penjajahan model baru dan menakjubkannya tanaman

kemaren mendengarkan obrolan penuh makna, walau tidak dapat menangkap semua, sedikit berbagi saja….
>> salah satu awal penjajahan jepang tempo dulu adalah dengan membawa bekicut ke Indonesia, untuk apa? agar menjadi hama pertanian yang kala itu adalah kekayaan melimpah.
>> ada namanya tanaman iles-iles (benar gak ya namanya? wah gak ngerti ini seperti apa) yang digunakan untuk bahan dasar mie, komestik dll (penuh serat, menyehatkan dan enak rasanya) dibawa ke Indonesia agar dapat dibudidayakan, karena bila tidak dapat mengolahnya maka akan sangat beracun, hal tersebut menyebabkan Indonesia harus tetap mengembalikan tanaman tersebut ke negeri “asalnya” untuk di olah, bila kembali ke Indonesia maka harganya semakin mahal
>> ada juga hal yang menurut saya menggelikan, tapi dapat juga benar, produksi-produksi mobil yang masuk ke negara berkembang padat penduduk, adalah lebih diutamakan model mobil depan ceper (pasek) sehingga apabila terbentur pengemudi akan langsung merangsek pengemudi, bahkan mungkin diatur agar ketika benturan akan terpental 2x hingga langsung meninggal. Hal tersebut untuk mengurangi jumlah penduduk
>> pohon stigi hidup di lautan dengan akarnya mencengkram karang, diperlukan ketrampilan khusus untuk mengambilnya, disebabkan di akar/karang tersebut adalah tempat yang paling disukai oleh ular laut yang beracun, kayunya sangat padat, keras dan berat, anehnya walau semasa hidupnya disukai ular, bila telah mati (misal diolah dibuat tongkat) maka kayu tersebut ditakuti oleh ular.
>> kayu kokka beerbeda dengan kayu oak, ia berasal dari timur tengah, dan kayu yang asli akan ditakuti oleh golongan jin.
Demikian beberapa hal yang saya dengar dari obrolan semalam, mungkin harusnya browsing mencari info lebih lanjut akan kebenarannya.

JADWAL SYEKHERMANIA MEI 2016 M.

MAJLIS SHOLAWAT “AHBAABUL MUSTHOFA”.
BERSAMA: AL-HABIB SYEKH ASSEGAF (SOLO).
.
“SRAGEN BERSHOLAWAT”
Senin | 02 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“YOGYA BERSHOLAWAT”
Selasa | 03 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“JAKARTA BERSHOLAWAT”
Kamis | 05 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“PALEMBANG BERSHOLAWAT”
Jum’at-Sabtu | 6-7 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“MAKASSAR BERSHOLAWAT”
Ahad | 08 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“SEMARANG BERSHOLAWAT”
Selasa | 10 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“SEMARANG BERSHOLAWAT”
Kamis | 12 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“HAUL HABIB ABDUL QADIR ASSEGAF”
AYAHANDA HABIB SYEKH ASSEGAF.
AHAD PAGI | 15 Mei 2016 | 07.30 WIB.
.
“SUBANG BERSHOLAWAT”
Senin | 16 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“INDRAMAYU BERSHOLAWAT”
Selasa | 17 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“SRAGEN BERSHOLAWAT”
Rabu | 18 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“YOGYA BERSHOLAWAT”
Kamis | 19 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“KARANGANYAR BERSHOLAWAT”
Jum’at | 20 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“MALAYSIA BERSHOLAWAT”
Sabtu-Ahad | 21-22 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“KENDAL BERSHOLAWAT”
Senin | 23 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“SEMARANG BERSHOLAWAT”
Selasa | 24 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“PURWOREJO BERSHOLAWAT”
Rabu | 25 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“JAKARTA BERSHOLAWAT”
Jum’at-Sabtu | 27-28 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
“SIDOARJO BERSHOLAWAT”
Senin | 30 Mei 2016 | 19.30 WIB.
.
‪#‎INFORMASIJADWALSYEKHERMANIA‬
‪#‎UNDANGANTERBUKAUNTUKUMUM‬
** SHOLLU ‘ALAN NABI MUHAMMAD *

sumber : https://www.facebook.com/SYEKHERMANIA.PUSAT/photos/a.197358012651.159722.194364987651/10154265738947652/?type=3

salaman kemudian tangannya ……

ini ada ilmu baru dari guru bahasa daerah, bapak Kusno.
Tadi ketika bersalaman dengan beliau, awalnya ya dikit guyon, setelah bersalaman saya tempelkan telapak tangan ke dahi… hehehehe
Kemudian beliau menjelaskan, orang-orang tua dulu juga gitu, meletakkan telapak tangan di dahi dan di dada, dengan tujuan (afirmasi),
di dahi -> fikiran biar tenang
di dada -> hati juga tenang
belajar memang gak mengenal bangku sekolah yaa, dimanapun dapat kita ambil pelajaran

arogansi intelektual penyebab kekacauan

AKULAH DEBU DI JALAN AL-MUSTHOFA
Ulama arif billah pernah mengatakan bahwa salah satu dari sekian banyak penyebab kekacauan, yang sayangnya sulit diatasi, adalah karena arogansi intelektual yang tidak pada tempatnya. Makin banyak orang dengan ilmu seadanya, belum mengalami berbagai ujian hidup dan keruhanian, mendadak dipanggil ustadz, ulama, dan mengeluarkan pendapat yang diklaim paling sahih.
Di sisi lain ada pula anak-anak muda begitu bersemangat membaca, menggaungkan semangat iqra’ dengan keinginan mengubah dunia, menciptakan peradaban yang agung atas dasar ‘pembacaan’ dan tafsir mereka tentang apa itu peradaban yang agung. Tetapi sepertinya ada yang luput. Banyak yang menyerukan iqra’ tapi tidak dengan menyertakan “bismi rabbikalladzi khalaq,” dengan menyertakan Rabb, Allah Yang Maha Mendidik. Banyak yang membaca seolah merasa mampu menelisik sendiri segala ilmu segala pengetahuan, tanpa menelisik ke dalam “ruh” dari apa yang mereka baca — padahal ‘ruh’ dari ayat ilahiah, baik dalam kitab suci maupun kosmos, hanya bisa dipahami jika orang selalu menyertakan Rabb dalam aktivitas belajarnya dengan segala kerendahan hati dan kesucian jiwa.
Tanpa itu, agama lalu menjadi tumpukan doktrin kering, kaku, keras, mencetak jiwa-jiwa yang mudah marah dan merasa selalu benar sendiri. Pada akhirnya, agama yang
tujuannya membereskan akhlak dan menghancurkan berhala, justru dijadikan berhala, dan bahkan lebih buruk lagi, sebagian orang menjadikan “berhala agama” sebagai justifikasi untuk memberhalakan dirinya sendiri, mengaburkan makna rahmatan lil-alamiin. Ada yang mencoba memonopoli rahmat Allah hanya untuk kelompok sendiri dan menyerang pihak yang tak sepaham. Dan jika terhadap sesama saudara seiman tak bisa menjadi manifestasi rahmat, bagaimana kita akan bisa menjadi rahmatan lil’alamin?
Belajar agama dengan menyertakan Rabb berarti berusaha meleburkan kehendak diri ke dalam kehendak Allah, dan itu berarti tazkiyatun nafs, mensucikan jiwa. Tetapi tak semua orang berani masuk ke dalamnya, karena tazkiyatun nafs selalu mengandung unsur membingungkan, tak nyaman dan menyakitkan. Maka Maulana Rumi pun berkata, “Banyak orang ingin m

sumber : https://www.facebook.com/luthfi.kamiel/posts/10205440945006449

Keuntungan Sholawat/Dzikir berjamaah

The Benefits of Reciting Salawat in a Group
Those attend the gatherings of Mawlid. Angels attending the gatherings of Dhikr. Heavenly lights will dress you. The rewards for Hafiz of Holy Quran. The benefits of making salawat in a group.
December 20, 2015
Baitul Ihsan Mosque ( Bank of Indonesia ) , Jakarta , Indonesia
Shaykh Hisham Kabbani (q)

akankah Indonesia menjadi suriah dll ? (na’udzubillah)

INILAH TAHAPAN INDONESIA AKAN DIJADIKAN SURIAH JILID 2

Bahasan, Makalah Aswaja, NKRI, NU, Wahabi

NGERI, INILAH TAHAPAN INDONESIA DIJADIKAN SURIAH JILID 2

Mereka (kaum sumbu pendek) berkata “jika syi’ah dibiarkan di indonesia maka yang akan terjadi suriah jilid2”.

Benarkah demikian?

Benar sekali … indonesia memang ingin dijadikan suriah jilid 2 , tapi bagaimana hal itu terjadi? Baiklah saya akan bongkar kronologinya bagaimana halitu terjadi, saya akan ungkap garis besarnya …. indonesia akan menjadi suriah jilid 2 bermula dari sloganlah yang menjadi pemicunya …. slogan itu adl : “SYI’AH bukan ISLAM” lho kok karena sebuah slogan menjadi pemicunya? beginilah kronologinya :

1. slogan “SYI’AH bukan ISLAM” dilemparkan… (Disebarkan secara masif, Baik melalui seminar, blog web web, dan media social)

2. slogan ini digadang-gadangkan hingga mempengaruhi alam bawah sadar pembaca dan penerima

3. bagi yang berjiwa labil, bersumbu pendek, berakal cingkrang dan malas tabbayun slogan itu mudah diterima oleh mereka

4. ketika slogan itu telah merasuk, menyihir dan menghinoptis penerimanya, lalu dilemparkanlah sebuah dalil pendukung

5. dalil itu adalah “orang yang bukan ISLAM berarti dia KAFIR, karena itu nyawa dan darahnya halal dibunuh, memerangi dan menzolimi mereka adalah bagian dari jihad”

6. dalil itu diterima mentah-mentah oleh mereka yang telah tersihir oleh slogan

7. akibat dari slogan yang di dukung dalil tersebut, muncullah jiwa-jiwa “eksekutor” yang haus darah bagi mereka yang dianggap musuh

8. ketika slogan “SYI’AH bukan ISLAM” diketahui oleh NON MUSLIM, timbullah suatu pertanyaan dalam diri mereka

9. dalam pikiran dan hati NON MUSLIM itu berkata “jika SYI’AH saja yang berbeda sekte dan berbeda konsep/pandangan saja dengan dianggap bukan ISLAM lalu darah dan nyawa halal untuk dibunuh, diperangi dan dizolimi, lalu bagaimana dengan kami yang jelas beda agama dengan mereka? yang jelas NON MUSLIM dan mereka anggap kafir selama ini? berarti kelak suatu saat kami juga akan dibunuh mereka dong? ummat NON MUSLIM mulai merasa khawatir, ketakutan mulai menghinggapi mereka, mereka mulai mempersiapkan diri dari bahaya yang akan menimpa mereka, mereka mulai mempersiapkan senjata dan peralatan perang, semua itu mereka lakukan untuk melindungi diri …. ISLAMOPHOBIA pun menghinggapi mereka …

10. Lalu muncullah kaum sepuh (para kyai, habaib aswaja) dan orang yang memahami persoalan berusaha meluruskan permasalahan, mereka menolak slogan tersebut karena dampak bahayanya yang begitu besar

11. ketika kaum sepuh dan orang yang memahami persoalan itu menolak slogan “SYI’AH bukan ISLAM” maka zombi-zombi yang telah tersihir itu menuduh mereka (para kyai, habaib dan kaum aswaja) membela SYI’AH, akibatnya mereka juga dianggap “BUKAN ISLAM” yang sedang taqiyyah, mereka dianggap lebih membela golongan yang bukan ISLAM, yang sekelas kyai dan habaib dijuluki mereka sebagai PENDETA SYI’AH, sedangkan sekelas USTADZ akan dijuluki mereka sebagai PASTUR SYI’AH, sedangkan para pengikutnya sudah dicap mereka KAFIR.

12. NON MUSLIM yang merasa sama-sama terancam jiwanya akhirnya memilih merapat ke SYI’AH, bahkan mereka bersedia dan menawarkan bantuan dan persenjataan kepada SYI’AH karena merasa senasib yaitu merasa menjadi golongan yang ditarget untuk dibunuh

13. golongan ASWAJA akhirnya terpecah menjadi 2, yang satu berkata “lihat itu NON MUSLIM banyak merapat ke SYI’AH, itu membuktikan bahwa SYI’AH adalah bukan ISLAM mereka serupa dengan KAFIR, sedangkan kita diperintahkan untuk berkasih sayang dan berlemah lembut dengan saudara sesama muslim, dan bersikap keras dengan orang KAFIR, jika SYI’AH itu ISLAM mengapa mereka malah bergandengan tangan dengan kaum yang jelas-jelas KAFIR” lalu ASWAJA yang satunya berkata “tidak …. RASULULLAH SAW diutus sebagai RAHMATAN LIL ‘ALAMIN, untuk menyempurnakan akhlak, bukannya sebagai NABI yang menyuruh membunuh suatu jiwa hanya karena perbedaan agama, prinsip dan pandangan, kita harus dakwah bil hikmah untuk menyempurnakan akhlak bukan dengan darah bin hasrat untuk membunuh …. lalu muncullah 2 ASWAJA ASWAJA pro slogan dan ASWAJA kontra slogan

14. lalu berkatalah para zombi-zombi (cingkrang) yang telah tersihir itu kepada ASWAJA pro slogan “hai kawan , temanmu yang disana telah disusupi SYI’AH, mungkin diantara temanmu itu ada SYI’AH yang sedang bertaqqiyah yang menyusup kedalam organisasimu”

15. lalu berkatalah SYI’AH dan NON MUSLIM kepada ASWAJA kontra slogan “kalian sudah dianggap musuh dan serupa dengan kami oleh mereka, artinya kalian juga kelak akan ditarget bunuh sebagaimana kami, lebih baik kalian bersatu dan bersama kami untuk melawan mereka, lupakanlah temanmu yang di seberang sana, dan anggaplah kami sekarang ini temanmu, bila kalian bersama kami kalian akan kami lindungi dan kami juga akan memberikan senjata untuk membela diri”

16. lalu para zombi-zombi yang telah tersihir itu berkata “lihat itu, mereka telah mempersenjatai diri itu artinya mereka telah bersiap memerangi kita, kita harus mempersenjatai diri juga, kita harus bersatu melawan mereka yang KAFIR adalah jihad , TAKBIR …..”

17. setiap kubu mulai memegang senjata masing-masing, mereka lupa dulunya mereka sama-samalahir disini, pernah menjadi teman, kawan dan sahabat, mereka.

18. tapi kini dihadapan keduanya , yang diseberang sana adalah musuh, masing-masing kubu berusaha mempertahankan diri

19. hingga satu pemuda tolol, emosional dan penuh kebencian membunuh salahsatu orang yang dianggap musuhnya ….

20. tewasnya satu jiwa ini memicu amarah dan dendam dari pihak korban yang terbunuh

21. berkatalah salah satu orang terdekat dari korban yang terbunuh dengan penuh amarah bercampur air mata “kita tidak bisa diam saja, kita harus membalas mereka, jika kita terus bersabar dan membiarkan mereka, pada akhirnya membunuh kita sesuka hati mereka”

22. terjadilah pembalasan dari kubu yang menjadi korban, hingga konflik perang pun terjadi ….

23. ditengah-tengah pertempuran terdengar seruan “bunuh mereka, jika mereka terluka maka bunuh mereka sampai mati, jika mereka hanya terluka dan tetap hidup mereka pasti akan datang membalas kita, jadi bunuh mereka”

24. lalu ditengah pertempuran itu muncul seruan kedua “jika kalian telah berhasil membunuh lawanmu, maka bunuh anak-anaknya karena jika mereka dibiarkan hidup dan tumbuh besar anak-anak mereka pastinya akan membalas kematian orang tuanya dan membunuh, karena bunuh juga anak-anak mereka”

25. lalu ditengah pertempuran terdengar” isteri-isteri dan perempuan-perempuan mereka adalah penghasil generasi mereka, jangan biarkan mereka berkembang biak, karena itu bunuhlah isteri-isteri dan perempuan mereka …. pada pertempuran itu … (Kemungkinan) 2/3 atau 3/4 penduduk suatu negara tewas, mati mengenaskan, mereka mati saling bunuh, sedangkan diantara mereka saling bertanya “mengapa aku membunuh? mengapa aku dibunuh?” ….. hanya karena sebuah slogan …. sebuah taktik jitu memusnahkan 2/3 bahkan sampai 3/4 penduduk negara atau dunia tewas … mati karena konflik yang dipicu sebuah slogan yang digaung-gaungkan para zombi-zombi cingkrang yang tersihir … seperti dongeng kan? yach seperti dongeng bagi mereka yang tidak mengerti, tapi bagi mereka yang mengerti dan memahami ini, apa yang tertulis diatas tak ubahnya mimpi buruk yang dilihat dalam keadaan terbangun …. tinggal kembali pada diri kita masing-masing apakah kita menginginkan hal itu terjadi? jawabannya ada dalam diri kalian sendiri , sadarilah ini dari awal sebelum penyesalan datang terlambat….. saya hanya menyampaikan ….

Tertanda JEFRI NOFENDI ASWAJA BIDANG IT

NGAAK PENGEN HANCUR KAYAK SURIAH KAN ?

Betapapun susahnya hidup di Indonesia, masih tetap bagai ‘surga’ bila dibandingkan dengan hidup di Suriah.

Kalau kita masih ingin ke pasar, ke sekolah, ke tempat kerja nyaman dan tak ada bom boman seperti di Suriah maka abaikanlah slogan yang di usung dan disebarkan oleh kaum Takfiri sumbu pendek ‘akal cingrang
‘ itu. Jangan mudah terprovokasi.

Hati hati dengan berita dari situs/blog kaum ‘Wahabi’ seperti portal pitungan, arrahmah, voa islam, nahi munkar, dan lain lain yang suka memfitnah NU, suka menuduh pimpinan NU sebagai Syi’ah. Mereka berusaha menghancurkan NU yang sekaligus menghancurkan NKRI.

Jangan mudah terprovokasi oleh tulisan ataupun video yang mereka bagikan. Terutama apabila menjurus ke arah konflik menentang pemerintah dan konflik sektarian sunni-syi’ah. Perlu diketahui bahwa konflik yang menghancurkan Suriah juga berawal dari provokasi para wahabi lewat media sosial dan web web. Media wahabi memprovokasi agar masyarakat memberontak kepada pemerintah dan memprovokasi agar terjadi konflik sunni-syi’ah. Mereka memprovokasi seolah olah syi’ah kelompok mayoritas yang membahayakan padahal faktanya di Suriah, syi’ah hanya kelompok minoritas banget. ASWAJA adalah kelompok mayoritas di Suriah. Para wahabi di Indonesia juga menggunakan cara yang sama untuk menghancurkan ASWAJA NU dan Indonesia. Mereka menggunakan media sosial dan situs web untuk memprovokasi masyarakat agar membenci pemerintah dan juga memprovokasi agar terjadi konflik Sunni-Syi’ah. Syi’ah di Indonesia itu super super minoritas, nggak ada apa apanya di banding ASWAJA (Ahlussunnah waljamaah). Tapi kaum wahabi berusaha meracuni masyarakat seolah olah syi’ah itu mayoritas yang sangat membahayakan. Lebih parahnya lagi, kaum wahabi menuduh pimpinan pimpinan NU sebagai syi’ah, liberal, yang harus dibasmi. Wahai umat muslim, berhati hatilah dengan racun yang di sebarkan situs situs wahabi. Mereka adalah dalang konflik suriah yang sedang berusaha mengimpor konflik ke Indonesia. Ideologi wahabi adalah ideologi yang dianut oleh ISIS. Ideologi kebencian, intoleran yang penuh dengan kekejaman. Lihatlah situs situs atau blog wahabi, isinya pasti tidak jauh dari membenci pemerintah dan memprovokasi masyarakat agar syi’ah dibunuhi. Persis digiring menuju konflik seperti yang terjadi di Suriah. Kalau memang anda menemukan orang yang sesat, jangan dibunuh… disadarkan secara baik baik. Kalau dibunuh, bagaimana mereka akan mendapat hidayah. Kasep dong. SEKALI LAGI JANGAN MUDAH TERPROVOKASI OLEH SITUS/BLOG WAHABI YG BERUSAHA MENGIMPOR KONFLIK SURIAH KE INDONESIA NKRI HARGA MATI…!!!

Semoga Indonesia sejahtera, aamiin

http://www.suaranetizen.com/…/inilah-tahapan-indonesia-akan…

 

keuntungan perempuan tidak bermake up (berdandan)

Berdandan alias menggunakan makeup sepertinya sudah tidak bisa dipisahkan dari yang namanya perempuan. Namun masih ada kok perempuan di luar sana yang nggak suka dandan untuk keseharian mereka. Cewek yang nggak dan bukan berarti nggak bisa cantik lho. Malah, keuntungan-keuntungan berikut ini bisa mereka dapatkan :
1. Kulit wajah bebas paparan bahan kimia
Tak jarang, banyak produk kosmetik yang menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya. Dengan tidak menggunakan makeup otomatis kamu bisa melindungi diri kamu dari paparan bahan kimia.
2. Hemat waktu
Berdandan kadang membutuhkan usaha yang lebih dan memakan waktu. Misal kita mau pergi jam 9, kita harus mulai berdandan sejak pukul 8. Berbeda dengan yang nggak suka dandan, mereka tidak perlu waktu untuk membuat alis, memulas bibir, belum lagi pakai yang lain-lain. “Kalau mau pergi, yaudah langsung pergi saja ngak perlu repot-repot pakai makeup ini-itu,” ungkap Ira mahasiswi yang juga nggak hobi dandan ini.
3. Hemat uang
Selain menghemat waktu, kamu juga bisa menghemat uang lho. Karena kamu nggak akan peduli dengan makeup mahal. Karena bagi mereka yang nggak suka dandan, makeup mahal bukanlah prioritas. “Aku mana bisa bedain lipstik 50K sma 500K, bagiku itu sama saja,” tambah Ira, cewek asli Surakarta, Jawa Tengah ini.
4. Terlihat awet muda
Riasan yang menempel pada kulit akan menyebabkan pori-pori tertutup. Hal ini berdampak pada tersumbatnya jaringan minyak pada kulit. Apabila dilakukan setiap hari, akan mengakibatkan pori-pori yang membesar. Juga menimbulkan noda pada kulit. Sehingga kulit mengalami proses penuaan dini.
5. Regenerasi kulit lebih baik
Dengan kulit bersih tanpa makeup, proses regenerasi kulit pun dapat berlangsung lebih baik. Karena kulitmu tidak tertutup oleh riasan yang tebal.
6. Tidak akan dibanding-bandingkan oleh orang lain
Karena tampilanmua yang sudah biasa “polosan” kamu nggak akan mengalami moment dimana teman-temanmu mengkritik penampilanmu. “Kok alis kamu panjang sebelah?” berbahagialah, karena kamu nggak akan mendengar kalimat tersebut dikatakan oleh teman-temanmu.
7. Pakaian bebas noda makeup
Kamu juga nggak usah takut pakaian kotor karena noda lipstik atau eye shadow, karena bahkan kamu tidak menyentuh benda-benda tersebut sama sekali.
8. Bebas nangis saat nonton film sedih di bioskop
Selain bebas noda, kamu pun bisa bebas nangis saat menonton film sedih di bioskop tanpa harus takut make up luntur dan sebagainya.
9. Penampilanmu akan selalu natural
Kamu nggak akan malu saat nggak harus menggunakan aneka macam alat-alat kosmetik. Karena kamu sudah terbiasa tampil apa adanya. Wajahmu pun juga akan terlihat natural, beberapa jerawat membandel atau noda diwajahmu malah kamu anggap “hiasan” diwajah.
10. Nggak perlu repot-repot buat memperbaiki diri
Bagi kamu yang nggak suka make up, kamu pun nggak harus repot memperbaiki riasan di setiap waktu. Saat cewek-cewek lain sibuk ber-touch up kamu bisa melakukakan hal lain, selfie misalnya..
 
sumber : https://www.brilio.net/life/10-keuntungan-bagi-kamu-para-cewek-yang-nggak-suka-berdandan-160119w.html