ruby yang retakpun dapat menjadi ruby yang indah

Alkisah di suatu kerajaan, terdapatlah seorang Raja yang mempunyai sebuah Batu Ruby yang sangat indah. Raja sangat mengagumi dan bangga karena merasa memiliki sesuatu yang sangat indah dan berharga. Saat permaisuri akan merayakan ulang tahunnya, Raja berkeinginan untuk memberikan Batu Ruby sebagai hadiah kepada istri tercintanya. Namun karena kurang berhati-hati pada saat dikeluarkan dari tempat penyimpanan, Batu Ruby tersebut terjatuh, dan mengakibatkan adanya retakan kecil.
Raja sangat kecewa dan sedih karena Batu Ruby yang indah itu menjadi cacat. Maka dipanggillah para ahli permata, untuk memperbaiki Batu Ruby yang retak itu. Namun beberapa ahli permata yang datang, tidak sanggup untuk memperbaiki batu berharga tersebut. “Mohon ampun Baginda. Cacat di batu ini tidak munkin bisa diperbaiki. Saya tidak sanggup mengembalikannya seperti semula.” kata salah satu ahli permata.
Kemudian Raja memutuskan untuk mengadakan sayembara, dengan maksud untuk mencari para ahli permata lainnya yang ada di seluruh pelosok kerajaannya, yang dapat memperbaiki Batu Rubynya yang retak.
Tak lama kemudian, datanglah seorang bapak tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Para prajurit yang melihat penampilan bapak tua ini tentu saja menertawakannya, dan bermaksud untuk mengusirnya. Namun mendengar keributan yang terjadi, Raja pun memerintahkan bapak tua itu untuk menghadap. “Ampun Baginda, hamba mendengar kesedihan Baginda karena adanya cacat pada Batu Ruby kesayangan Baginda. Perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya.” kata si ahli permata itu.
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata Baginda sambil memberikan Batu Ruby tersebut. Setelah melihat dan meneliti dengan seksama, sambil menghela nafas, bapak tua itu berkata, “Hamba tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, hamba akan membuat Batu Ruby yang retak ini menjadi lebih indah.”
Walaupun sang Raja meragukan, namun karena putus ada dan tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan Batu Ruby itu, Raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itu pun mulai bekerja, memotong dan menggosok Batu Ruby tersebut.
Beberapa hari kemudian, ahli permata itu datang menghadap raja. Dan ternyata Batu Ruby yang retak telah ia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Tentu saja Raja menjadi sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pulang dengan gembira, bukan karena besarnya hadiah yang ia terima, namun karena ia merasa senang telah membuat Raja yang dicintainya berbahagia.
sumber : https://yprindonesia.wordpress.com/2014/04/14/cerita-inspiratif-kisah-batu-ruby-yang-retak/

Tahun Baru Masehi adalah milik Islam

Muslimedianews ~ Banyak orang menganggap tahun Masehi itu tahun Kristen. Padahal kita menyebutkannya tahun SYAMSIYAH. Ajaibnya perhitungan tahun matahari tidak ada dituliskan di kitab INJIL. Tapi justru ada di Al Quran. Lihat surat  Al Isra’ ayat 12:(وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا)”Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas”. (Quran Surat Al-Isra: 12)Dan tiang Agama kita SHOLAT justru diperhitungkan pakai waktu MATAHARI. Sungguh sebuah kesalahan pandang akibat pemikiran yang CETEK dan fanatik BUTA. Rugi besar umat Islam jika menyerahkan tahun Masehi alias Syamsiyah pada Kristen (Nasrani).Musibah musibah…..Tahun baru Masehi disebut tahun baru Syamsiyah ada ditulis Allah di Al Quran ayat 12. Kita sholat pakai waktu matahari. Alangkah ruginya kita jika kita serahkan tahun baru Masehi ke Kristen. Padahal di Injil tidak ada dituliskan tahun itu.Maka mengisi ibadah di tahun awal tahun Syamsiah diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menyaingi majelis-majelis lalai di pergantian tahun.

Oleh: K.H. DR. Tengku Zulkarnainsumber : http://www.muslimedianews.com/2015/12/kh-tengku-zulkarnain-tertulis-di-al.html?m=1

Selamat Datang Bulan Kelahiran Nabi saw

Sungguh beruntung orang yang di bulan Robi’ul awal, mengingat dan bergembira atas kelahiran Rosululloh saw.
dan sungguh kurang beruntung orang yang hanya teringat bid’ah di bulan mulia ini.
Mari kita ramaikan bulan ini dengan kecintaan kepada Rosululloh.
Buya Yahya : “Ada yang tertinggal bagi orang-orang yang disebut pendusta oleh Allah di saat melaksanakan Sunnah Nabi SAW. Yang mereka lakukan dari sunnah Nabi hanyalah sunnah dhohir, dan sunnah dhohir bisa dilakukan oleh orang yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang tidak tulus. Sunnah dhohir adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tanpa dibarengi ruh mengikuti Nabi Muhammad SAW. Dan ruh mengikuti itu adalah cinta. Alangkah banyaknya kelalaian kita akan ruh mengikuti ini. Mengikuti Nabi Muhammad SAW belum tentu cinta akan tetapi yang mencintai Nabi Muhammad SAW pasti akan patuh dan mengikuti Nabi Muhammad SAW.”

Hakekat Menjalankan Sunnah Nabi saw

Seringkali kita mendengar kalimat sunnah Nabi Muhammad SAW diucapkan di lidah akan tetapi bagaimana yang sesungguhnya menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Ada orang-orang yang hidup bersama Nabi Muhammad akan tetapi tidak ada Nilainya dihadapan Allah dan Rasulullah SAW, mereka adalah orang-orang munafiq. Bahkan banyak cerita yang dihadirkan oleh Rasulullah tentang sekelompok orang yang menjalankan sunnah Nabi, dia ahli alquran, gemar berinfaq akan tetapi di sebut oleh Allah sebagai “pendusta”. Bagaimana orang yang menjalankan Sunnah Nabi disebut sebagai pendusta? Bukankah mempelajari alquran adalah perintah Rasulullah SAW? Bukankah berinfaq adalah ajaran Rasulullah SAW.
Ada yang tertinggal bagi orang-orang yang disebut pendusta oleh Allah di saat melaksanakan Sunnah Nabi SAW. Yang mereka lakukan dari sunnah Nabi hanyalah sunnah dhohir, dan sunnah dhohir bisa dilakukan oleh orang yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang tidak tulus. Sunnah dhohir adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tanpa dibarengi ruh mengikuti Nabi Muhammad SAW. Dan ruh mengikuti itu adalah cinta. Alangkah banyaknya kelalaian kita akan ruh mengikuti ini. Mengikuti Nabi Muhammad SAW belum tentu cinta akan tetapi yang mencintai Nabi Muhammad SAW pasti akan patuh dan mengikuti Nabi Muhammad SAW.
Dan kitapun harus sesering mungkin mencermati hati kita disaat jasad kita meniru Nabi Muhammad SAW, agar ada makna sunnah Nabi dalam gerak dan langkah kita dalam mengikuti Nabi Muhammad SAW. Jangan-jangan kita adalah orang yang disaat mengikuti Nabi Muhammad SAW akan tetapi hati kita lalai sama sekali akan kehadiran Nabi Muhammad SAW dihati kita. Barangkali kita adalah orang yang disaat menjalankan sunnah Nabi SAW yang kita ingat adalah kalimat yang terangkai di sebuah buku hadits. Mungkin kita adalah orang yang disaat jasad kita menjalankan sunnah Nabi akan tetapi yang hadir di hati kita adalah kalimat–kalimat yang kita dengar dari guru kita.
Menjalankan sunnah Nabi adalah makna yang dirasa oleh hati disaat jasad ini menjalankan sunnah Nabi. Hati yang merasakan kehadiran Nabi Muhammad SAW disaat menjalankan Sunnah Nabi adalah hatinya orang yang benar-benar menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebagai contoh marilah kita lihat diri kita sendiri, apa yang ada di hati kita disaat kita meminum air dengan tangan kanan kita. Apakah kita menyadari disaat kita mengangkat gelas dengan tangan kanan kita lalu kita hadirkan di hati kita Rasulullah SAW yang lagi meminum dengan tangan kanan beliau sebagi tanda sambung hati kita dengan hakekat Sunnah Nabi. Atau kita disaat itu sama sekali tidak merasakan kehadiran Nabi Muhammad SAW melakukan hal yang demikian itu karena memang kita adalah orang yang hanya mengerti sunnah dhohir yang belum pernah merasakan indah dan hakekat sunnah batini.
Wallahu  a’lam bissawab
sumber : http://buyayahya.org/oase-iman/oase-iman-hakikat-menjalankan-sunnah-nabi-muhammad-saw.html

Memperpanjang SIM di layanan keliling

Selasa minggu yang lalu, diwaktu istirahat menyelakan diri untuk memperpanjang izin SIM,  Sharing saja, barangkali ada yang membutuhkan
DI Surabaya, sebelumnya saya cari info dulu di http://halopolisi.com/tag/sim-keliling/ dimana posisi mobil layanan SIM keliling sedang standby.
waktu itu disebutkan terdapat 2 tempat layanan, di taman Bungkul dan Terminal Bratang. Pilihan jatuh pada terminal Bratang yang terbilang lebih dekat ….
Di sana, disambut, tukang parkir, hehehe …. kemudian
langsung menuju jendela lubang samping mobil, untuk pendaftaran. Syarat :
1. Fotokopi SIM dan KTP (bila tidak membawa fotocopy maka terkenan denda Rp. 2000
2. Membayar biaya perpanjangan, Rp. 100.000 dan Rp. 30.000 untuk ansuransinya
Setelah membayar maka akan diberikan formulir untuk diisi. Formulir kemudian saya isi, ada juga “teman senasib” yang menyarankan, minta tolong saja kepada orang lain untuk mengisi hanya dengan Rp. 5000, tetapi karena ingin mendapat pengalaman sendiri, maka saya coba isi saja, mudah kok ngisinya, dengan pedoman KTP dan SIM serta biodata pelengkap lain. diisi semua, formulir, keterangan dokter dan ansuransinya, ditandatangani semua.
kemudian dikembalikan kepada petugas untuk antri dipanggil foto.
Setelah dipanggil, naik ke Mobil untuk foto, cek biodata sebelum di cetak, tanda tangan dan cap jari. jreng ……. SIM sudah selesai.
Proses keseluruhan, sekitar 1/2 jam saja. Alhamdulillah
setelah keluar, ada juga jasa pelapisn kartu (pemasangan anti gores …. mirip HP saja )agar tidak mudah luntur, harga Rp. 5000. itu sih tambahan saja, nggak juga gk papa …
 
 

Uraian tentang Sholat, menarik !!!!

Sholat bukan menyembah namun Sholat adalah berdiri menyaksikan diri sendiri yaitu bersaksi diri kita sendiri bahwa Tiada Nyata pada Diri Kita Hanya Allah yaitu Diri Batin ( Muhammad Mustaffa ) dan Diri Dzahir kita itu menanggung Rahasia Allah.

Pengertian SHOLAT HAKIKI ter-urai dalam kalimah ALHAMDU (alif–lam–ha–mim-dal) yang bermaksud SEGALA PUJI MILIK ALLAH.
Inilah perkataan yang mula mula dilafazkan oleh manusia yaitu Nabi Allah Adam AS.

“ALIF” Melambangkan NIAT karena niat itu ialah mendzahirkan DIRI BATIN.
Diri inilah IMAM yang kita ikuti yaitu ULIL AMRI atau pemerintah = pemimpin.

“LAM” Bila telah nyata Diri Batin, maka kita lafazkan TAKBIR RATUL IHRAM.
Maka berawal dari sini bukanlah manusia yang berkehendak tetapi segala-galanya adalah digerakkan oleh Allah.

“HA” Apabila telah nyata Allah menguasai diri kita, maka kita pun rukuk menandakan kita tunduk patuh akan Kebesaran Allah dan siap menerima segala PerintahNya.

“MIM” Maka diri kita mengakui bahwa Dzat Allah itulah Tuhan Sekalian Alam yang meliputi seluruh diri kita mengwujudkan dan menghidupkan kita. Kita pun sujud menandakan rasa syukur kita.

“DAL” Satelah kita tahu Dzat telah meng-karunia-kan kepada diri kita menjadi KhalifahNya dibumi ini, maka kita pun merendah diri atas Karuniah itu (yang tidak dikaruniahkan Allah kepada makhluk lain selain manusia )

.
RINGKASAN ALHAMDU

.
ALIF = Niat
LAM = Berdiri Betul
HA = Ruku’
MIM = Sujud
DAL = Duduk Antara Dua Sujud
.

URAIAN TENTANG NIAT

Usalli, Fardhu, Rakaat, Lillah Hi Ta’ala
Usul Diri Rangka Nyata Allah

Usalli = Kita berniat untuk mengusul asal diri kita
Fardhu = Fardhu ialah Diri Yang Di-usul
Rakaat = Rangka kita ialah Jasad yang di dzahirkan
Lillah Hi Taala = Nyata Allah melalui jasad yang dzahir. Barulah dapat diusul akan Asal Usul Diri.
Maka setelah diusul nyatalah Allah itu Meliputi Diri Dzahir dan Diri Batin.

Diri Dzahir tiada mempunyai daya dan upaya melainkan melakukan Af’al Allah semata-mata. Dengan KESADARAN itu maka Nyatalah Kebesaran Allah dan kita-pun TAKBIR untuk meng-ESA-kan Dzat Tuhan itu meliputi sekalian diri.

.
URAIAN TAKBIRATUL IHRAM

Allah = Sifat Napsiah = 1
Hu = Sifat Salbiah = 5
Akbar = Sifat Maani & Maknuyah = 14

Maka nyatalah ke 20 Sifat-sifat Kebesaran Allah didalam ucapan “ALLAH HU AKBAR”.

.

HAKEKAT SHOLAT :

Artinya berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita.. Hanya diri batin (Allah) dan diri dzahir kita (Muhammad) yang membawa dan menanggung rahasia Allah swt.

Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatihah yaitu :
Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal)

Kalimah Alhamdu ini diterima ketika Rasulullah isra’ dan mi’raj.
Mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah swt yaitu Adam AS.

Takkala Roh (diri batin) Adam AS sampai ketahap dada, Adam as pun bersin dan berkata Alhamdulillah = Segala puji bagi Allah
Apa yang dipuji adalah : Dzat (Allah), Sifat (Muhammad), Asma’(Adam) dan Afa’al (Manusia)

Jadi sholat itu bukan berarti : Menyembah tapi suatu “cara” penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita melainkan diri Allah semata.

Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta..tiada sesuatu yang kita punya kecuali Hak Allah semata.

Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 72

“Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal. Fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu”

Artinya :

“Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya”
Dan karena firman Allah inilah kita mengucap :

“Asyhaduanlla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah”

.

“Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah semata-mata dengan tubuh dzahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai pada masa yang telah ditentukan.”

Manusia akan berguna disisi Allah jika dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri. Bila manusia dapat mengenal dirinya maka dengan sendirinya ia dapat mengenal Allah.

.

Hadits Qudsi….

“MAN ARAFA NAFSAHU FAKAD ARAFA RABBAHU”
“Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah Tuhannya”

.

Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar)

Perkataan ini diambil dari asal ketika Roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam as. Kemudian Adam berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

Dalam Sholat harus memenuhi 3 syarat :

1. Fiqli (perbuatan)
2. Qauli (bacaan)
1. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu).

sumber : http://pena-tintaku.blogspot.co.id/2016_03_01_archive.html

Sejarah Kayu Kokka Kaukah Asli

Berikut adalah Sejarah kayu kokka, sejarah kayu kapal nabi nuh, sejarah kayu kaukah, sejarah kayu kaokah, sejarah pohon kokka, sejarah kayu koaka, sejarah kayu kukah. Pohon kauka/ kokka/ fuqoha adalah pohon yang tumbuh di Timur Tengah, Bukit Sinai, Hutan kecil dekat Istambul, perkampungan tepi Sungai Nil, dan sejumlah Desa di Nigeria. Kayu kokka / kauka kauka sangat familiar dan disukai khususnya umat Muslim, karena dianggap Kayu yang memiliki “derajad” paling tinggi dan mempunyai “khasiat dan manfaat” yang lebih daripada jenis kayu- kayu yang lain. Selama berabad- abad, kayu tersebut telah digunakan sebagai perhiasan para ulama dan ahli hikmah.
Sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana maha dahsyat itu terjadi, Nabi Nuh diberi wahyu untuk membuat kapal besar demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya. Kebenaran dari cerita ini dibuktikan oleh kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam ‘Noah’s Ark Ministries International‘ selama bertahun- tahun mencari sisa- sisa kapal nabi Nuh.
Pada tanggal 26 April 2010 mereka menemukan sisa- sisa perahu Nabi Nuh di Gunung Agri atau Gunung Ararat, Turki Timur pada ketinggian 4.000 meter. Specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah. Bentuk dari sisa kapal Nabi Nuh ditunjukkan sebagai berikut :

Sejarah%2BKayu%2BKokka
 Gambar 1. Posisi Ditemukannya Bahtera Kapal Nabi Nuh di Ketinggian 4.000 meter, Gunung Agri/ Gunung Ararat di Turki
sejarah%2Bkayu%2Bkapal%2Bnabi%2Bnuh
  Gambar 2. Bentuk Bahtera Kapal Nabi Nuh di Gunung Ararat, Turki
sejarah%2Bkayu%2Bkaukah
 Gambar 3. Sampel Kayu dari Kapal Nabi Nuh, yang telah Berumur 4800 Tahun
sejarah%2Bpohon%2Bkokka
  Gambar 4. Sampel Kayu dari Kapal Nabi Nuh (Kayu Kokka/ Kauka/ Fuqoha)

Pada tahun 1987- 1989 dr. Untoro, dkk dari Fakultas MIPA UGM Yogyakarta melakukan penelitian terhadap Kayu Kauka. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa kayu kauka/ kokka/ fuqoha memancarkan energi metafisika yang  besarnya 2 kali lipat dibandingkan batu permata dan pusaka (tosan aji). Jika energi yang terdapat pada pusaka pada level 50, energi yang terdapat pada kayu kauka/  kaukah/ kokka mencapai level 100.
Kayu kauka/ kokka/ fuqoha juga mengandung zat netrogenium yang sangat tinggi sebagai pencegah kanker. Baik dipakai oleh orang- orang yang menderita penyakit jantung, memacu peredaran darah menjadi lancar, memaksimalkan metabolisme tubuh, dan meningkatkan daya konsentrasi sehingga dapat membantu proses belajar anak- anak. Kayu kayu kauka/  kaukah/ kokka yang asli tidak mengambang di air dan mengalami perubahan warna dan mengkilat secara cepat. Apabila digunakan sebagai tasbih untuk berdzikir, kayu tersebut akan semakin mengkilat. Begitu pula sebaliknya, jika tidak digunakan untuk berdzikir warnanya akan pucat kembali.
Kayu kauka/ kokka/ fuqoha merupakan salah satu anugrah Allah yang diberikan sebagai mukjizat para nabi untuk memperoleh manfaat dan keberkahan atas IZIN ALLAH. Pada zaman Nabi Nuh as, beliau membuat perahu dengan bahan dari kayu kauka. Pada zaman nabi Musa as, beliau menunjukkan mukjizatnya dengan tongkatnya yang terbuat dari kayu kauka saat melawan penyihir raja Fir’aun. Nabi Muhammad Saw sendiri menggunakan tasbih yang terbuat dari kayu kaukah beliau untuk berdzikir. Dan gagang pedang beliau pun terbuat dari kayu kauka.

Dari sejarah tersebut, kayu kauka sampai saat ini mulai banyak oleh para masyarakat dalam bentuk gelang, tasbih, cincin, kalung, dll dengan harapan digunakan untuk dzikir, memperoleh manfaat dan kesehatan atas IZIN ALLAH. 

Tentang Kayu Stigi

Setigi (stigi) adalah salah satu kayu magis/kayu bertuah yang paling populer. Bahkan sebagian masyarakat kita menganggapnya sebagai “Raja Kayu Bertuah”. Kayu yang memiliki karakter keras, kuat dan dinamis ini ada 2 jenis yaitu setigi laut dan setigi darat.
Setigi Laut biasa tumbuh di daerah pesisir pantai,warnanya coklat tua dan semakin lama tersentuh tangan maka warnanya akan semakin tua/coklat kehitam-hitaman.Setigi laut muda warnanya putih agak kekuning-kuningan tapi lama kelamaan akan berubah coklat tua.
Setigi darat warnanya hitam dan semakin lama akan semakin hitam.Karena dihimpit benda keras setigi darat memiliki serat/tekstur lebih kasar atau tak merata (belang) karena tumbuh di tanah tandus dan berbatu.Setigi darat kebaradaannya sudah sangat langka.Pulau bengkoang dan pulau kembar di kepulauan karimun jawa Jepara merupakan pulau penghasil setigi terbaik di indonesia.

Kesamaan kedua setigi ini,sama-sama tenggelam jika dimasukkan pada air (walau secuil) di laut kayu ini akan tenggelam sampai kedasar paling bawah. Jika ditempelkan bagian tubuh yang tergigit atau tersengat binatang berbisa (ular, kalajengkling, kelabang, dll.) dapat melekat kemudian menghisap bisa yang berada di dalam tubuh korban hingga habis dan Setigi terlepas dari kulit dengan sendirinya. Di sisi lain, kayu Setigi jika berada di tangan orang yang berprilaku baik, dapat menjadi “pembangkit” kekuatan spiritualnya.
konon kayu setigi ini digunakan sunan nyamplungan untuk memukul ular edor yang menggigitnya pada saat mengadakan perjalanan dihutan sehingga sunan Nyamplungan karimun jawa menjadi marah dan bersabda,akhirnya ular edor menjadi rabun.sampai sekarang kayu setigi masih bisa ditemukan di kepulauan karimun jawa Jepara.
Sejak zaman dulu, kayu Setigi sudah banyak dimanfaatkan terutama oleh para jawara agar “tahan pukul” dan memperkuat pukulan. Dan istimewanya, meskipun sudah terjadi pergeseran orientasi hidup di zaman modern ini, setigi tetap populer meskipun untuk pemanfaatan yang berbeda. Pada saat ini aura setigi lebih difungsikan orang untuk meningkatkan daya kharisma dan wibawa terutama bagi para pemimpin.
Fungsi Kayu Setigi diyakini untuk :
* Menguatkan dan membantu menyembuhan gangguan Rheumatik
* Meningkatkan kharisma diri
* Kewibawaan
* Selamat dari niat jahat, sihir
* Penyedot racun hewan berbisa
* Kekebalan bagi yang cocok
 

bekicot siput

Bekicot atau Achatina fulica[2] adalah siput darat yang tergolong dalam suku Achatinidae.
Berasal dari Afrika Timur dan menyebar ke hampir semua penjuru dunia akibat terbawa dalam perdagangan, moluska ini sekarang menjadi salah satu spesies invasif terburuk di bumi[3], sehingga beberapa negara bahkan melarang pemeliharaannya sebagai hewan kesayangan/timangan[4] termasuk Amerika Serikat. Hewan ini mudah dipelihara dan di beberapa tempat bahkan dikonsumsi, termasuk di Indonesia. Meskipun berpotensi membawa parasit, bekicot yang dipelihara biasanya bebas dari parasit.
Bekicot di luar negeri di kenal dengan nama escargots, terutama di Perancis. Orang Perancis sangat menyukai masakan dengan bahan baku ini, ada yang bilang salah satu cara untuk mengechek apakah restoran tersebut mempunyai masakan yang enak-enak adalah melalui menu ini dahulu. Di Indonesia hanya species Achatina fulica yang sering di jumpai dan paling banyak. Saat ini diketahui ada tiga subspesies bekicot:
Achatina fulica rodatzi Dunker, 1852
Achatina fulica sinistrosa Grateloup, 1840
Achatina fulica umbilicata Nevill, 1879
Bekicot di wilayah Indonesia memiliki nama daerah yang berbeda-beda: Jawa Tengah dan Jawa Timur biasa mengenalnya dengan Bekicot atau Siput. Jawa Barat biasanya mengenalnya dengan Keong Racun.
Menurut habitatnya Bekicot dibedakan menjadi 1. Habitat di Kebun biasanya Spesies Helix sp, Achatina Sp 2. Habitat di Sawah biasanya Keong Mas, Tutut,
Bekicot (Helix sp, Achatina Sp) berbeda dengan Keong mas, keong sawah atau tutut. Bekicot Keong mas, keong sawah, dan tutut sanagat berbahaya karena membawa parasit cacing yang berbahaya bagi manusia, dapat menyebabkan radang otak (meningitis
 
https://id.wikipedia.org/wiki/Bekicot