lailatul qodar jatuh pada malam 27 Romadlon

dalam khutbah jumatan kemerin dibahas lailatul qodar, beberapa berijtihad memprediksi kapan datangnya malam lailatul qodar, sebagian besar penduduk mekah medinah sebagai puncak lebih memilih malam 27 Romadlon, salah satu alasan yg dipakai adalah karena kalimat lailatul qodar terdiri atas 9 huruf, dan diulang 3x , maka 3×9=27,

kemudian dsalah satu grup wa, ada yg share hal berikut :

: تأملوالاعجازالعددي في سورة( القدر) :

إنا ١
أنزلناه ٢
في ٣
ليلة ٤
القدر ٥
وما ٦
أدراك ٧
ما ٨
ليلة ٩
القدر ١٠
ليلة ١١
القدر ١٢
خير ١٣
من ١٤
الف ١٥
شهر ١٦
تنزل ١٧
الملائكة ١٨
والروح ١٩
فيها ٢٠
بإذن ٢١
ربهم ٢٢
من ٢٣
كل ٢٤
أمر ٢٥
سلام ٢٦
هي ٢٧
حتى ٢٨
مطلع ٢٩
الفجر ٣٠

تأملو معي عدد كلمات سورةالقدر ٣٠ كلمة
بعدد أجزاء القرآن

وعددحروفها ١١٤ حرف بعددسورالقرآن الكريم

كلمة( هي) في السور رقمها ٢٧ إشارة إلى أن ليلة القدر هي ليلة ٢٧ من شهر رمضان
كلمة (القدر) تكررت في السوره في الأرقام *٥-١٠-١٢*
لوجمعت *٥+١٠+١٢ =٢٧*
دليل ايضاعلي أن (ليلةالقدر) هي *ليلة ٢٧ من رمضان..*
سبحان الله

*Perhatikan susunan ayat-ayat di dalam surah tersebut yang mengandungi 30 perkataan:*

إنا ١
أنزلناه ٢
في ٣
ليلة ٤
القدر ٥
وما ٦
أدراك ٧
ما ٨
ليلة ٩
القدر ١٠
ليلة ١١
القدر ١٢
خير ١٣
من ١٤
الف ١٥
شهر ١٦
تنزل ١٧
الملائكة ١٨
والروح ١٩
فيها ٢٠
بإذن ٢١
ربهم ٢٢
من ٢٣
كل ٢٤
أمر ٢٥
سلام ٢٦
هي ٢٧
حتى ٢٨
مطلع ٢٩
الفجر ٣٠

Surah al-Qadar mengandungi 30 kalimah (perkataan). Ia sama dengan bilangan *juz* al-Quran.
Bilangan huruf di dalam surah al-Qadar pula adalah 114 huruf. Ia sama dengan bilangan *surah* al-Quran.
Kalimah atau perkataan ( هي) gantinama yang merujuk kepada *malam al-Qadar berada pada bilangan ke 27*.
Perkataan al-Qadar di dalam surah diulang sebanyak 3 kali, iaitu pada bilangan ke 5, ke 10 dan ke 12.
Jika dicampur bilangan-bilangan itu, ia bersamaan dengan 27 (5+10+12=27) سبحان الله

Ini menjadikan mereka lebih cenderung untuk mengatakan Lailatul-Qadar itu malam ke 27.

Allahu A’lam.

#LailatulQadar

memburu lailatul qodar

*PREDIKSI LAILATUL QADAR*

*Pertama :*

*Dalam kitab I’anatuththaalibiin juz II halaman 257* ,cetakan al ‘Alawiyyah Semarang:

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر، فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء: فهي ليلة تسع وعشرين. أو يوم الاثنين: فهي ليلة إحدى وعشرين. أو يوم الثلاثاء أو الجمعة: فهي ليلة سبع وعشرين. أو الخميس: فهي ليلة خمس وعشرين. أو يوم السبت: فهي ليلة ثلاث وعشرين.

1. Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka lailatul qodar malam 29

2. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21

3. Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jumat maka lailatul qodar malam 27

4. Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25

5. Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 23

*Kedua :*

*Dalam kitab Hasyiyah ash Shaawi ‘alal Jalaalain juz IV halaman 337* , cetakan Daar Ihya al Kutub a ‘Arabiyyah :

فعن أبي الحسن الشاذلي إن كان أوله الأحد فليلة تسع وعشرين ، أو الإثنين فإحدي وعشري أو الثلاثاء فسبع وعشرين أو الأربعاء فتسعة عشر أو الخميس فخمس وعشرين أو الجمعة فسبعة عشر أوالسبت فثلاث وعشرين.

1. Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 29.

2. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21.

3. Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 27.

4. Jika awal Ramadhan hari Rabu maka lailatul qodar malam 19.

5. Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25.

6. Jika awal Raamadhan hari Jumat maka lailatul qadar malam 17.

7. Jika awal Raamadhan hari Sabtu maka lailatul qadar malam 23.

*Ketiga :*

*Dalam kitab Hasyiyah al Bajuri ‘ala Ibni Qaasim al Ghaazi juz I halaman 304, cetakan Syirkah al Ma’arif Bandung:*

وذكرو لذلك ضابطا وقد نظمه بعضهم بقوله : وإنا جميعا إن نصم يوم جمعة ¤ ففي تاسع العشرين خذ ليلة القدر . وإن كان يوم السبت أول صومنا ¤ فحادي وعشرين اعتمده بلا عذر. وإن هل يوم الصوم في أحد ففي ¤ سابع العشرين ما رمت فاستقر. وإن هل بالأثنين فاعلم بأنه ¤ يوافيك نيل الوصل في تاسع العشري. ويوم الثلاثا إن بدا الشهر فاعتمد ¤ علي خامس العشرين تحظي بها فادر . وفي الإربعا إن هل يا من يرومها ¤ فدونك فاطلب وصلها سابع العشري. ويوم الخميس إن بدا الشهر فاجتهد ¤ توافيك بعد العشر في ليلة الوتر .

1. Jika awal Ramadhan hari Jumat maka lailatul qodar malam 29.

2. Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 21.

3. Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 27.

4. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 29.

5. Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 25.

6. Jika awal Raamadhan hari Rabu maka lailatul qadar malam 27.

7. Jika awal Raamadhan hari Kamis maka malam ganjil setelah malam 20.

Prediksi manusia tetap sebuah prediksi. Rahasia tetap di tangan Allah Yang maha mengetahui kapan lailatul qodar tibs.

*Pengertiain Lailatul Qadar :*

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤ سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥

(Q.S. Al-Qadar: 1-5)

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu.

3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar
Lailatul qadar merupakan malam yang kedudukannya sangat agung, keagungannya lebih dari 1000 bulan.

Maknanya, siapa saja yang mendapatkan lailatul qadar maka mendapatkan pahala ibadah selama 1000 bulan.

Di malam tersebut Allah menurunkan malaikatNya ke bumi dengan jumlah yang hanya Allah saja yang mengetahuinya.

Di dalam kitab Al Muwaththo yang disusun oleh Imam Malik menjelaskan bahwa lailatul qadar memiliki arti “malam yang tinggi atau besar derajatnya”.

*Sebab Adanya Lailatul Qadar :*

Sebab musabab lailatul qadar adalah ketika Nabi saw melakukan Isro’ wal Mi’roj, ketika sampai di langit yang ke 5, disana Allah mendatangkan semua nabi, dari Nabi Adam As hingga Nabi Musa As dan Allah swt memperlihatkan umat dari setiap nabi terdahulu.

Diantara mereka ada yang memiliki umat sebanyak 1000 yang sedang rukuk dan berdoa, ada pula yang memiliki umat sebanyak 500.

Kemudian Nabi Muhammad melihat kearah langit, disana terlihat warna hitam yang memenuhi dari kanan hingga kirinya.

Melihat hal itu, Nabi saw bertanya, “siapa mereka?” lalu dijawab oleh Malaikat Jibril bahwa mereka adalah Nabi Musa As dan bani isroil, Nabi saw terheran-heran dengan banyaknya umat bani Isroil, umat yang sangat banyak tersebut karena banyak para nabi berasal dari umat bani isroil.

Kemudian Nabi saw pun diperlihatkan oleh Allah sebuah kumpulan yang sangat banyak sekali sehingga Nabi saw bertanya, “umat siapakah itu?” kemudian Allah menjawab, “mereka itu adalah umatmu, wahai Muhammad. Yang mana 1/3 dari mereka masuk surga tanpa hisab.” (mudah-mudahan Allah menjadikan kita masuk surga tanpa hisab).

Di riwayat lain, disebutkan bahwa 70.000 dari mereka masuk surga tanpa hisab, dan setiap 1 orang dari 70.000 itu dapat memberi syafaat kepada 70.000 yang lain.

Setelah diperlihtkan kumpulan umat itu, Nabi saw diperlihatkan usia dari umat-umat terdahulu.

Diantara mereka ada yang berusia 2000 tahun, 1500 tahun, dan 1000 tahun. Karena panjangnya usia mereka, sehingga jika ada yang meninggal dengan usia 300 tahun mereka yang lebih tua berkata, “sungguh kasihan orang itu, meninggal dalam usia yang sangat kecil”.

Setelah Nabi saw diperlihatkan panjang usia umat terdahulu, Allah memperlihatkan orang-orang sholeh dari umat terdahulu.

Ada yang beribadah selama 500 tahun dan ada pula yang beribadah sepanjang usianya. Dan usia yang paling panjang adalah Nabi Syuaib As yang mencapai 3000 tahun.

kemudian Allah memperlihatkan usia umat Nabi saw yang berkisar antara 60-70 tahun. Mengetahui usia umatnya lebih pendek, Nabi Muhammad saw berkata kepada Allah swt, “Ya Allah, Engkau telah memperlihatkan umat-umat terdahulu dengan amal mereka yang banyak karena panjangnya usia mereka.

Bagaimana dengan umatku yang berusia antara 60-70, bagaimana dengan amal ibadah mereka”. Kemudian beliau saw berdoa kepada Allah swt, “Ya Allah berikanlah amal-amal umatku seperti amal umat terdahulu dengan panjangnya usia mereka”.

Lalu Allah berkata kepada Nabi, “Wahai Muhammad, Aku berikan kepada umatmu malam yang mulia, malam yang agung, yaitu lailatul qadar. Suatu malam yang kemuliaannya lebih dari 1000 bulan”. Maka barangsiapa yang beribadah di malam itu maka ia mendapatkan pahala ibadah yang setara dengan ibadah selama 1000 bulan atau 83 tahun (secara matemtis 83,333… tahun) dengan ibadah yang murni 24 jam tanpa melakukan maksiat.

*Waktu Turunnya Lailatul Qadar :*

Ketika Allah memberikan lailatul qadar, Allah memberitahukan waktu lailatul qadar di bulan Ramadhan.

Akan tetapi, diangkat oleh Allah kepastian waktu lailatul qadar itu.

Suatu hari, Rasul saw ingin memberitahukan kapan terjadinya lailatul qadar kepada sahabat, namun Rasul mendengar adanya 2 orang yang sedang bertengkar, kemudian Nabi saw mendatangi 2 orang tersebut untuk melerainya, lalu Nabi saw pulang dan dilupakan oleh Allah swt tujuan sebenarnya bahwa Nabi saw hendak menyampaikan lailatul qadar kepada sahabat.

Begitu pula pada hari berikutnya, sehingga Nabi saw berkata kepada sahabat, “telah diangkat waktu lailatul qadar yang tepat”.

Kemudian Allah swt memberitahu 4 perkara untuk 4 perkara sebagai berikut :

Memberitahu kepada kita adanya lailatul qadar agar kita bersungguh-sungguh dalam beribadah pada bulan Ramadhan.

Menggambarkan bahwa rahasia Allah ada pada mahluknya, hal ini bertujuan agar kita senantiasa berprasangka baik kepada setiap mahluk Allah.

Menggambarkan hukuman 2 orang yang bermaksiat, agar kita menjauhi maksiat.

Allah menggambarkan bahwa waktu dikabulkannya doa ada pada hari jum’at, hal ini agar orang-oang berijtihad di sepanjang hari Jum’at.

Diriwayatkan dalam hadits, bahwa Nabi saw bersabda, “barang siapa yang beribadah pada malam hari di bulan Ramadhan dan beriman, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”

Terjadinya lailatul qadar berpindah dari satu malam ke malam yang lainnya, namun lebih tepatnya tejadi pada 10 malam terakhir, lebih tepatnya pada malam ganjil, lebih tepatnya diantara malam 27 dan 29, dan lebih tepatnya lagi yaitu terdapat pada malam 27.

Waktu lailatul qadar diisyaratkan dalam Al-Quran bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27.

Hal ini dengan memperhatikan lafaz “lailatul qadar” yang tersusun atas 9 huruf, dan lafaz “lailatul qadar” diulang sebanyak 3 kali dalam surah Al Qadar. Sehingga 9 x 3 = 27. Maka ditemukanlah bahwa lailatul qadar jatuh pada malam ke 27.

Namun, hal ini bukan berarti pasti terjadi pada malam ke 27.

*Tanda Alam saat Terjadinya Lailatul Qadar :*

Terdapat tanda-tanda ketika terjadi lailatul qadar. Diataranya adalah sebagai berikut :

Suasana malam berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Hembusan angin tidak terlalu kencang.

Awan telihat mendung, tidak seperti biasanya. Namun tidak hujan.

Selain itu, bagi orang yang mendapatkannya, hatinya akan merasa bahagia dan tenang.

*Keadaan Lailatul Qadar :*

Berdasarkan firman Allah swt, turun para malaikat (surat Al Qadar 1-5)
Para malaikat akan menjabat tangan orang yang menemui lailatul qadar, semua mahluk bertasbih serta memohon ampunan untuk siapa saja yang beribadah pada malam itu.

Pada malam itu tidak ada yang sanggup menghadapinya kecuali orang-orang yang diberikan keimanan yang sangat kuat.

Oleh karena itu, orang sholeh terdahulu memberi alternatif yaitu dengan memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan iman untuk dapat menemui lailatul qadar dalam keadaan terjaga, namun apabila tidak mampu maka untuk mendapatinya dalam keadaan tidur atau dalam mimpi.

*Cara Mendapatkan Lailatul Qadar :*

Sabda Nabi saw, “siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan menghidupkan malam-malamnya dengan beribadah kepada Allah dengan iman dan ikhlas. Maka, akan diampuni dosanya oleh Allah swt ang sudah lewat.”

Barang tentu untuk mendapatkan lailatul qadar yang terjadi pada malam hari dilakukan dengan cara menghidupkan malam dengan beribadah kepada Allah swt.

Adapun dalam menghidupkan malam itu secara umum terdapat 3 tingkatan.

Ketiga tingkatan dalam menghidupkan malam di bulan Ramadhan sebagaimana berikut ini :

*Tingkatan sempurna :*

Memenuhi seluruh waktu malam dengan beribadah.

*Tingkatan menengah :*

Beribadah mulai dari pertengahan malam.

*Tingkatan paling rendah :*

Nenghidupkan malam dengan sholat maghrib berjamaah, ba’diyah maghrib, sholat isya berjamaah, ba’diyah isya, tarawih dan witir berjamaah, qobliyah shubuh, dan sholat shubuh berjamaah.

*Doa dari Habib Salim bin Abdullah Asy Syathiri (semoga Allah memanjangkan umurnya dan sehat wal ‘afiat dan taat beribadah) :*

اَللَّهُمَّ اِطَّلِعْ عَلَيْنَا لَيْلَةُ الْقَدَرِ اَلْعَظِيْمَةُ الْقَدَرِ فِى الْيَقْظَة وَ الْمَنَام.

ALLAAHUMMA ITHTHALI’ ‘ALAYNAA LAYLATUL QADARI AL ADHIIMATUL QADARI FIL YAQDZHOH WAL MANAAM.

Barang siapa yang membaca doa ini sebanyak 7x setelah sholat witir, maka insya Allah akan mendapatkan lailatul qadar.

Dikutip Dari: Dars Habib Salim Bin Abdullah Asy Syathiri.

terjun bebas kualitas

kualitas blog ini jatuh bebas ya … sebelumnya pake hosting dan domain berbayar, sekarang gratisan semua …

wkwkwkwkwk

begitulah kehidupan, ada kalanya diatas dan ada kalanya dibawah …

yang lebih penting dari itu adalah bagaimana berusaha merasa bahagia dan penuh syukur?

angka angka pada setiap huruf hijaiyah (huruf Arab)

Nilai 786 melambangkan Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim karena itu adalah jumlah nilai abjad dari huruf-huruf yang menyusun kalimat suci ini.  Nilai abjad adalah sebuah sistem nilai desimal di mana setiap huruf hijaiyah (huruf Arab) diberi nilai numerik.  Nilai-nilai ini sudah ada sejak dahulu dan digunakan dalam numerologi.

Nilai Huruf Nama Trans-
literasi
1 ا ʾalif ʾ / ā
2 ب bāʾ b
3 ج jīm j
4 د dāl d
5 hāʾ h
6 و wāw w / ū
7 ز zayn / zāy z
8 ح ḥāʾ
9 ط ṭāʾ

 

Nilai Huruf Nama Trans-
literasi
10 ى yāʾ y / ī
20 ك kāf k
30 ل lām l
40 م mīm m
50 ن nūn n
60 س sīn s
70 ع ʿayn ʿ
80 ف fāʾ f
90 ص ṣād

 

Nilai Huruf Nama Trans-
literasi
100 ق qāf q
200 ر rāʾ r
300 ش šīn š
400 ت tāʾ t
500 ث ṯāʾ
600 خ ḫāʾ
700 ذ ḏāl
800 ض ḍād
900 ظ ẓāʾ
1000 غ ġayn ġ

 

Sebagian orang mungkin mengatakan bahwa ilmu ini tidak ada dalam Islam.  Oleh sebab itu kami merujuk pada hadits berikut ini:

Kaum Yahudi di Madinah mendatangi Nabi (saw) dan berkata, “Qur’anmu diawali dengan alif lam mim, dan inisial ini menentukan umur agamamu.  Karena ‘alif‘ adalah 1, ‘lam‘ adalah 30, dan ‘mim‘ adalah 40, ini artinya bahwa agamamu hanya akan bertahan selama 71 tahun.” Sayyidina Muhammad (saw) bersabda, “Kami juga mempunyai alif lam mim shad.”  Mereka berkata, “Huruf ‘alif‘ adalah 1, ‘lam‘30, ‘mim‘40, dan ‘shad‘ adalah 90.  Jumlahnya 161.  Apakah engkau mempunyai inisial yang lain lagi?”  Nabi (saw) menjawab, “Ya, alif lam mim ra.”  Mereka berkata, “Yang ini lebih panjang dan lebih berat, ‘alif‘ adalah 1, ‘lam‘ 30, ‘mim‘ 40, dan ‘ra‘ adalah 200, membuatnya menjadi 271.”  Mereka akhirnya menyerah dengan mengatakan, “Kami tidak tahu ada berapa inisial yang diberikan kepadanya (Nabi (saw)!” (Al-Suyuti dalam Itqan)

Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim mempunyai nilai numerik 786 dari penjumlahan huruf-hurufnya, 2+60+40+1+30+30+5+1+30+200+8+40+50+1+30+200+8+10+40.

Taher Siddiqui

https://eshaykh.com/sufism/meaning-of-786/ 

https://eshaykh7007.wordpress.com/2018/08/15/makna-dari-786/

 

cobaan hidup

mendapat nasehat ust ichwan, cobaan dalam hidup ibarat segenggam garam, tergantung wadahnya, jika hatimu seluas gelas maka rasanya asin benget, tp jk hati seluas danau maka tetap seger saja airnya walau kecampuran segenggam garam,

astaghfirulloh wal hamdulillah

apa itu ibadah?

dalam rukun islam katanya yg menjadi puncak dan penyempurna adalah haji,

tapi jika dilihat dan amati pelaksanaan haji dan umroh, seperti hanya main2,

hny duduk2, tidur2, jalan2, muter2, lari2 kadang diiringi berdesakan, banyak jg selingan ngobrol ngalor ngidul, makan minum, bercanda walau dalam buku yg sy baca hal yg paling harus dihindari adalah marah dan rokok

tolah toleh, ibadah kok cuman sepeti mainan sj, berbeda dengan bayangan asal, syahadat harus ngerti artinya, sembahyang khusuk tenang fokus, puasa ngempet lapar, zakat bagi2 harta yg disayangi, lah haji?

akhirnya berfikir ulang, apa itu ibadah? apakah yg kita fikir “ibadah” apakah ibadah? yg gini gitu? ataukah apa-apa yg membuat Allah bahagia? walau trkdang menurut org lain adalah tak berguna cuman main-main atau bahkan jauh dari kata baik, tp jika itu menyenangkan Allah maka itulah ibadah,

Allahu a’lam

rumah kekasih …

lama tidak bertemu semenjak pertemuan terakhir,

engkau tanya siapakah dirimu?

hanya jawaban yg sesuai dg keinginanmu yg diterima,

akhirnya engkau lepas ditempat yg jauh

pemandangan dan keunikan menghiasi mata,

kemerduan dn kebisingan menyelingi telinga,

terik panas dn dingin menusuk angin menemani,

bebauan mnyengat dr mulut ke hidung

setelah lama akhirnya bisa berkunjung,

walau hanya berada di luar saja,

rumah yang sederhana mungkin jg tak indah,

tapi disitulah kerinduan berada,

hanya dapat melihat rumah itu,

melihat dan mengitari dari sisi ke sisi,

tapi mengapa hati ini tidak menangis?

meluapkn rasa kerinduan yang terpendam,

atau memang tidak ada kerinduan?

tetapi mengapa ada kekosongan?

mengapa ingin kembali dan kembali?

walau hanya melihat rumah kosong itu?

aku bertanya, wahai rumah, kemana pemilikmu?

engkau hanya setumpuk bata tapi penuh makna,

engkau hanya bangunan sederhana tapi selalu menarikku,

aku ingin mendekat, aku ingin menyentuh, tapi lebih dari itu,

izinkanlah aku memasukimu,

izinkanlah aku bersama pemilikmu,

sampaikan padanya … diri ini ingin bertemu,

dalam pertemuan dalam keadaan dimaafkan dan diridloi,

tak ada kerinduan … hny rumahmu msih sj terbayang,

tak ada keharuan … hny ingin menengok rumahmu wlau sbntar,

ktika berkeluh akan kesuruhan yg ada disekitar rumah,

diberi nasehat, fokuslah pada rumah tsb, pada pemilik rumah,

Hendak menulis …

Belum ketemu sistematisnya ….

Memang sulit untuk menuliskan jiwa ke dalam huruf dan kata,

Butuh belajar dan latihan untuk memperolehnya ….

Setiap kata bisa saja terucap, tetapi hanya sedikit yang bermakna …

Kalau bisa ….

Kalimat pengharapan yang entah terwujud atau tidak …

Bagaimana juga tetap ada makna dibaliknya …