman. Sebetulnya, yang terjadi bukanlah sekadar tradisi makan apem, melainkan melaksanakan selamatan atau tahlilan dengan hidangan apem dan pisang raja untuk mendoakan arwah saudara dan kerabat yang telah meninggal, sekaligus minta maaf. Setelah tahlilan, apem dan pisang dibagikan kepada semua keluarga dan tetangga.
11. Nyadran (Jawa)

Biasanya dilakukan setiap hari ke-10 pada bulan Rajab. Acara diawali dengan doa bersama (tahlil) yang dipimpin sesepuh dusun setempat. Dalam doa itu mereka bersama-sama memanjatkan doa untuk kakek, nenek, bapak, ibu, serta saudara-saudara mereka yang sudah meninggal.
Seusai berdoa, semua warga lantas menggelar genduren (kenduri) atau makan bersama di sepanjang jalan yang telah digelari tikar dan daun pisang. Tiap-tiap keluarga membawa makanan sendiri. Uniknya, makanan yang dibawa harus berupa makanan tradisional, seperti ayam ingkung, sambar goreng ati, mangut, urap sayuran dengan lauk rempah, perkedel, tempe tahu bacem, dan lain sebagainya.
‘Nyadran’ atau ‘Sadranan’ berasal dari kata Sodrun yang artinya gila atau tidak waras. Pada masa sebelum datangnya walisongo, masyarakat di Pulau Jawa banyak yang masih menyembah pohon, batu, bahkan binatang, dan itu dianggap tidak waras.
Ketika itu mereka menyembah sambil membawa sesaji berupa makanan dan membaca mantra-mantra. Kemudian datang para walisongo yang meluruskan bahwa ajaran mereka salah, yang wajib disembah hanya Allah SWT.
Mantra-mantra yang dibaca lantas diganti dengan doa-doa menurut ajaran Islam. Sedangkan sesaji diganti berupa makanan yang bisa dimakan oleh warga.
12. Perlon Unggahan (Banyumas, Jawa Tengah)

Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat di Banyumas akan mengadakan syukuran besar-besaran yang disebut ‘Perlon Unggahan’. Aneka macam masakan tradisional disajikan, di antaranya daging serundeng sapi dan sayuran berkuah yang wajib dihidangkan. Kedua menu tersebut uniknya harus disajikan oleh para pria dewasa, dan jumlahnya harus 12 orang. Atau jumlah orang bisa disesuaikan dengan kambing atau sapi yang dikorbankan.
sumber : https://fahmialinh.wordpress.com/2015/06/04/12-tradisi-di-indonesia-dalam-menyambut-bulan-puasa/
 

Gusdur yang Mahfudz

Edisi HAUL GUSDUR 26 desember 2016.
==========================
Jika Rasulullah SAW itu ma’shum (terlindungi dari berbagai maksiat), maka para wali Allah itu mahfudz (terjaga dari berbagai maksiat). Allah mengganti mujahadah (usaha keras) mereka -dalam mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah (pada awalnya)-, dengan hadiah penjagaan Allah (pada akhirnya).

Berikut, Kisah Gus Dur dan rombongan ketika berada di Australia. Mereka hendak menghadiri sebuah undangan, terkait dengan jabatan Gus Dur -yang saat itu menjadi ketua umum PBNU-. Karena acara diselenggarakan selama beberapa hari, mereka diinapkan di sebuah hotel.
Di suatu pagi, Gus Dur bersama rombongan telah berada di depan meja makan. Mereka akan sarapan dengan hidangan yang telah disediakan oleh pihak hotel. Ketika Gus Dur akan menyantap sebuah daging, beliau tidak langsung memakannya, tetapi beliau menciumnya terlebih dahulu. Tiba-tiba beliau berkata, “ini jangan dimakan, ini daging babi”. Rombongan pun segera mencarikan makanan lain yang jelas-jelas halal.
H sulaiman -asisten Gus Dur yang menemaninya sejak tahun 1986- menuturkan bahwa Gus Dur sangat menjaga makanan yang halal. Ketika mengetahui sopirnya meminum segelas minuman yang mengandung kadar alkohol ringan, beliau menegurnya dengan keras, “kayak nggak ada minuman lain aja”. Dalam sebuah kesempatan -ketika menghadiri undangan di Perancis- Gus Dur juga pernah disuguhi sebuah anggur putih, dengan halus Gus Dur pun menolaknya.
Dalam kondisi apapun seorang hamba Allah akan menjaga agar setiap makanan yang masuk ke dalam perutnya adalah makanan yang benar-benar halal. Bahkan ketika orang-orang awam tidak mengetahui bahwa itu adalah daging yang haram, bi idznillah beliu bisa mengetahuinya, tentu saja atas ijin Allah SWT. Laa haula walaa quwwata illa billah. KISAH GUS DUR
.Ini kasus yang cukup membingungkan kepala. Kala itu KH. Abdurrahman Wahid masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. Beliaulah orang yang meresmikan dan melegalkan Konghucu menjadi agama yang sah dan resmi di Indonesia. Padahal sebelumnya, selama rezim orde baru berdiri di atas negeri ini, kaum Tionghoa tidak bisa bergerak bebas. Begitu terkekang dan serba terbatas dalam melakukan gerak gerik. Ada sebuah rahasia menarik yang kita, manusia biasa tidak akan menyadarinya, dan hanya manusia super cerdas seperti Gus Dur-lah yang bisa melakukannya.
.
KH. Marzuki Mustamar memulai kisahnya dari maraknya Kristenisasi yang terjadi kala itu. Kaum missionaris bergerak mengkristenkan umat Islam yang fakir. Mereka membeli imannya hanya dengan makanan dan materi. Para missionaris itu bisa memiliki kuasa atas keimanan para fuqara’ tersebut lantaran banyaknya uang yang tersumbang kedalam gereja. Dana terbesar dari gereja bersumber dari sumbangan bos-bos Tionghoa, seperti bos pemilik Djarum, bos Sampoerna, dan lain sebagainya, karena mereka semua agamanya Kristen, padahal etnis mereka dari Tionghoa. Singkat cerita, ketika Gus Dur menjadi Presiden RI, beliau membuka dan meresmikan agama Konghucu di Indonesia. Imbasnya, pemasukan gereja pun berkurang drastis. Disebabkan para bos-bos Tionghoa berpindah aliran, dari Kristen menjadi Konghucu. Akhirnya arus deras Kristenisasi bisa diredam oleh Gus Dur. Subhanallah!
.
Fakta menarik lainnya, di dataran Cina sudah terdapat banyak penduduk Muslim. Konon penduduk Muslim tersebut sudah mencapai 20%. Kita ambil contoh, apabila jumlah penduduk Cina mencapai 1,3 milyar jiwa, bisa anda bayangkan berapa jiwa jumlah penduduk Muslim dari 20%-nya! Mirisnya, saudara-saudara kita yang ada di Cina tidak bisa bebas beribadah seperti kita disini, karena pemerintahan mereka adalah komunis dan blom meresmikan islam. Untuk pergi Haji ke Baitullah, merupakan hal yang mustahil bagi warga Muslim di Cina. Dan Gus Dur tahu ada banyak Muslim disana! Subhanallah. Kemudian Gus Dur melobi pemerintahan RRC,” Hei, etnismu Tionghoa disini telah resmi di undang undang sudah kami bebaskan dalam beragama dan menganut kepercayaannya. Sekarang kami minta timbal balik yang pantas. Bebaskan saudara-saudara seiman kami disana dalam beribadah!” begitu kira-kira. (Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan ta’dzim, penulis mohon maaf atas bahasa yang kurang sopan, karena sebatas ini penulis bisa memberikan gambaran yang kami tangkap) Maka pemerintah Cina pun mengabulkan permintaan dari Gus Dur meresmikan islam agama resmi dalam undang undang RRC. Jumlah penganut kepercayaan Konghucu di indonesia tidak lebih dari 2 juta jiwa. Berarti, 260 juta jiwa muslim di china ditukar dengan 2 juta jiwa, bukankah kyai kita ini super cerdas? Hanya hati kitalah yang hobi prasangka buruk sehingga menuduh yang tidak-tidak kepada beliau.
.sumber : https://www.facebook.com/groups/172176142176/permalink/10153720239172177/

Bagaimana Sahabat Menghafal AL Qur’an?

Imam Ahmad meriwayatkan dari Rasul ﷺ telah berkata mengenai “apa yang terjadi ketika ilmu hilang”. Salah satu sahabat bertanya “Wahai Rasul ﷺ, bagaimana bisa Ilmu akan hilang ketika kami telah mempelajari Qur’an dan dan kamipun mengajarkannya pula kepada anak-anak kami dan mereka akan terus mengajarkannya kepada keturunannya masing-masing?” Rasul ﷺ menjawab “Aku pikir engkau seorang yang terpelajar di Madinah. Tidakkah engkau lihat bahwa penganut agama lain pun tidak mendapat manfaat walaupun mereka mempunyai Kitab di sisi mereka?”

Hadist ini menjelaskan bahwa tanpa mengamalkan Qur’an, sekedar membacanya menjadi sia-sia. Jika kita mengetahui isi Al Qur’an tapi tidak mengamalkannya, itu bagaikan keledai mengangkut buku-buku sebagai beban yang tanpa manfaat.
Bagaimanakah para Sahabah mempelajari Al Qur’an? jika kita mengambil salah satu contoh adalah Abdullah ibnu Umar ra, Beliau membutuhkan waktu 14 tahun untuk menghafal Surat Al Baqarah saja. Beliau sangat berbahagia ketika selesai menghafalnya kemudian merayakan dengan memotong seekor unta dan mengundang orang-orang untuk merayakannya.
Abdullah bin Umar ra adalah termasuk Sahabah Rasul ﷺ dan Al Qur’an diturunkan dengan bahasa ibunya. Dan beliau juga adalah seorang ulama terkemuka. Lalu mengapa dibutuhkan waktu hingga 14 tahun untuk menghafal satu surat saja? sementara oleh banyak orang saat ini dengan mudah bisa dihafalkan dalam hitungan bulan saja.
Ternyata para Sahabah ketika mempelajari Al Qur’an, mereka hanya akan mengambil 10 ayat saja. Kemudian mereka akan menggali dari 10 ayat ini berbagai aspek ilmu, Iman, halal-haram di dalamnya. Mereka lalu menghafalkannya dan mempraktekannya dalam kehidupan mereka. Mereka tidak akan pindah ke 10 ayat berikut hingga cara hidup mereka selaras dengan 10 ayat pertama. Al Qur’an menjadi hidup dan bagian alami bagi diri mereka, inilah pengetahuan yang tidak akan hilang dan menjadi sia-sia.
~ Shaykh Prof. Dr. Gibril Fouad Hadad
SUMBER : https://www.facebook.com/groups/ThoriqahSarkubiyah/permalink/1186050064755799/

Menjadi Waliyullah Sebab Memandang Waliyullah

Suatu ketika seorang lelaki yang sejak muda selalu bermaksiat dan bergelimang dosa berjalan melewati rumah seorang waliyullah.
Ia melihat pintu rumah sang wali terbuka. Tiba-tiba terlintas dalam hatinya untuk berhenti sejenak. Ia berkata dalam hati, “Tubuhku ini sejak diciptakan Allah selalu bermaksiat, Sedangkan sang wali itu, tubuhnya sejak diciptakan Allah selalu taat. Aku ingin memandang tubuh yang taat itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, semoga berkat pandanganku ini kelak di hari kiamat aku memperoleh pertolongannya (syafa’atnya).
Ia pun menghentikan langkahnya. Saat itu sang syeikh sedang berdiri di depan pintu. Lelaki pendosa itu lalu memandang sang syeikh dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan berharap berkah.
Setelah puas ia pergi tanpa berkata sepatah katapun.
Di tengah jalan lelaki itu bertemu dengan salah seorang murid sang syeikh tadi.
“Mengapa kau pergi meninggalkannya?” tanya si murid.
“Aku hanya ingin menatapnya. Kukatakan pada diriku semoga tubuh yang taat itu memberi syafa’at kepada tubuh yang suka maksiat ini”
Lelaki itu pun melanjutkan perjalanannya. Sementara si murid menemui sang syeikh dan bertanya,
“Apakah tadi ada seorang lelaki datang menemuimu?”
“Ya, ia berhenti di pintu kemudian pergi begitu saja” jawab sang syeikh.
”Aku tadi juga melihatnya. Kutanyakan mengapa ia berbuat demikian, ia lalu menjelaskan alasannya,” kata si murid sambil menceritakan alasan si lelaki.
“Benarkah ia berkata demikian!?”
“Benar”
“Kalau demikian, tidak ada yang pantas membawa sir-ku kecuali dia.
Panggillah dia!”
Si murid bergegas pergi mengejar lelaki itu sampai ia mendapatinya di pasar.
“Cepat kemari, kau akan memperoleh sesuatu tanpa harus bersusah payah” ajak si murid.
Sang syeikh kemudian menjadikan lelaki tersebut murid khususnya dan memberikan sir kepadanya. Lelaki itu akhirnya menjadi kholifah sang syekh dan menggantikan kedudukannya untuk mendidik murid-muridnya.
Hikmah yang bisa dipetik dari kisah diatas adalah :
1. “Al madad biqodril Masyhad” besar kecilnya pemberian itu tergantung cara pandangnya. Para sahabat setiap detiknya mendapat maqam yang tinggi dengan memandang wajah Rasulullah Saw. Sedangkan Abu Jahal hanya memandangnya sebagai anak yatim biasa.
2. Jika mampu, Jadilah orang Alim! Jika tak mampu, Jadilah Pelajar Ilmu! Jika juga tak mampu, cukup Sayangi mereka! Jika masih tak mampu, Jangan Musuhi mereka !!
Semoga bermanfaat..

sumber : https://www.facebook.com/groups/172176142176/permalink/10153667102437177/

mengapa kita merayakan maulid nabi saw?

sebelumnya, kita patut bertanya, mengapa kita berfoto selfie?

karena kita ingin mengabadikan moment tersebut, ingin mempunyai bukti atas kenangan tersebut, untuk mengenangnya di saat yang lain.

analog dengan itu, mengapa kita merayakan maulid nabi saw?

sangat pantas sebagai seorang muslim ingin mengabadikan saat-saat kelahiran nabinya muhammad saw, bergembira atas kelahiran beliau

sangat pantas sebagai muslim kita menandai bulan kelahiran Nabi saw, untuk melestarikan, untuk mengingatkan kepada muslim berikutnya, di bulan ini lah Nabi saw telah dilahirkan. bukti bahwa nabi benar adanya, bukan hanya mitos atau dongeng.

sangat pantas sebagai seorang muslim untuk mengenang, merasakan kembali kegembiraan apa yang dirasakan alam kala itu dalam menyambut Rosululloh saw, bagaimana kecintaan para sahabat kepada beliau. Jarak dan waktu yang jauh bukan hambatan bagi hati kita. Jauh di mata-> dekat di hati, semoga kita menjadi golongan yang melihat Rosululloh dan dekat dengan Rosululloh saw, dekat di mata, dekat di tangan, dekat di fikiran, dekat di hati, dekat tanpa sekat.

Amin

Habib Umar bin Hafidh, Ulama Tawadhu Yang Hapal Lebih Dari 100 Ribu hadits

Sebelum membahas hal ini mungkin ada baiknya jika kita mengetahui dulu gelar tingkatan-tingkatan dikalangan ahli hadits. Sebagaimana di militer ada tingkatan kepangkatan seperti Jenderal, Letnan Jenderal, Mayor Jendral, Kopral, dsb. Dikalangan Ulama Hadits pun terdapat gelar-gelar yang berbeda, sesuai dengan jumlah hadits yang dihapal oleh masing-masing ulama.
Berikut tingkatan dan gelar ulama hadits :
1. Al Hafidh (Al Hafidz) : Adalah gelar untuk ulama yang sudah hapal hadits lebih dari 100.000 hadits beserta sanad dan matannya, di zaman dahulu ada banyak ulama yang mencapai derajat ini, namun dijaman sekarang sudah sangat langka.
2. Al Hujjatul Islam : Adalah gelar untuk ulama yang sudah hapal lebih dari 300.000 hadits beserta sanad dan matannya, ulama-ulama yang sudah mencapai derajat ini diantaranya Imam Ghazali, Imam Ibnu Hajar Al Asqalani, Imam Nawawi, dan masih banyak lagi. Namun dizaman sekarang sepertinya sudah tidak ada lagi ulama yang mampu mencapai derajat ini.
3. Al Hakim : Adalah gelar untuk ulama yang sudah hapal lebih dari 400.000 hadits beserta sanad dan matannya.
4. Al Huffadhudduniya (Al Huffadh) : Adalah gelar untuk ulama yang mampu menghapal lebih dari 1.000.000 (satu juta) hadits beserta sanad dan matannya. Ulama yang mencapai derajat ini adalah Imam Ahmad bin Hambal, murid dari Imam Syafii.
Itulah gelar-gelar bagi ulama hadits sesuai dengan jumlah hadits yang di hapalnya. Dari sini kita menjadi kagum, betapa jenius dan briliannya para ahli hadits ini dan betapa luasnya pemahaman mereka tentang hadist Rasul saw.
Perlu diketahui, yang dimaksud hapal hadits disini bukanlah hanya hapal matannya saja (Rasulullah saw bersabda :…), bukan dari situ, namun juga harus mampu hapal dengan nama-nama perawi di rantai sanadnya (dari fulan yang mengabarkan dari fulan, dari fulan, dari fulan, dst sampai kepada Rasulullah), juga hapal tahun lahir perawinya, keadaan hidupnya, asalnya dsb. Sedangkan satu hadits yang pendek saja, bisa menjadi dua halaman bila disertai hukum sanad dan hukum matannya. Demikianlah penjelasan singkat mengenai gelar-gelar para ahli hadits.
Kembali kepada topik, yaitu tentang Al Habib Umar bin Hafidh. Beliau adalah salah satu ulama yang mampu mencapai derajat Al Hafidh di abad ini. Ya, beliau hapal 100.000 hadits lebih beserta hukum-hukum sanad dan matannya secara keseluruhan. Untuk mencapai derajat Al hafidh di abad 21 ini bukanlah perkara gampang. Dimana jumlah hadits diatas muka bumi yang bertebaran di kitab-kitab jika di kumpulkan tidak mencapai 100.000 hadits!. Artinya jika kita berusaha mengumpulkan seluruh buku hadits yang ada sekarang, jumlah keseluruhan haditsnya tak akan mencapai 100 ribu hadits. Kita lihat, misalnya, Kitab Shahih Bukhari haditsnya berakhir di nomor 7.124 (jika ada pendapat lain pun jumlahnya tidak akan jauh dari angka tsb), Kitab Shahih Muslim berakhir di hadits no 3.033 (sebagian pendapat mengatakan sekitar 5000an), Sunan Abu Daud memuat sekitar 5.000an hadits, Sunan Tirmidzi memuat sekitar 4000an hadits, Sunan An Nasa’i memuat sekitar 5000an hadits, Sunan Ibnu Majah sekitar 4.300an hadits, Shahih Ibnu Hibban sekitar 3.000an hadits, Al Muwatha’ Imam Malik sekitar 1.600an hadits, Musnad Ahmad bin Hanbal sekitar 27.000an hadits, mungkin masih terdapat puluhan kitab hadits lainnya, namun jika di kumpulkan semua, Insya Allah tidak mencapai 100.000 ribu hadits, siapa pula yg mampu di zaman itu menulis semua hadits?. Jadi bagaimana caranya seseorang bisa menghapal sebanyak 100.000 hadits di zaman ini? sedangkan jumlah semua hadits di kitab-kitab tidak sampai 100.000 hadits?. Selain menghapal semua hadits yang sudah tertulis di kitab, tentu saja harus diteruskan untuk menghapal hadits yang belum dibukukan, cara ini hanya bisa di dapatkan dengan jalan berguru kepada ulama hadits yang menyimpan hadits yang mungkin didapatkan dari guru-gurunya, gurunya dapat dari guru dari gurunya, dst hingga kepada Rasulullah saw, namun mungkin hadits tersebut belum pernah dibukukan.
Demikianlah Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidh, beliau mampu mencapai derajat Al Hafidh di zaman ini. Dalam kehidupan sehari-hari, hampir disemua gerak-gerik dan penampilan beliau berdasarkan sunnah dan ada landasan haditsnya. Mulai dari cara berpakaian, cara duduk, cara berjalan, cara makan, cara tidur, cara minum, cara berbicara, sampai kepada kegiatan sehari-hari beliau hampir sama dengan cara Rasulullah saw. Jadi jika kita misalnya suatu kali melihat cara duduk beliau dengan gaya A, lalu kita cari-cari dihadits apakah Rasulullah pernah duduk dengan gaya semacam itu? pasti kita akan menemukannya, ternyata ada, dan memang Rasulullah pernah melakukan duduk dengan gaya seperti itu.
Selain digelari Al Hafidh, beliau juga memiliki gelar Al Musnid, beliau digelari Al Musnid, didasarkan karena setiap menyebut hadits, beliau mampu ataupun hafal menyebut sanadnya hingga Nabi SAW atau kutubusshahih diluar kepala tanpa melihat catatan apapun.
Maka tidak berlebihan jika di bilang beliau adalah kitab hadits yang berjalan, karena hampir dari semua gerakan dan kegiatan yang beliau lakukan selalu berdasarkan sunnah, ada landasannya. Meski begitu beliau adalah ulama yang sangat tawadhu. Beliau sangat malu jika gelar Al hafidh beliau disebut. Allah Yarham Habib Munzir Al Musawa pernah menceritakan jika Sang Guru, Habib Umar bin Hafidh, pernah memberikan teguran agar tak lagi menyebutkan gelar Al Hafidh didepan namanya.
Habib Munzir bercerita “beliau (Habib Umar bin Hafidh) di usia sebelum 20 tahun sudah hafal 20 ribu hadits, dan meneruskan hingga selesai ke 100 ribu hadits, namun saat kunjungan beliau kemarin, beliau menegur saya untuk tidak menyebutkan gelar Alhafidh pada nama beliau, demikian rendah dirinya Guru Mulia kita ini, tidak suka gelarnya disebut, padahal kini untuk masuk pesantren beliau di Darulmustafa syaratnya mestilah hafal Alqur’an dan dua ribu hadits berikut sanadnya.”.
beliau (Guru Mulia Habib Umar bin Hafidh) melarang saya menampilkan nama beliau dengan gelar Alhafidh, karena jika seluruh hadits riwayat para muhaddits seperti Imam bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, dll dipadu, belum mencapai 100.000 hadits. Guru Mulia (Habib Umar) mencapai Alhafidh dari kumpulan hadits sanad musalsalah yang sudah tidak sempat / belum tercetak, masih berupa tulisan tangan ulama terdahulu, maka beliau tidak mau gelar itu ditampilkan. bagaimana tidak, kini masuk menjadi santri beliau harus hafal 2000 hadits dan hafal Al-Qur’an, dan dulu saya selalu menyebut gelar beliau dg Al Hafidh, (namun) beliau diam saja, namun setelah MR (Majelis Rasulullah) membesar, maka beliau melarang saya menyebut itu karena malu dan adab.”
Subhanallah, begitulah ketawadhuan Habib Umar.

Habib Umar di makam Habib Munzir

Secara garis keturunan, Habib Umar bin Hafidh merupakan keturunan Rasulullah saw dari jalur Sayyidina Hussein bin Ali. Silsilahnya : Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abi Bakr bin Aidarous bin al-Hussain bin Syeikh Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladawilah bin Ali bin Alwi Al Qhoyyur bin Muhammad Faqih Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbat bin Ali Kholiqul Qasam bin ‘Alawi bin Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Ubaidallah bin Ahmad Al-Muhajjir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin As-Sajjad bin Sayyidina Hussein anaknya Sayyidatuna Fatimah Azzahra binti Rasulullah saw.
KETAWADHU’AN ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ
Guru Mulia Al Hafidh Al Habib Umar bin Hafidh beliau pernah Berkata : “Tidaklah aku berdiri dihadapan orang-orang untuk mendakwahi mereka kecuali aku meyakini bahwa mereka lebih baik dan lebih mulia dariku, dan tidaklah aku berdiri dihadapan mereka kecuali aku mengharapkan berkah pandangan mereka dan berkah doa-doa mereka” (Demikian Wahai Saudara/i ku ke Tawadhu’an Guru Mulia kita Al Habib Umar bin Hafidz, padahal Beliau memiliki Hafalan Hadits lebih dari 100 Ribu Hadits beserta sannad dan Hukum matannya.. Dan Sungguh orang-orang yang Hafal 100 Ribu Hadits beserta sannad dan Hukum matannya , di Akhirul Zaman ini sudah bisa di hitung jari (Maksudnya , sudah Jarang), maka beruntunglah kalian yang pernah berjumpa dan mendapatkan kalam-kalam dari untaian mutiaranya.
Beliau sering sekali mengunjungi Indonesia dan sering menghadiri acara dzikir akbar di monas yang diselenggarakan oleh Majelis Rasulullah, terutama pada bulan Muharram.

Habib Umar bin Hafidh saat menyampaikan tausiyah didepan ratusan ribu jamah di monas

Habib Umar bin Hafidh memiliki banyak murid dari seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Murid tertinggi beliau adalah Habib Ali Al Jufri. Murid-murid beliau di Indonesia adalah Habib Munzir Al Musawa, Habib Jindan, dan banyak lagi. Sedangkan Habib Munzir dan Habib Jindan juga memiliki banyak murid di Indonesia.
Lebih jauh tentang beliau :  Mengenal Al Habib Umar bin Hafidh
Fanspage beliau di facebook : Fans Page Habib Umar bin Hafidh
wallahua’lam

ziarah wali

Ilmu dari bis lagi, hehe ……..
ziarah, mengunjungi seorang Wali baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal, harus tetap memperhatikan adab mengunjugi wali.
Bila hendak mengunjungi pejabat atau orang lain, maka yang terpenting adalah “tata krama dhohir”, memakai pakaian sopan, tata bahasa diatur, dll, kalau perlu bawa oleh-oleh untuk membahagiakannya.
tetapi untuk mengunjungi wali, ziarah wali, selain tata krama dhohir pentng tapi yang lebih penting adalah “tata krama batin”, membawa ketulusan, keikhlasan, ketawadluaan.
ini bukan berarti tidak memperhatikan Dhohir, karena Dhohir adalah cerminan dari batin, “batin yang baik yang termanifestasikan ke tampakan luar”
Teringat ziarah kemarin ketika di makam KH Dalhar dengan guru MA SMK Tanada berseta keluarganya. Hati terhenyak, tertegun karena melihat beberapa santriwati yang dikala itu berziarah, kemudian setelah selesai, mereka keluar dengan berjalan dengan lutut mereka hngga pintu keluar kemudian baru berdiri dan berjalan. Wow menurut saya, penghormatan luar biasa kepada seorang wali (walau beliau secara jasadiyah telah meninggal). Saya masih belum segitunya, menunjukkan betapa buruk akhlak ini … hmmmm.
ketika ngetik ini juga teringat biografi dari Habib Munzir,  “beliau sering pula berziarah ke Luar Batang, makam Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus. Suatu ketika beliau datang kesana dan lupa membawa kopiah, karena datang langsung dari Cipanas. “Ya Allâh, aku datang sebagai tamu seorang wali-Mu. Tak beradab jika aku masuk ziarah tanpa berkopiah, tapi uangku pas pasan, dan aku lapar. Kalau beli kopiah, aku tak makan, dan ongkos pulangku kurang,” demikian hati beliau mengucap saat itu.
Akhirnya beliau memutuskan membeli kopiah. Pilihannya yang berwarna hijau, karena itu yang termurah saat itu di emperan penjual kopiah. Usai membelinya dan masuk berziarah, sambil membaca Ya-Sin untuk dihadiahkan kepada shahibul maqam, ia menangisi kehidupannya yang penuh dengan ketidakmenentuan, mengecewakan orangtua, sering menghindar dari lingkungan yang terkadang mencemoohnya, “Kakak kakakmu semua sukses, ayahmu lulusan Makkah dan juga New York University. Kok anaknya centeng losmen…”
Dalam tangisan itu, hati beliau kembali berucap, “Wahai wali Allah, aku tamumu, aku membeli peci untuk beradab padamu, hamba yang shalih di sisi Allâh, pastilah kau dermawan dan memuliakan tamu, aku lapar dan tak cukup ongkos pulang.”
Saat itu, tiba tiba datang serombongan kawannya di pesantren Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf. Tampak mereka senang berjumpa dengannya. Ia pun ditraktir makan. “Saya langsung teringat, ini berkah saya beradab di makam wali Allâh,” ujar beliau.

Begitulah sepenggalnya, dan lihatlah beliau, beliau habib Munzir namanya berkibar diantara para pembela Rosululloh saw, majelis beliau ada diberbagai daerah di Indonesia, Beliau diangkat ke tempat tertinggi karena ketulusan dan penghormatan beliau kepada kekasih Allah.
Dan juga salah satu artikel mengapa makam Ir Sukarno banyak dikunjungi orang hingga sekarang, Dulu, ketika Presiden pertama Negara Republik Indonesia itu mengunjungi Arab Saudi, ia berjalan di Kota Madinah bersama Raja Saudi. Waktu itu Bung Karno bertanya: “Di mana makamnya Rasulullah Saw. wahai Raja?”
Raja Saudi menjawabnya: “Oh itu makam Rasulullah Saw. sudah terlihat dari sini.”
Maka saat itu juga Presiden Ir. Soekarno melepaskan atribut-atribut pangkat kenegaraanya. Raja Saudi pun menjadi heran, lalu bertanya: “Kenapa Anda melepaskan itu semua?”
“Yang ada di sana itu Rasulullah Saw., pangkatnya jauh lebih tinggi dari kita, aku dan dirimu,” jawab Bung Karno.
Lantas Bung Karno berjalan merangkak sampai ke makamnya Baginda Nabi Agung Muhammad Saw.
Cerita ini disampaikan oleh Sayyid Husein Muthahar yang banyak menciptaan lagu-lagu perjuangan seperti ‘Hari Kemerdekaan’ 17 Agustus tahun 45, Hymne Pramuka, Syukur, dll. Beliaulah yang saat itu ikut bersama Bung Karno. (Sumber: Ust. Jeje Nurjaman dari Ceramah al-Habib Abubakar bin Hasan Alattas az-Zabidi, salah seorang habib yang bersahabat dekat dengan Gus Dur).
Mari kita memahami dan bersama untuk belajar Adab dalam berziarah kepada kekasih Allah.
Ibn Hajar al-Haythami, didalam bukunya, Al-fatawa al-Hadithiyya, “Abu Sa’id Abdulllah ibn Abi ‘Asran, Imam sekolah Shafi’I, berkata, ‘Ketika aku mencari pengetahuan surgawi, aku menemani kawan ku, Ibn as-Saqa, siswa di sekolah Nizamiya, kami seringkali berkunjung ke orang alim. Kami dengar bahwa di Baghdad, ada seseorang bernama Yusuf al-Hamadani yang dikenal sebagai al-Ghawth, dan ia bisa hadir dan menghilang kapanpun ia suka. Sehingga aku memutuskan untuk mengunjunginya bersama Ibn as-Saqa dan Shaykh Abdul Qadir al-Jilani, yang saat itu masih muda.
Ibn as-Saqa berkata, ‘ketika kami bertemu dengan Shaykh Yusuf a;-Humadani aku bermaksud menanyakan hal yang tidak ia ketahui.’ Aku berkata, ‘Aku juga akan bertanya dan lihat nanti apa yang di katakan.’ Shaykh ‘Abdul Qadir al-Jilani berkata, ‘O Allah, lindungi aku karena akan bertanya pada seorang wali seperti Yusuf Hamadani, tetapi aku akan datang kepadanya untuk meminta do’a dan pengetahuan Ilahiyahnya.’
“Kami memasuki perkumpulan tersebut. Ia menyelubungi dirinya dari kami sehingga kami tidak melihatnya sampai lewat 1 jam lebih. Ia berpaling marah ke arah Ibn as-Saqa dan berkata, tanpa diberitahu namanya, ‘O Ibn as-Saqa, beraninya kau bertanya padahal maksudmu adalah agar aku bingung?’ Pertanyaanmu adalah ini dan jawabannya adalah ini!’ Kemudian in berkata pada Ibn as-Saqa, ‘Aku melihat api kufr (ketidakpercayaan) membara di hatimu.’ Ia melihatku dan berkata, ‘O ‘Abdallah, apa kau bertanya dan menunggu jawaban? Pertanyaanmu adalah ini dan jawabannya adalah ini.
Biarkan orang bersedih melihatmu karena mereka meruigi akibat rasa tidak hormatmu kepadaku.’ Kemudian ia menoleh kearah Shaykh ‘Abdul Qadir al-Jilani dan berkata kepadanya, ‘Mendekatlah, anakku. Aku akan memberkatimu. ‘O ‘Abdul Qadir, kau telah memuaskan Allah dan NabiNya dengan adab yang tepat kepadaku. Di masa depan, aku melihatmu duduk di tempat tinggi di Baghdad, berbicara, memandu mereka dan kakimu berada di leher setiap wali. Aku juga melihat setiap wali  di jamanmu itu menunduk kearahmu karena kehormatan dan maqammu yang tinggi.”
Ibn hajar al-Haythami melanjutkan, “’Abdul qadir telah diangkat dan semua yang dikatakan shaykh al-Hamadani tentang dirinya terjadi. Ada suatu saat ketika ia berkata, ‘Kakiku berada di leher para awliya’. Ia juga menjadi referensi dan mercusuar yang memandu semua orang kepada tujuannya.”
“Ibn as-Saqa berbeda dalam takdirnya. Ia jenius dalam pengetahuan ilmu Islam dan lebih unggul dibandingkan murid-murid lainnya. Seringkali ia mengungguli perdebatan yang terjadi antar murid sehingga khalif memintanya untuk duduk sebagai anggota peradilannya. Suatu haru, khalifnya mengutusnya menghadap Raja Byzantium, yang telah mengumpulkan semua pendeta dan akademisi Kristiani untuk berdebat dengannya. Ibn as-Saqa mengungguli mereka semua dalam perdebatan dan tidak berdaya memberikan jawaban. Ia memberikan jawaban yang membuat mereka seperti muridnya.
“Kecerdasannya membuat Raja Byzantium kagum sehingga mengundangnya ke perkumpulan keluarga. Disitulah Ibn as-Saqa’s kasmaran dengan anak perempuan Raja, jatuh cinta dan melamarnya. Anak perempuan sang raja menolak kecuali ia pindah agama. Ia bersedia meninggalkan islam tapi setelah menikah jatuh sakit hingga dibuang keluar istana. Ia menjadi pengemis ynag meminta maknan tapi tak ada yang peduli. Kegelapan datang padanya.
“Suatu hari seseorang yang mengenalnya bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu?’ Ia menjawab, ‘Ada godaan yang tak bisa kuhindari.’ Orang itu kembali betanya, ‘Apa kau tidak ingat apapun tentang Qur’an?’ ia menjawab, ‘Aku hanya ingat ‘rubbama yawaddu-I-ladheena kafaru law kanu muslimeen (‘lagi dan lagi siapapun yang tidak beriman akan menyesal mereka bukan muslims’ [12:2]).
“’Tubuhnya bergetar seperti akan menarik nafas terakhir. Aku menghadapkannya ke arah Kabah (Barat), tetapi ia tetap menghadap ke timur. Ku hadapkan lagi kearah Kabah dan ia memutar dirinya lagi ke arah Timur. Kemudian, sementara ruhnya mulai keluar, ia berkata, ‘O Allah ini akibat dari ketidakhormatanku kepada GhawthsMu, Yusuf al-Hamadani.’”
Imam Haythami melanjutkan: “Ibn ‘Asran  berkata, ‘Aku pergi ke Damascus bertemu Raja Nuridin ash-Shaheed, ia mengangkatku untuk memimpin department urusan agama dan aku menerimanya. Akibatnya kehidupan duniawi datang dari semua sisi: provisi,hidangan, ketenangan, uang, posisi seumur hidup. Itulah yang telah diprediksikan untukku oleh Ghawts Yusuf al-Hamadani.’”
Semoga Bermanfaat !!!